Bireuen

Rektor IAI Almuslim Aceh Jadi Narasumber di Konferensi Internasional Brunei Darussalam

Konferensi berlangsung di Internasional Convention Center Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam...

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Eddy Fitriadi
For Serambinews.com
Rektor IAI Almuslim Aceh menjadi salah seorang narasumber di konferensi internasional di Brunei Darussalam, Rabu dan Kamis (5-6/2024). 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Rektor Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh, Peusangan Bireuen, Dr Nazaruddin Abdullah MA menjadi salah satu narasumber pada Konferensi Antar Bangsa Islam Borneo (KAIB IX).

Konferensi berlangsung di Internasional Convention Center Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam  selama dua hari, Rabu dan Kamis (5-6/6/2024)  mengusung tema “Developing Islamic Sustainable Urban and Communities.

Peserta konferensi  diikuti oleh lebih 40 peguruan tinggi dari beberapa negara.

Dr Nazaruddin mengatakan, sebagaimana diketahui konferensi antar bangsa islam Borneo merupakan agenda tahunan dari pusat penyelidikan dan perkembangan islam Borneo yang bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dalam upaya pembangunan dan penyelidikan islam di kepulauan Borneo.

Pertemuan dalam upaya membangun peradaban Islam yang kuat diperlukan ilmu pengetahuan yang dibangun melalui pendekatan riset dari bergagai disiplin ilmu.

Konferensi yang dibuka secara langsung  Sultan Brunei Darussalam, Sultan H Hasanoel Bolkiah Mau’izaddin Wad Daulah bin Omar Ali Saifuddin tersebut dihadiri oleh lebih kurang 1.000 peserta dari bergagai negara dan berbagai institusi. 

Sultan dalam sambutannya menyampaikan bahwa konfrensi antar bangsa Islam Borneo ini menjadi ajang untuk menggali kembali berbagai sejarah dan peninggalan Islam untuk dijadikan sebagai pijakan dalam rangka membangun  peradaban masa depan.

Lebih lanjut sultan menyampaikan, kepulauan Borneo yang kaya dengan sumber daya alam, sedianya juga kaya dengan dengan sumber rohani dan pengetahuan dalam rangka membangun khazanah keilmuan menuju masyarakat melayu yang lebih maju sesuai dengan tamaddun keislaman.

Di akhir sambutannya, Sultan berharap agar manuskrip-manuskrip peninggalan zaman dahulu bisa di akses oleh segenap lapiran masyarakat melalui teknologi digital yang dewasa ini terus berkembang, sehingga peninggalan-peningalan sejarah itu tidak hanya menjadi pajangan di sejumlah musium akan tetapi menjadi media pembelajaran bagi generasi muda dewasa ini.

Sementara itu, Rektor Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Dr. Nur Affan bin Zainal dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua narasumber dan pasrtisipan yang telah bersedia menyukseskan konferensi tersebut. 

Dia juga berharap agar konfrensi yang diselenggarakan selam dua hari tersebut memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan islam dimasa depan dengan tetap mewujudkan nilai-nilai kebersamaan dan perdamaian bagi segenap masyarakat terutama di dunia Islam.

Nazaruddin yang tampil di hari pertama konfrensi memaparkan sebuah hasil risetnya dengan judul “Koran Literacy of Illegal Immigrant in Kuala Lumpur”. Menurut hasil temuan penelitiannya,  banyak anak-anak imigran dari Indonesia yang berada di Kuala lumpur yang tidak memperoleh pendidikan yang layak, hal disebabkan oleh sejumlah faktor.

"Yang lebih disayangkan, khususnya bagi anak-anak imigran yang muslim, kemampuan mereka terhadap penguasaan Al-Quran sangat terbatas, bahkan ada cukup banyak di antara mereka yang tidak mampu mengenal huruf-huruf Alquran," ujarnya. 

Hal ini seharusnya menjadi perhatian bagi semua pihak khususnya bagi masyarakat muslim di wilayah Borneo guna untuk membangkitkan kembali islam di masa mendatang. (*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved