Sosok Pemilik Mall Centre Point Medan, Bobby Nasution Ancam Bongkar Jika Tak Lunas Pajak Rp250 M
Wali Kota Medan Bobby Nasution menyegel Mall Centre Point karena menunggak pajak senilai Rp 250 miliar sejak 2011.
SERAMBINEWS.COM - Wali Kota Medan Bobby Nasution menyegel Mall Centre Point karena menunggak pajak senilai Rp 250 miliar sejak 2011.
Bobby lalu mengultimatum pengelola Centre Point agar melunasi tunggak pajak paling lambat 30 Mei 2024.
Apabila hal ini tidak diindahkan pengelola Centre Point, Bobby akan membongkar mal yang berada di lahan 3,1 hektar tersebut.
Bobby menyatakan bangunan ini juga tidak memiliki izin.
Wali Kota Medan Bobby Nasution menyegel Mall Centre Point di Jalan Jawa, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Rabu (15/5/2024).
Penyegelan terjadi karena mal yang berada di lahan seluas 3,1 hektar tersebut menunggak pajak, senilai Rp 250 miliar sejak tahun 2011.
Lantas siapa sosok pemilik Mall Centre Point pusat perbelanjaan di Kota Medan disegel Bobby Nasution gegara nunggak Rp250 miliar?
Berdasarkan Wikipedia, pemilik Mall Centre Point adalah orang terkaya Indonesia.
Pemilik Mall Centre Point masuk 150 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2016 versi majalah Globe Asia.
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, penyegelan dan penutupan Mal Centre Point Medan sudah lama hendak dilakukan.
Bobby Nasution menjelaskan, sebelum penutupan dan penyegelan dilakukan, pihaknya sudah sejak setahun lalu terus mengingkatkan pihak Centre Point dalam membayar pajak retribusi tepat waktu.
Menurut Bobby Nasution, pihak Centre Point sudah menunggak pembayaran pajak retribusi sejak tahun 2011.
"Ini sudah lama sebenarnya. Sudah di ingatkan juga. Karena mereka sudah menunggak sejak tahun 2011.sehingga total tunggakannya mencapai Rp 250 miliar," jelasnya, Rabu (15/5/2024).
Dikatakannya, sejak awal bangunan didirikan, Centre Point tidak pernah membayar pajak retribusi ke Pemko Medan.
"Mulai pertama sekali dibangun mal sampai hari ini masih ada kewajiban kurang lebih yang belum dibayarkan Rp 250 miliar," katanya.
Ditegaskan Bobby Nasution, sejak didirikannya Mal Centre Point ini belum memiliki izin ke Pemko Medan.
"Saya sampaikan bangunan ini tidak punya izin apapun. Jadi kami berhak menyegelnya. kami sampaikan berkali- kali," tuturnya.
Dikatakannya, Pemko Medan sudah bertemu dengan PT KAI dan PT ACK bulan lalu. Pihaknya memberikan deadline pembayaran sampai 15 Mei 2024.
"Namun belum ada kesepakatan yang bisa membuat mal ini melakukan kewajibannya untuk membayar pajak retribusi. Makanya ini akan ditutup," jelasnya.
Dijelaskannya sejak tahun 2011-2021, Pemko terus melakukan penagihan. Mulai dari penagihan PBB hingga retribusi.
"ini kan kepemilikan tanah dan bangunannya berbeda. Tapi Kami berfokus pada kewajiban dari mal ke pemko, gak ikut campur ke pihak lain," jelasnya.
Disinggung, tahun 2021 Mal Center Point juga pernah disegel, Bobby membenarkan hal itu.
"Benar. Tapi itu pajak yang berbeda. Mereka tidak bayar PBB, waktu itu nilainya Rp 50 miliar. Sampai hari ini mal, ini belum bayar PBB juga," jelasnya.
Diterangkannya, Mal Centre Point ini tidak memiliki Izin Memiliki Bangunan (IMB) begitupun dengan izin Pajak Bangunan (PBG).
"Kepemilikan lahan tidak ada yang jelas. Kalau sudah inkrah pembangunan ini ada BPN yang menyatakan akan keluarkan KPL," jelasnya.
Sementara untuk menaikkan retribusi daerah, kata Bobby, setiap bangunan Kota Medan Ada PBG.
"Jadi pajak retribusi yang menunggak sebesar Rp 250 miliar ini belum sama apartemen milik Center Point," jelasnya.
Namun, pihak PT ACK dan KAI meminta waktu sampai 30 Mei 2024.
"Tapi kalau sampai 30 Mei tidak ada uang masuk, maka akan kami bongkar," jelasnya.
Baca juga: Kronologis Petugas Dishub Medan Minta Martabak Gratis, Beri Surat Larangan Jualan Jika Tak Diberi
Semua gerai ditutup
Sejumlah Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) meminta pengunjung dan pemilik gerai keluar dari pusat perbelanjaan Mal Centre Point Medan.
Petugas tersebut juga meminta pemilik gerai di Mal Centre Point untuk tutup. Sebab, Pemko Medan tidak akan bertanggungjawab apabila ada resiko dan kerugian nantinya.
"Kepada pengunjung dan karyawan Gerai Mal Centre Point untuk meninggalkan pusat perbelanjaan.
Apabila ada yang menghalangi dan tidak mengindahkan imbauan ini, maka kami tidak akan bertanggung jawab atas resiko dan kerugian yang dialami," jelas seorang Petugas Satpol PP yang mengumumkan secara berkeliling dari lantai satu hingga empat Mal Center Point, Rabu (15/4/2024).
Atas imbauan tersebut seluruh gerai di Mal Centre Point sudah mulai tutup. Seluruh pengunjung dan karyawan juga sudah keluar.
Sementara itu, seorang HRD gerai Metro di Mal Centre Point Andri mengatakan, baru mengetahui adanya penyegelan pusat perbelanjaan pagi tadi.
Namun, berdasarkan arahan dari atasan, kata Andri pihaknya akan tetap buka. Sehingga pihaknya tetap bertahan untuk buka.
"Diinformasikan oleh pihak gerai dan Mall kami tetap seperti biasa ya. Jadi kami mengikuti instruksi mall saja," ucapnya.
Untuk saat ini,kata Andri pihaknya belum mendapat instruksi lanjutan.
Untuk saat ini belum ada instruksi apa apa. Kami enggak tahu ada begini. Pagi ini kita baru tahu, karena sudah tahu ramai ramai di depan tadi,"jelasnya.
Andri mengaku ada kekhawatiran para karyawannya.
"Pasti ada ya khawatir. Karena trafic customer ya pastilah turun. Karena kita ritel harapanya customer rame terus. Kalau begini pasti sepi," jelasnya.
Sementara itu, saat ini kondisi gerai Metro sudah tutup secara menyeluruh. Padahal sebelumnya, gerai ini tetap buka hingga pukul 10.30 tadi.
Baca juga: Bocah 5 Tahun di Medan Dibunuh Ayah Tiri, Korban Tewas Dibanting, Ibu Kandung Bantu Buang Mayat
Sosok pemilik Mal Centre Point
Pemilik Mall Centre Point adalah Ishak Charlie alias Li Tjin Hak (lahir 12 September 1953).
Ishak Charlie adalah seorang pengusaha Indonesia.
Telah memiliki pengalaman mengelola berbagai jenis perusahaan, mulai dari industri plastik, industri pulp dan paper, palm oil, perkebunan sawit dan konstruksi yang tersebar di seluruh Indonesia selama lebih dari 35 tahun.
Majalah GlobeAsia menempatkan Ishak Charlie sebagai 150 orang terkaya di Indonesia bersama PT Arga Citra Kharisma.
Perjalanan karier bisnis Ishak Charlie diawali dari usaha dengan mendirikan PT Anugrah Tambak Perkasindo yang bergerak di bidang pertambakan udang pada tahun 1988.
Usaha tambak itu sukses hingga areal tambaknya menjadi sebesar 435 Ha.
Bahkan pada 2002 perusahaan itu menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Jakarta dengan nama PT Anugrah Tambak Perkasindo Tbk.
Usaha pertambakan udang itu berlokasi usaha di Desa Pematang Lalang, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Lokasi yang strategis yang hanya berjarak 20 kilometer dari pusat kota Medan.
Setelah itu, pemilik nama asli Li Tjin Hak tersebut merambah ke bisnis lainnya.
Mulai industri plastik, industri pulp & paper, palm oil, perkebunan sawit dan konstruksi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Tahun 2003, dia berkolaborasi bersama PT Ciputra International membangun housing project Citra Garden Medan, dengan perpaduan unik dari keanggunan klasik dan bakat modern menjadi ikon untuk kota Medan.
Pada 2006, Ishak Charlie juga mendirikan perusahaan PT Kurnia Tetap Mulia bergerak di bidang properti dan membangun ikon baru kota Medan B&G Tower dan Hotel JW Marriott Medan setinggi 28 lantai.
Melalui PT Arga Citra Kharisma, pada tahun 2012 ia juga membangun kembali Landmark kebanggaan Kota Medan dalam bentuk superblock Centre Point Medan.
Bangunan yang berdiri di pusat Kota Medan itu terdiri dari Business Center, Mall, Apartment dan Hotel yang dapat menampung lebih dari 5000 lapangan pekerjaan. (Kompas.com/TribunMedan)
Baca juga: 40 Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh Pelajari ProKlim di Gampong Peurada
Baca juga: Aceh Jaya Terima Sertifikat Penetapan Semeuleung Raja sebagai WBTb Indonesia
Baca juga: Hingga Kamis Pagi, Sudah 30.890 Jamaah Haji Tiba di Madinah
VIDEO - Kontainer Muatan Arang Alami Patah As Roda, Jalur Medan - Banda Aceh Macet Parah |
![]() |
---|
Truk Kontainer Patah As Saat Memutar, Jalur Medan-Banda Aceh Macet Parah |
![]() |
---|
Tolak Berhubungan Badan, Siswi SMA di Medan Dianiaya Pria yang Dikenal lewat Medsos |
![]() |
---|
Tawuran Pecah di Medan, 2 Rumah Terbakar, Seorang Polisi Terluka dan 2 Warga Kena Tembak |
![]() |
---|
Markasnya Dirobohkan Bobby Nasution, Hercules Akan Datangi KPK Desak Korupsi Sumut Diusut Tuntas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.