Rabu, 8 April 2026

Berita Lhokseumawe

Rumah Terbakar, Bayi 2,5 Tahun Hangus

Kapolsek Muara Satu Iptu Syadli mengatakan, korban bernama Fida (2,5 tahun) meninggal dunia karena kondisi tubuhnya hangus setelah diterpa api. 

Editor: mufti
OK POLRES LHOKSEUMAWE
HANGUS - Sepuluh unit ruko semi permanen hangus terbakar di Keude Blang Ara, Desa Krueng Manyang, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Rabu (5/6/2024). Jasad Fida (2,5 tahun) yang hangus hendak difardhukifayahkan di Desa Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, kemarin (insert) 

Kita mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati saat membakar obat nyamuk dengan memperhatikan tempat dan jauhkan dari benda yang mudah terbakar. Henki Ismanto, Kapolres Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Bayi berumur 2,5 tahun meninggal dunia akibat sebuah rumah kayu beratap rumbia terbakar di Dusun B, Desa Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, pada Rabu (5/6/2024) sekira pukul 21.30 WIB.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto melalui Kapolsek Muara Satu Iptu Syadli mengatakan, korban bernama Fida (2,5 tahun) meninggal dunia karena kondisi tubuhnya hangus setelah diterpa api. Sedangkan sang adik dan ibunya mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan saat ini dalam perawatan di rumah sakit. Kedua korban selamat ini diinformasikan akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin di Banda Aceh.

“Saat itu suami korban, Safrizal (28) tidak berada di rumah. Dia keluar sebentar. Istrinya, Putri Irmanda (22) dan anaknya Muhammad Kinzi (5 bulan) mengalami luka bakar dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat,” kata Henki Ismanto kepada Serambi, Kamis (6/6/2024).

Informasi yang diperoleh Serambi, kebakaran tersebut terjadi ketika Putri Irmanda dan kedua anaknya berada di dalam rumah.  Sang ibu memangku Muhammad Kinzi saat peristiwa tragis itu terjadi. Sedangkan Fida sudah tertidur di kasur. Putri Irmanda tiba-tiba merasa gerah badannya. Saat menoleh ke belakang, api sudah membesar dan mulai melahap atap rumahnya dari daun rumbia. Dia pun panik dan melarikan diri ke luar bersama buah hatinya di gendongan, Muhammad Kinzi. Sementara Fida masih di dalam rumah yang terbakar. Dia ke luar rumah meminta tolong, tapi api dengan cepat menghabiskan rumah dan seluruh isinya.

“Saat kejadian warga sekitar berusaha memadamkan api secara manual, namun upaya tersebut tidak berhasil dan api membesar dengan cepat. Pihak berwenang, termasuk petugas pemadam kebakaran dari Kota Lhokseumawe juga kesulitan mencapai lokasi kebakaran karena akses jalan yang tidak memungkinkan,” kata Iptu Syadli.

Kedua korban yang alami luka bakar dilarikan ke Puskesmas Padang Sakti. Selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Arun Lhokseumawe untuk perawatan medis intensif. Sementara itu, jenazah Fida ditemukan dalam keadaan hangus akibat terbakar dan terjebak dalam rumah. Korban langsung dimakamkan di desa setempat.

Diduga, kebakaran tersebut disebabkan oleh penggunaan obat nyamuk bakar di dalam rumah. Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 25 juta. Meskipun mengalami tragedi besar, pihak keluarga telah memilih untuk ikhlas dan menerima kejadian tersebut sebagai sebuah takdir.

“Ibu dan anaknya telah mendapat perawatan di RS Arun karena mengalami luka bakar, sementara anaknya satu lagit telah dimakamkan. Kita mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati saat membakar obat nyamuk dengan memperhatikan tempat dan jauhkan dari benda yang mudah terbakar,” pungkas Kapolsek.(zak)

10 Ruko Jadi Arang

Di lokasi lain pada hari yang sama, yakni Keude Blang Ara, Desa Krueng Manyang, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, sebanyak 10 unit ruko semi permanen terbakar  sekitar pukul 18.00 WIB.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto melalui Kapolsek Kuta Makmur Ipda Fadhulillah mengatakan, setelah informasi kebakaran tersebut, personel Polsek Kuta Makmur langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan lokasi serta  membantu pemadaman.

“Warga juga berdatangan untuk membantu memadamkan api dan menghubungi pihak pemadam, selanjutnya sejumlah mobil pemadam kebakaran tiba untuk melakukan pemadaman,” kata Kapolsek. Lebih lanjut, Kapolsek mengungkapkan, kejadian tersebut berawal dari percikan api dari mesin genset yang dihidupkan oleh salah seorang pemilik toko.

“Kejadiannya saat listrik di kawasan itu padam, sehingga ada salah satu pemilik toko menghidupkan mesin genset dan terjadi percikan api dengan cepat menyambar bangunan yang terbuat dari kayu itu dan menyambar ke ruko lainnya, terutama toko pakaian yang berdekatan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar,” pungkasnya.(zak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved