IRT Lansia di Langsa Dianiaya
BREAKING NEWS - Seorang IRT Lansia di Langsa Kritis Dianiaya di Rumahnya, Pelaku Masih Diselediki
Lansia berusia 65 tahun di Langsa ini ditemukan dalam kondisi kritis (pingsan) oleh anak lelakinya, Praja Anhar (28) dalam kamar rumahnya sekitar puku
Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
Lansia berusia 65 tahun di Langsa ini ditemukan dalam kondisi kritis (pingsan) oleh anak lelakinya, Praja Anhar (28) dalam kamar rumahnya sekitar pukul 05.30 WIB.
Laporan Zubir | Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Seorang ibu rumah tangga atau IRT lanjut usia (lansia), Chairani, warga Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro, Sabtu (18/5/2024) pagi diduga jadi korban penganiyaan dan pencurian dengan pemberatan.
Lansia berusia 65 tahun di Langsa ini ditemukan dalam kondisi kritis (pingsan) oleh anak lelakinya, Praja Anhar (28) dalam kamar rumahnya sekitar pukul 05.30 WIB.
Informasi diperoleh Serambinews.com, saat pagi itu anak korban Praja Anhar baru pulang ke rumah usai bekerja memuat buah tandan segar kelapa sawit.
Sebelum masuk ke dalam rumah, anak korban mengetuk pintu sambil memanggil ibunya, namun hingga berapa kali dipanggil tak ada jawaban.
Lantas Praja Anhar bergegas masuk dari pintu belakang rumah dan melihat pintu belakang rumahnya itu telah terbuka.
Disaat Praja masuk ke dalam kamar ibunya, ia melihat korban telah tergeletak dalam kondisi tak sadarkan diri.
Baca juga: Makmum Harus Tahu! Meski Imam Telah Baca Al-Fatihah, Makmum Wajib Baca Lagi, Ini Penjelasannya
Korban mengalami luka pukulan benda tumpul di bagian muka dan badian tubuhnya.
Saat itu juga anak korban meminta tolong ke rumah tetangga dan tidak lama kasus itu dilaporka warga me Polisi.
Sementara korban Chairani pagi itu juga dibawa ke RSUD Langsa untuk penanganan medis dan dirawat di Ruang ICU.
Kapolres Langsa AKBP Andy Rahmansyah, SIK, SH, MH, melalui Kasat Reskrim Iptu Rahmad, S.Sos, kepada Serambinews.com, membenarkan dugaan pencurian dengan pemberatan atau penganiayaan berat menimpa IRT lansia ini.
Menurut Kasat Reskrim, korban sampai saat ini masih dalam penanganan tim medis di RSUD Langsa dan kondisinya sudah sadarkan diri.
Namun korban belum bisa berbicara dan belum bisa diambil keterangannya, sehingga belum diketahui motif dan apa saja barang yang hilang di rumah korban.
Baca juga: Masyarakat Aceh Menggugat Dunia atas Kekejaman Israel Terhadap Palestina, Gelar Aksi Long March
Korban selama ini hanya tinggal berdua bersama anaknya itu dan pada saat kejadian, anaknya tidak berada di rumah karena bekerja sebagai pemuat buah kelapa sawit.
"Kasus penganiyaan berat dan dugaan curat ini kini masih dalam penyelidikan kita, kami memohon doa masyarakat agak pelakunya segera terungkap," pungkas Kasat Reskrim. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.