Breaking News

Berita Bireuen

Puluhan Ibu TP PKK Geulanggang Baro Bireuen Belajar Fardhu Kifayah

20 orang lebih ibu Tim Penggerak PKK, Desa Geulanggang Baro, Kota Juang Bireuen, Jumat (7/6/2024) sore belajar atau mengikuti pelatihan fardhu kifayah

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Ibu TP PKK Geulanggang Baro, Kota Juang Bireuen, Jumat (7/6/2024) sore ikut pelatihan fardhu kifayah di meunasah desa setempat 

Laporan Yusmandin Idris

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sekitar 20 orang lebih kaum ibu Tim Penggerak PKK, Desa Geulanggang Baro, Kota Juang Bireuen, Jumat (7/6/2024) sore belajar atau mengikuti pelatihan fardhu kifayah di meunasah desa setempat.

Para kaum ibu yang berkesempatan mengikuti pelatihan mengurus jenazah perwakilan dari empat dusun.

Ketua panitia, Junita mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta baik secara teori maupun praktek agar penyelenggaraan jenazah seorang Muslim bisa terlaksana dengan baik.

Juga mengenalkan kepada peserta apa-apa saja bahan dan peralatan yang harus disiapkan yang terdiri dari kain kafan, kapas, sarung tangan, sabun cair, tikar, gunting, gayung, kapur barus, baskom, air bersih dan lainnya.

Ketua TP PKK Geulanggang Baro, Desi Safnita mengatakan, pelatihan dibimbing secara terperinci oleh Imam Gampong Geulanggang Baro, Tgk Fakhrurrazi, pelaksanaan pelatihan berlangsung setengah hari diawali
penjelasan terkait doa-doa yang dibacakan saat memulai menyiapkan kebutuhan penyelenggaraan jenazah.

Pelatihan setelah mendapat penjelasan secara teori  dilanjutkan  mempersiapkan kain kafan, memandikan, mengafani, menyalatkan hingga menguburkan mayit karena hal itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim terhadap jenazah muslim lainnya.

Baca juga: Munir Muhammad Pimpin KB PII Pidie, Amin Affan Jadi Ketua Dewan Penasehat 

Tgk Fakhrurrazi dalam penjelasannya mengatakan secara syariat, jenazah perempuan hanya boleh dimandikan oleh perempuan.

Namun bisa juga dimandikan oleh laki-laki dengan syarat laki-laki tersebut adalah suaminya ataupun mahramnya.

"Juga tak kalah penting memastikan saat dimandikan  mengatur jenazah dengan posisi yang layak dan nyaman untuk memandikan, serta memastikan bahwa seluruh tubuh jenazah dapat dijangkau dengan mudah, " Jelas Tgk
Fakhrurrazi.

Ia menambahkan setidaknya ada empat perkara wajib dalam Islam ketika ada saudara muslim yang meninggal dunia, yaitu memandikannya, mengkafaninya, menyolatinya, dan menguburkannya. (*)

Baca juga: Konjen Jepang Kunjungi Dayah Ruhul Qurani Meulaboh, Jajaki Kerjasama Pendidikan dan Kebudayaan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved