Berita Banda Aceh
Warga Bireuen Meninggal Tertimbun Longsor di Malaysia
Idris mengatakan, korban yang meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Malaysia diketahui bernama Muliadi Abdur Rahman (38).
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Belakangan ini beredar sebuah pesan berisi informasi seorang warga Aceh meninggal dunia di Malaysia akibat tertimbun tanah longsor. Pesan tersebut beredar di sejumlah grup WhatsApp selama beberapa hari terakhir. Dalam pesan yang telah diteruskan berkali-kali itu, disebutkan bahwa warga Aceh yang diinformasikan telah meninggal dunia berasal dari Pidie. Dalam pesan itu juga dilampirkan foto wajah sosok yang disebut telah meninggal dunia. Ialah seorang pria muda yang mengenakan rompi proyek bewarna hijau. Terkait hal ini, Serambi mencoba menghubungi salah seorang warga Aceh yang ada di Malaysia.
Disebutkan, bahwa informasi terkait seorang warga Aceh yang meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Malaysia benar adanya. Namun warga tersebut bukanlah berasal dari Kabupaten Pidie, melainkan asal Bireuen.
"(Korban) bukan dari Pidie, tapi dari Blang Sama Gadeng, Kecamatan Pandrah, Bireuen," kata Idris, warga Aceh di Malaysia yang dihubungi Serambi melalui panggilan WhatsApp, Rabu (15/5/2024).
Idris mengatakan, korban yang meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Malaysia diketahui bernama Muliadi Abdur Rahman (38).
"Di Malaysia kerja, cari nafkah untuk keluarganya di kampung. Di sini (Malaysia) tinggalnya di Trengganu," sebut Idris yang mengaku masih memiliki hubungan kerabat dengan korban. Terkait kronologis, Idris tidak mengetahui secara detail bagaimana peristiwa nahas itu bisa menimpa korban.
Berdasarkan informasi yang dia peroleh, peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang bekerja di sebuah lahan, mengendalikan alat berat.
"Dia operator beko (excavator). Lagi kerja, longsor. Jadi tertimbun bersama dengan alat beratnya," ungkap Idris. "Kalau kejadiannya hari Minggu (12/5/2024)," sambungnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, jenazah korban yang tertimbun tanah longsor saat bekerja itu langsung ditemukan pada hari kejadian.
Adapun jenazah korban nantinya akan dipulangkan ke kampung halamannya untuk dikebumikan.
"Tanggal 17 Mei 2024 rencananya diterbangkan dari Johor ke Kuala Lumpur, baru ke Aceh. Tanggal 18 Mei 2024 sekitar pukul 8 pagi insyaallah jenazah sudah tiba di Aceh," tutur Idris. Ia menambahkan, korban meninggalkan seorang istri dan dua anaknya yang saat ini berada di kampung halamannya di Pandrah, Bireuen. "Anaknya satu laki-laki dan satu perempuan," pungkas Idris.(yn)
| MTsN 1 dan MAN 1 Banda Aceh Juara Umum PASCAL XIV |
|
|---|
| Tersangka Korupsi Beasiswa Aceh Bertambah, Modus Invoice Fiktif Rugikan Negara Rp 14 Miliar |
|
|---|
| Realisasi APBA 2026 Baru Sebatas Bayar Gaji & Tunjangan ASN, Yah Fud Singgung Program Rehab Rekon |
|
|---|
| Yah Fud ungkap Realisasi APBA 2026 Baru Sebatas Bayar Gaji dan Tunjangan ASN |
|
|---|
| DPR RI dan Pemerintah Diminta Satu Suara Perjuangkan “Jalur Maut” di Barsela Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Mayat-dan-garis-polisi-Istimewa.jpg)