Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

Houthi Yaman Rudal Situs Militer Israel di Eilat, Berhasil Bobol Iron Dome Zionis

"Operasi tersebut dilakukan dengan menggunakan rudal balistik bernama 'Palestina'," ujar Houthi Yaman dalam keterangannya.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Sky News
Rudal balistik Houthi dipamerkan ke publik di sebuah acara parade militer. Houthi Yaman berhasil membobol pertahanan musuh Iron Dome. Rudal Houthi Yaman disebut sampai sasaran. 

SERAMBINEWS.COM - Angkatan Bersenjata Yaman, yang berafiliasi dengan gerakan Ansarallah, Houthi mengumumkan mereka kembali melakukan operasi militer dengan target zionis Israel.

Houthi menargetkan situs militer Israel di Eilat, dan menyebut berhasil mencapai tujuannya.

Rudal balistik disebut Houthi berhasil melesat bobol pertahanan Iron Dome milik zionis tersebut.


"Operasi tersebut dilakukan dengan menggunakan rudal balistik bernama 'Palestina'," ujar Houthi Yaman dalam keterangannya.

Pernyataan tersebut mencatat bahwa operasi yang dilakukan Houthi untuk mendukung rakyat Palestina yang tertindas.

Dan sebagai tanggapan atas kejahatan musuh Zionis terhadap pengungsi di wilayah Rafah di Jalur Gaza, mengutip Palestine Chronicle.

Houthi menyatakan bahwa mereka akan terus melakukan operasi militer untuk mendukung dan mendukung rakyat Palestina yang tertindas sampai agresi Israel berhenti.

Serta pengepungan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dicabut.

Sementara itu Houthi Yaman terus meningkatkan operasi perlawanan setelah invasi Israel ke Rafah. 

Targetkan 10 Kapal

Pekan lalu, kelompok tersebut mengumumkan bahwa mereka menargetkan sepuluh kapal yang berafiliasi dengan AS, Inggris, dan Israel di Laut Merah, Laut Arab, Laut Mediterania, dan Samudra Hindia. 

Baca juga: Ahli: Hamas Masih Kuat di Wilayah yang Disebut Sudah Dibersihkan oleh Israel

Menurut Abdulmalik al-Houthi, pemimpin kelompok tersebut, hanya dalam satu minggu, pasukan Yaman melakukan 27 operasi rudal balistik dan bersayap, serta serangan drone.

Al-Houthi menjelaskan bahwa operasi itu menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan kepentingan Israel, AS, dan Inggris.

Serta kapal-kapal milik perusahaan yang melanggar larangan memasuki pelabuhan di Israel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved