Kajian Islam
Panitia Kurban tak Boleh Diupah Pakai Daging Kurban, Ini Alasannya
Lebih lanjut, Buya menegaskan bahwa upah yang diberikan kepada tukang jagal dan panitia kurban harus berupa uang, bukan daging kurban.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM - Tukang jagal hingga panitia kurban tentu sangat berjasa karena telah menyembelih hewan kurban serta membungkusnya dengan rapi untuk dibagikan kepada masyarakat.
Melihat hal tersebut, terkadang ada tukang jagal hingga panitia kurban yang langsung mengamankan porsi daging kurban untuk dirinya sendiri. Mengingat pekerjaan yang dilakukan sudah menjadi pahala yang besar.
Dalam hal ini, banyak yang mempertanyakan apakah tukang jagal boleh mengambil bagian daging kurban untuk dirinya sendiri atau bolehkan tukang jagal dan panitia mendapatkan upah atau bayaran dengan daging kurban?
Pemberian daging kurban kepada tukang jagal atau panitia kurban adalah sebuah larangan kata Buya Yahya.
Lewat kanal YouTubenya, pendakwah Buya Yahya mengatakan bahwa tukang jagal dan panitia kurban tidak dibolehkan mengambil daging kurban.
Buya Yahya kemudian menceritakan bahwa saat ini masih banyak ditemukan kasus pada tukang jagal yang langsung mengambil bagian daging kurban untuk dibawa pulang.
Bukan tanpa alasan, pengambilan daging kurban tersebut alih-alih karena dirinya telah berjasa menyembelih hewan kurban.
Mengambil daging kurban oleh tukang jagal hingga panitia kurban adalah bentuk dari perlakuan egois tanpa memikirkan kemaslahatan orang lain.
Baca juga: Rezeki Tiap Orang Berbeda, Tapi Coba Lakukan Hal Ini Agar Terasa Cukup dan Berkah Kata Buya Yahya
"Tolong tukang sembelih ini sok banget, kalau nyembelih langsung ngambil paha sapi satu dibawa pulang dipikul, wah ini keblinger, jangan boleh kalau nyembelih begitu, seenaknya aja, ini sudah menjadi kebiasaan. Kalau sudah penyembelihnya langsung ngambil bagian yang besar, kalau gak dia cemberut marah," kata Buya Yahya.
Lebih lanjut, Buya menegaskan bahwa upah yang diberikan kepada tukang jagal dan panitia kurban harus berupa uang, bukan daging kurban.
Ketentuan ini sudah dijelaskan lewat akad saat membayar hewan kurban.
"Lebih baik pakai akad, digaji, dibayar berapa penyembelih, pokoknya jangan ambil sesuatu karena ini untuk kemaslahatan yang lainnya," pungkas Buya Yahya.
Apa Hukum Orang Kaya Menerima Daging Kurban? Begini Kata Buya Yahya
Tak lama lagi umat Muslim di seluruh dunia akan menyambut hari raya Idul Adha, dimana pada hari tersebut disunnahkan untuk berkurban.
| Bolehkah Anak Laki-laki Memandikan Jenazah Ibunya? Ini Penjelasan Buya Yahya yang Bikin Tenang |
|
|---|
| Buya Yahya soal Taubat Transgender: Tak Perlu Operasi Ulang, Warganet Kaitkan Lucinta Luna |
|
|---|
| Amalan untuk Meringankan Orang yang Wafat & Semasa Hidupnya Jarang Shalat, Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
| Hukum Meminjamkan Nama & KTP untuk Utang Riba ke Rentenir? Buya Yahya: Siap-Siap Ikut Tanggung Dosa! |
|
|---|
| Takut Hamil, Istri Diam-diam Pasang KB, Bolehkah Tanpa Sepengetahuan Suami? Ini Kata Buya Yahya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/0307Kurban-Asyraf.jpg)