Serambi Awards 2024
Landmark BSI, Magnet Utama Investor di Aceh
BSI akan hadir selamanya di Aceh dan menunjukkan komitmen jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Aceh.” HERY GUNARDI,Direktur Utama BSI
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: IKL
SERAMBINEWS.COM,BANDA ACEH - Kalau ada yang bertanya, gedung apakah yang paling tinggi di Kota Banda Aceh saat ini? Jawabannya tak ada yang lain, kecuali Gedung Landmark BSI.
Gedung milik PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk ini dibangun di lokasi paling strategis, yakni di jalan protokol Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh. Tepatnya di Jalan Teungku Daud Beureueh Nomor 15. Nama ruas jalan ini ditabalkan dari nama Gubernur Aceh (periode 1947-1951) dan sebelumnya pernah pula menjabat Gubernur Militer Aceh, Langkat, dan Tanah Karo.
Di lokasi itulah dulunya, pada era ‘80-an, berdiri Bank Ekspor Impor, kemudian menjadi Kantor Bank Mandiri Area Aceh, dan terakhir Gedung Bank Syariah Mandiri (BSM). Dalam dua tahun terakhir, bangunan lama itu dirubuhkan, lalu dibangunlah Landmark BSI di atasnya menalan biaya Rp325 miliar. Selain sangat megah dan modern, bangunan setinggi 46,6 meter itu kini tercatat sebagai gedung tertinggi di Banda Aceh, bahkan di seluruh Aceh.
BSI Landmark Aceh memiliki sepuluh lantai. Dua di antaranya basement dan delapan lantai ke atas untuk perkantoran. Musala yang luas untuk karyawan dan nasabah juga terdapat di lantai dua.
Gedung ini merupakan gedung bank syariah pertama yang mengusung konsep ramah lingkungan atau green building, sebagai implementasi dari praktik environmental, social, and governance (ESG). Sekitar 30 persen kebutuhan energi pada gedung ini dipasok dari solar panel (tenaga surya) dan air limbahnya pun dikelola secara ramah lingkungan.
Tujuan BSI membangun Landmark BSI di Kota Banda Aceh adalah sebagai langkah strategis BSI untuk peningkatan kualitas layanan keuangan yang modern untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh yang terus berkembang.
Secara spesifik, pembangunan landmark ini ditujukan pula untuk menggaet investor.
“Gedung landmark ini diharapkan dapat menjadi magnet utama bagi para investor, tersedia platform yang profesional, dan dapat diandalkan untuk melakukan inisiatif investasi,” kata Regional CEO BSI Region Aceh, Wachjono, menjawab Serambi di Banda Aceh, Kamis (30/5/2024).
Saat diwawancarai Serambi, Wachjono didampingi Dian Budi Wijaksono selaku Head of Stakeholder Management & Media Relation Region Office Aceh PT BSI.
Wachjono menambahkan bahwa gedung landmark itu merupakan wujud komitmen BSI dalam menyediakan solusi keuangan inovatif dan berkelanjutan yang berakar pada prinsip-prinsip Islam.
Diakuinya pua bahwa Aceh terkenal dengan kekayaan sumber daya alam dan potensi di berbagai sektor yang menawarkan landscape menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi.
Pengakuan yang sama disampaikan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, saat meresmikan Landrmark BSI Aceh pada Jumat, 31 Mei 2024. Hadir mendampingi Wapres saat itu adalah Direktur Utama BSI, Hery Gunardi.
Wapres Ma’ruf Amin mengatakan, Aceh menjadi contoh ekonomi syariah bisa maju dan berkembang serta meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.
Gedung BSI Landmark Aceh diharapkan Wapres mampu merepresentasikan bank syariah yang modern dan menjadi penopang aktivitas operasional perbankan syariah, selain sebagai poros penggerak pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Aceh.
Wapres mengakui, hadirnya BSI di Aceh memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi setempat melalui dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
BSI juga telah membangun UMKM Center di Banda Aceh dengan jumlah binaan sebanyak 1.757 orang. Selain itu, BSI sedang melaksanakan BSI Aceh Muslimpreneur yang diharapkan mencetak 5.000 wirausaha muda baru.
Selamanya di Aceh Sementara itu, Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan, pihaknya akan hadir selamanya di Aceh dan menunjukkan komitmen jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Aceh.
Hery menambahkan, BSI terus mengoptimalkan layanan sesuai kebutuhan masyarakat Aceh, terutama dalam hal percepatan ekonomi, sosial, dan pariwisata.
Sejak November 2023 lalu BSI telah menjadi bank pembayaran untuk visa on arrival (VOA) bagi para wisatawan asing yang berkunjung ke Aceh.
BSI juga menyediakan 704 mesin ATM berlogo VISA dan Mastercard yang memungkinkan wisatawan asing melakukan penarikan uang tunai di mesin ATM BSI.
BSI pun memiliki 17.106 BSI Agen di seluruh Aceh dan juga bekerja sama dengan 39.073 QRIS merchant.
Dilaporkan juga bahwa secara tahunan aset BSI di Aceh tumbuh 12,49 persen menjadi Rp20,54 triliun.
Per posisi Maret 2024, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp16,70 triliun, penyaluran pembiayaan Rp19,79 triliun tumbuh 13,47 persen secara tahunan (yoy) dengan kualitas pembiayaan yang sehat dengan NPF pada posisi 1,90 persen.
Adapun kantor cabang BSI di Aceh berjumlah 160 kantor cabang yang tersebar hingga kabupaten. Sebagai informasi, per Maret 2024, nasabah UMKM BSI di Aceh mencapai 108.029 nasabah dengan total penyaluran pembiayaan UMKM sebesar Rp8,43 triliun.
Dirut BSI menegaskan bahwa Gedung Landmark BSI yang baru diresmikan Wapres RI itu merupakan komitmen BSI memajukan perekonomian di Bumi Serambi Mekah pascaimplementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) pada akhir 2018.
Ia optimis, kehadiran Landmark BSI itu akan menjadi magnet bagi para investor untuk berinvestasi di Aceh juga akan membuat semakin nyaman para nasabah lokal dan luar saat bertransaaksi dengan sistem syariah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/BSI0506242.jpg)