Konflik Palestina vs Israel
Turki Umumkan Segera Seret Israel ke Mahkamah Internasional
Seorang pejabat kementerian luar negeri mengatakan Turki belum mengajukan pengajuan resmi ke Mahkamah Internasional ICJ.
SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Turki hari Selasa (14/5/2024), memutuskan mengikuti langkah Afrika Selatan yang kembali memperkarakan kebrutalan Israel menyerang Rafah di Mahkamah Internasional (ICJ).
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyatakan Turki memutuskan untuk mengajukan deklarasi intervensi resmi dalam kasus genosida Afrika Selatan terhadap Israel di Pengadilan Internasional (ICJ).
Bulan ini, Fidan mengumumkan keputusan untuk bergabung dalam kasus yang diluncurkan oleh Afrika Selatan saat Ankara meningkatkan langkah-langkah terhadap Israel atas serangan terhadap Gaza, yang telah membunuh lebih dari 35.000 orang dan diluncurkan setelah aksi brutal kelompok militan Hamas pada 7 Oktober.
"Kami mengutuk pembunuhan warga sipil pada 7 Oktober," ujarnya dalam konferensi pers dengan rekan sejawatnya dari Austria, "Tetapi membunuh ribuan warga Palestina yang tak bersalah secara sistematis dan membuat seluruh area pemukiman tidak layak huni merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, percobaan genosida, dan manifestasi dari genosida," tambahnya.
Seorang pejabat kementerian luar negeri mengatakan Turki belum mengajukan pengajuan resmi ke Mahkamah Internasional ICJ.
Sementara itu, presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan negaranya tidak menganggap kelompok perlawanan Palestina itu sebagai teroris, melainkan kelompok perlawanan yang membela tanah air mereka.
Lebih jauh Erdogan mengungkapkan lebih dari 1.000 anggota Hamas sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit Turki pada Senin (13/5/2024). Erdogan menyatakan hal tersebut saat konferensi pers bersama PM Yunani di Ankara.
"Di negara kami, lebih dari 1.000 anggota Hamas sedang menjalani perawatan di rumah sakit kami. Begitu banyak anggota Hamas yang tewas. Negara-negara Barat menyerang mereka dengan berbagai jenis senjata dan amunisi," kata Erdogan setelah bertemu dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, yang memiliki pandangan berbeda tentang Hamas.
Baca Juga: Israel Kebakaran Jenggot Turki Hentikan Hubungan Perdagangan, Langsung Hina Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dalam konferensi pers bersama PM Yunani Kyriakos Mitsotakis di Ankara, Turki, Senin, 13 Mei 2024. Erdogan, hari Senin (13/5/2024) mengungkapkan lebih dari 1.000 anggota Hamas sedang mendapatkan perawatan medis terbaik di rumah sakit di Turki. Erdogan menegaskan kembali, Ankara tidak menganggap Hamas sebagai kelompok teroris. (Sumber: AP Photo)
Mitsotakis menyatakan Israel berhak membela diri dari "serangan yang masuk ke wilayahnya" dan menambahkan bahwa "Hamas adalah organisasi teroris yang tidak mewakili rakyat Palestina".
Namun, Erdogan menolak pernyataan tersebut sebagai "pendekatan yang kejam." "Saya tidak menganggap Hamas sebagai organisasi teroris. Jika Anda menyebutnya sebagai organisasi teroris di sini [di Turki], kami akan kecewa," tegas Erdogan.
Ankara menganggap Hamas sebagai "organisasi perlawanan yang tanahnya diduduki sejak 1947" dan yang "berjuang untuk melindungi tanah tersebut dari serangan Israel yang tanpa belas kasihan," ungkapnya.
Setidaknya 14 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di sebuah rumah di kamp pengungsi Nuseirat, Tepi Gaza Tengah, dilaporkan media lokal hari Selasa, 14/5/2024.
Menurut kantor berita resmi Palestina Wafa, pesawat tempur Israel menyerang sebuah bangunan tiga lantai untuk keluarga Karaja di bagian selatan kamp tersebut.
Sumber medis menyebutkan bahwa serangan udara tersebut menyebabkan setidaknya 14 warga Palestina, termasuk anak-anak, tewas, serta puluhan lainnya terluka.
| Israel Serang Kendaraan Polisi di Gaza, 5 Orang Tewas Termasuk Balita |
|
|---|
| Mohammed Wishah Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza |
|
|---|
| Israel Perluas Kendali di Tepi Barat, Menteri Zionis: Kami Terus Membunuh Gagasan Negara Palestina |
|
|---|
| Trump Kecam Rencana Israel Caplok Tepi Barat Palestina |
|
|---|
| Serangan Terbaru Israel Tewaskan 30 Warga Gaza, Korban Harian Tertinggi Sejak Gencatan Oktober 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Menteri-Luar-Negeri-Turki-Hakan-Fidan-hari-Selasa-1452024.jpg)