Berita Haji 2024
Jangan Khawatir, Katering Haji 2024 Ramah Bagi Jamaah Lansia, Begini Caranya Jika Ingin Ganti Menu
Indikatornya, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyediakan menu bubur khusus bagi jamaah lanjut usia (lansia) atau yang membutuhkan.
Laporan Khalidin Umar Barat | Arab Saudi
SERAMBINEWS.COM, MAKKAH – Sesusai tagline Kemenag tahun ini yakni ‘Haji Ramah Lansia’ maka PPIH Arab Saudi mewujudkan slogan tersebut untuk semua lini, termasuk aspek konsumsi atau katering.
Indikatornya, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyediakan menu bubur khusus bagi jamaah lanjut usia (lansia) atau yang membutuhkan.
Inisiatif tersebut berangkat dari banyaknya lansia yang menjadi jamaah haji dan seiring dengan tagline ‘Haji Ramah Lansia’.
Petugas Layanan Konsumsi di Daerah Kerja (Daker) Makkah Almukaramah, Irfan menjelaskan, dalam kontrak dengan pihak katering, disebutkan bahwa satu persen dari total jumlah jamaah, terdapat menu makanan untuk jamaah lansia.
Ia menerangkan, dari satu kloter ada lima atau berapa pun yang membutuhkan menu khsusu lansia, pihaknya akan mengakomodirkannya.
Pada masa-masa awal tinggal, imbuh Irfan, memang masih banyak lansia yang memilih makanan bubur.
Namun kini mulai banyak lansia yang lebih memilih nasi, dibanding bubur.
Ia menjelaskan, jika ingin merubah makanan yang dipilih, misal dari bubur ke nasi, tinggal disampaikan kepada ketua kloter masing-masing.
“Hubungi ketua kloter jika ingin ganti menu, nantinya ketua kloter akan menyampaikan ke petugas layanan konsumsi sektor, lalu petugas akan menyampaikan ke katering setempat,” tuturnya.
Cek keamanan makanan
Sementara itu, upaya Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada para jamaah haji Indonesia benar-benar dilaksanakan.
Wartawan Serambi Indonesia/Tribun Network, Khalidin Umar Barat selaku petugas Media Center Haji (MCH) 2024, dari Arab Saudi, Rabu (5/6/2024), melaporkan, bahwa petugas layanan konsumsi di Daerah Kerja (Daker) Makkah Almukaramah selalu mengecek sampel makanan sebelum didistribusikan ke jamaah haji.
Ada dua kotak untuk menu katering jamaah.
Satu kotak untuk jamaah umum dan satu lagi menu katering makan bagi jamaah lanjut usia (lansia).
Selain nasi, ada ikan dori tepung pedas, dan oseng tempe.
Setelah mengambil sendok, Irfan mulai mengaduk dan mencoba bubur pada kotak menu lansia untuk memastikan apakah bubur cukup lembut bagi lansia.
Setiap harinya, tiga kali sehari, sebelum didistribusikan, pihak katering akan memberikan sample makanan ke petugas layanan konsumsi di Kantor Daker Makkah.
Tak hanya itu, Irfan menyampaikan, sampel makanan juga diberikan kepada petugas konsumsi di masing-masing sektor saat makanan didistribusikan sehingga petugas bisa mengecek sebelum makanan dibagikan jamaah.
Dikatakan dia, petugas juga mengecek cakupan menu, baik itu karbohidrat, protein nabati, dan protein hewani.
Selain itu, petugas juga menghitung gramasi masing-masing cakupan tersebut.
Irfan mencontohkan, gramasi nasi putih minimal 150 gram, protein hewani minimal 75 gram, dan protein nabati minimal 80 gram.
Untuk pegecekan hari misalnya, menurut Irfan, menu katering sudah sesuai dengan gramasi yang ditetapkan.
Gramasi nasi lebih dari 200 gram, protein hewani 100 gram, dan tempe 80 gram.
Proses check sampel dilakukan secara menyeluruh.
“Dari visual atau dari mata, kita lihat tekstur nasi, kemudian dari aroma, ada yang basi atau tidak. Terakhir baru kita coba makanannya untuk meyakinkan bahwa menu katering aman dimakan jamaah,” tukas Irfan.
Saat ditanya, apa yang dilakukan jika menu katering tidak sesuai standar yang ditetapkan, Irfan menyampaikan, disesuaikan dengan kasus yang ditemukan.
“Jika ada yang tidak sesuai langsung hubungi seluruh hotel yang dilayani dapur tersebut. Kita minta menahan distribusi,” ujar Irfan.
Selanjutnya, apabila makanan basi, pihak katering akan diminta menyediakan makanan pengganti sementara seperti roti, sembari mereka harus menyiapkan menu pengganti bagi jamaah.
Namun apabila petugas menemukan, misalnya setelah dicoba ternyata bumbu dirasa pedas, Irfan menjelaskan, maka kita akan kontak hotel yang dilayani dapur tersebut agar berhati-hati dan memberitahukan bahwa terdapat menu yang pedas.
Selanjutnya, imbuh Irfan, petugas akan menghubungi pihak katering untuk menyesuaikan tingkat pedas agar jamaah tidak kepedasan.
Ketika ditanyai soal menu sayur tidak banyak, Irvan menjelaskan, ketersediaan sayur di Saudi melimpah, khususnya jenis tertentu misal wortel, buncis, kacang polong.
“Tapi kangkung atau bayam yang biasa dimakan warga kita itu tidak banyak tersedia,” tandasnya.(*)
Berita Haji 2024
katering haji
jamaah lansia
katering haji ramah lansia
Makkah
Arab Saudi
Serambinews.com
Serambi Indonesia
Ini Closing Statement Menag Yaqut Cholil Qoumas Terkait Penyelenggaraan Haji 2024 |
![]() |
---|
202 Ribu Jamaah Tiba di Tanah Air, Sabtu Hari Ini Dipulangkan 5.509 Dipulangkan |
![]() |
---|
1.308 Jamaah Haji Dirujuk ke RSAS, Kemenag: Mereka Tetap Jadi Tanggung Jawab Pemerintah Indonesia |
![]() |
---|
Jamaah Haji Kloter 7 Mendarat di Aceh, Satu Petugas Meninggal di Tanah Suci |
![]() |
---|
PPIH Ingatkan Jamaah Haji Fokus Ziarah ke Raudhah Saat di Madinah, Widi: Jangan Sampai Lewat Jadwal |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.