Rabu, 22 April 2026

Gangguan Gajah Liar

Datangi Rumah Keuchik dan Rusak Pohon Kelapa, Gajah Liar Bikin Warga Canggai Ketakutan

Hewan raksasa ini mendatangi rumah Keuchik Canggai, T Sulaiman atau kepala desa setempat. Satu ekor gajah yang datang ke...

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Eddy Fitriadi
For Serambinews.com
Warga melihat pohon kelapa yang sudah dirusak gajah liar di depan rumah Keuchik Gampong Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (5/6/2024). 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Satu ekor gajah liar dilaporkan mendatangi rumah warga Gampong Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (5/6/2024) dini hari.

Hewan raksasa ini mendatangi rumah Keuchik Canggai, T Sulaiman atau kepala desa setempat.

Satu ekor gajah yang datang ke halaman rumah Keuchik Canggai tersebut sempat merusak satu batang kelapa yang ada di depan rumahnya.

“Gajah liar ini sangat meresahkan warga kami saat ini, karena sudah masuk dalam perkampungan yang sudah sangat meresahkan dan mengancam keselamatan jiwa,” ungkap Keuchik Canggai, T Sulaiman kepada Serambinews.com, Rabu (5/6/2024).

Dikatakannya, kehadiran gajah liar perkampungan warga semakin mencemaskan terhadap keselamatan warga yang saat ini membuat warga terkadang panik ketika mengetahui satwa liar ada di depan rumah.

Ketakutan itu muncul lantaran satwa raksasa (gajah) itu berada di kawasan desa itu, sehingga pihak terkait diminta untuk memperhatikan masalah tersebut dengan serius, sebelum ada korban jiwa terhadap warga setempat atas amukan gajah liar.

“Memang sejauh ini belum ada korban jiwa, akan tetapi rasa gundah dan ketakutan menghantui warga kami, sehingga pihak terkait perlu keseriusan mengatasi masalah tersebut,” harap T Sulaiman.

Dikatakannya, dari saat ini gajah liar tersebut masih berada di antara Lawet dan Canggai, sehingga pihak warga saat ini perlu kehati-hatian dan waspada terutama pada malam hari, seperti pada Rabu dini hari yang mendatangi rumahnya.

Keberadaan gajah liar itu juga selama ini telah merusak tanaman kelapa sawit dan pohon kelapa milik warga di desa setempat.

Kondisi tersebut selain menjadi kekhawatiran terhadap keselamatan warga, juga selama ini telah merusak sumber ekonomi warga dengan hancurnya kebun kelapa sawit sebagai pendapatan warga.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved