Rabu, 6 Mei 2026

Haji 2024

Arab Saudi Keluarkan Lebih dari 300.000 Jemaah Haji Ilegal dari Mekkah

Para jemaah ilegal itu termasuk 153.998 orang asing dari luar negeri dengan visa turis, bukan visa haji sesuai syarat.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
SHUTTERSTOCK/TAMLIKHO TAM
Ilustrasi haji 2024. Arab Saudi dilanda cuaca panas selama haji 2024. 

SERAMBINEWS.COM, MEKKAH - Arab Saudi pada Sabtu (8/6/2024) mengeluarkan lebih dari 300.000 jemaah haji ilegal dari Kota Mekkah.

Para jemaah ilegal itu termasuk 153.998 orang asing dari luar negeri dengan visa turis, bukan visa haji sesuai syarat.

Otoritas Arab Saudi juga menangkap 171.587 orang yang berdomisili di Arab, tetapi bukan penduduk Mekkah dan tidak memiliki izin haji, menurut laporan kantor berita pemerintah Saudi Press Agency (SPA).

Jumlah jemaah menjadi salah satu perhatian utama selama ibadah haji, yang tahun lalu dihadiri lebih dari 1,8 juta umat Muslim dari seluruh dunia.

Kantor berita AFP melaporkan, banyak orang hendak melakukan ibadah haji melalui jalur ilegal karena mahalnya biaya resmi dan terbatasnya kuota jemaah dari setiap negara.

Jemaah yang melebihi kapasitas sempat berujung musibah pada 2015, ketika prosesi lempar jumrah di Mina menewaskan hingga 2.300 orang, menjadi bencana haji paling mematikan sepanjang sejarah.

Kekhawatiran akan terulangnya insiden itu membuat Arab Saudi menindak tegas jemaah haji yang tidak terdaftar.

Hingga Sabtu (8/6/2024), lebih dari 1,3 juta jemaah yang terdaftar sudah tiba di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji, kata otoritas daerah Mekkah di media sosial X.

Baca juga: Besok Pagi, Jamaah Haji Kloter Terakhir Embarkasi Aceh Diberangkatkan ke Tanah Suci

Jemaah Haji Tanpa "Smart Card" Tak Bisa Masuk Armuzna pada Puncak Haji

Pembatasan jemaah yang akan melaksanakan rangkaian ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) di Mekkah mulai dilakukan Pemerintah Arab Saudi.

Kawasan Armuzna hanya bisa dimasuki pemegang visa haji dan kartu pintar (smart card).

Smart card akan mulai digunakan sejak jemaah menuju ke Arafah pada 8 Dzulhijjah atau 14 Juni 2024.

Jemaah haji Indonesia akan melakukan proses scan barcode Smart Card terlebih dahulu sebelum naik ke bus.

"Penggunaan smart card sejak di pemondokan. Jemaah di cek satu per satu dari hotel. Setelah itu di scan dan baru masuk ke dalam bus," kata Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) Daerah Kerja Madinah, Ahmad Hanafi di Mekkah, Jumat (7/6/2024), seperti dilaporkan jurnalis KOMPAS.com anggota Media Center.

Jemaah yang tidak memiliki Smart Card, dilarang masuk ke Armuzna, apapun kedudukannya.

Pemerintah Saudi akan menempatkan para petugas yang melakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan seluruh jemaah di Armuzna memiliki smart card.

Ketua Masyariq M Amin Indragiri mengatakan Pemerintah Arab Saudi menyiapkan sanksi berat bagi para pihak yang melanggar.

“Ketentuan ini sengaja disampaikan sejak awal, bukan untuk menakut-nakuti sebab, kita justru ingin memberikan hak untuk jemaah haji yang sudah membayar," kata Amin saat Rapat Koordinasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bersama Masyariq dan pimpinan Maktab di Mekkah, beberapa waktu lalu.

Aturan baru ini, kata Amin, sebagai bentuk upaya Pemerintah Arab Saudi yang ingin memberikan layamam kepada jemaah agar bisa melaksanakan ibadah hajinya dengan tenang dan nyaman.

Pertemuan ini membahas persiapan layanan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Salah satu yang dibahas yakni distribusi Smart Card yang diberlakukan tahun ini dan skema penggunaannya dalam proses pergerakan jemaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Adapun maktab adalah para pihak yang membantu Masyariq dalam memberikan layanan kepada jemaah haji Indonesia.

Total ada 73 maktab yang melayani jemaah haji Indonesia.

Berikut prosedur penggunaan smart card saat keberangkatan jemaah ke Arafah:

1. Bus akan datang ke hotel jemaah bersama petugas yang membawa alat scan barcode.

2. Jemaah bersiap di lobi hotel sesuai dengan jadwal keberangkatan ke Arafah yang telah disusun

3. Petugas melakukan scan barcode pada Smart Card Jemaah sehingga namanya muncul dalam manifes.

4. Jemaah yang sudah melakukan scan barcode dipersilakan menaiki bus.

5. Jika sudah penuh, manifes akan ditutup dan pintu bus akan disegel.

 
6. Bus berangkat menuju Arafah. Pintu bus baru akan dibuka setelah sampai di depan pintu masuk setiap Maktab.

7. Dilarang membuka pintu segel kecuali setelah sampai maktab di Arafah.

8. Jika kedapatan segel robek atau rusak, jemaah dalam bus tidak boleh masuk ke Arafah.

9. Dalam perjalanan dari Mekkah ke Arafah, akan ada pemeriksaan (check point) yang dilakukan secara acak oleh pihak keamanan umum.

Amin berharap berbagai proses yang tengah disiapkan bisa berjalan sesuai rencana. Kebijakan baru ini sekaligus menjadi tantangan lain dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Ini bagian dari tantangan kita semua atas kebijakan baru yang diterapkan tahun ini. Tapi Insya Allah jika kerja sama antara maktab dan sektor perumahan jemaah haji Indonesia terjalin dengan baik, semua akan ringan. Ini tanggung jawab bersama,” kata Amin.

Sebagai informasi, rapat koordinasi dihadiri juga oleh Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim, para Staf Khusus Menteri Agama, para Pejabat Eselon II Kemenag, Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro, serta Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam. Hadir juga, Ketua Masyariq M Amin Indragiri beserta jajarannya, serta para pimpinan dari 73 maktab.

Berbagai persiapan terus di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) terus dimatangkan.

Ketua Masyariq M. Amin Indragiri mengatakan pihaknya telah melakukan finalisasi persiapan layanan di Armuzna. Mulai dari kesiapan listrik dan pendingin ruangan (AC).

“Alhamdulillah siang tadi sudah uji coba di Arafah. Selama enam jam listrik dan AC dihidupkan dan alhamdulillah berjalan dengan baik,” kata Amin Indragiri di Mekkah, Jumat (7/6).

Menurut Amin, saat ini seluruh maktab sedang menyiapkan beragam kelengkapan jemaah haji di tenda.

Misalnya, memasang hambal atau kasur, baik di Arafah maupun Mina.

“Lebih 300 ribu meter tenda jemaah sudah dipasang conblock sehingga lantai tenda lebih rata dan harapannya bisa lebih nyaman untuk duduk dan tidur jemaah. Alhamdulillah selama 14 hari kerja siang dan malam, sudah selesai 100 persen,” kata Amin.

Selain layanan akomodasi, pihaknya juga akan menyiapkan layanan konsumsi. Dalam hal ini Amin menyiapkan makanan siap saji yang didatangkan langsung dari Tanah Air.

“Untuk makan siap saji, lebih 1,3 juta paket sudah sampai di Arab Saudi. Itu semua didatangkan dari Indonesia. Hanya tinggal dibawa ke Masyair saja,” kata Amin.

Terkait persiapan transportasi, Amin Indragiri mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan penggunaan 500 – 600 unit bus dengan tipe city bus seperti yang digunakan untuk bus shalawat.

Namun ternyata, pihaknya mendapatkan izin mengoperasikan 1.000 bus kota untuk mengangkut jemaah haji Indonesia.

“Alhamdulillah, setelah diupayakan, kita malah mendapat kabar telah memperoleh persetujuan untuk penggunaan 1.000 city bus,” kata Amin.

Di luar layanan Armuzna, Amin Indragiri menyebut Masyariq akan menyiapkan layanan tambahan berupa makanan Albaik.

Makanan ini akan dibagikan kepada jemaah haji saat mereka akan meninggalkan Mekkah, baik pulang ke Tanah Air atau menuju Madinah.

“Albaik sudah siap untuk dibagikan ke jemaah. Kami sudah melakukan kontrak resmi. Sebelum balik ke Indonesia atau Madinah, sebelum berangkat jemaah akan dapat Albaik,” kata Amin mengakhiri.

Baca juga: VIDEO Tgk Irawan Launching Posko Pemenangan Bacalon Bupati Aceh Besar

Baca juga: Pendidikan Kader Ulama Bireuen Digelar hingga 15 Juni, Wakil Ketua STIS Ummul Ayman Jadi Pemateri 

Baca juga: Ini Prakiraan Cuaca Sebagian Aceh Besok Hingga Rabu, 12 Juni 2024

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved