Senin, 13 April 2026

Aceh Tamiang

Demi Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Jalan Menuju Wisata Gunung Pandan Diusulkan Diaspal

“Kunjungan wisatawan ini berimbas ke warung-warung penduduk, transaksi jual beli di kampung meningkat,” kata Suherman...

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Eddy Fitriadi
Dok Pokdarwis
Turis asing terlihat mengunjungi Gunung Pandan, Aceh Tamiang, belum lama ini. Peningkatan infrastruktur diyakini akan menambah daya tarik wisata pemandian alam ini. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Objek wisata Gunung Pandan di Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang telah menjadi primadona.

Pesona alam asri dan jernihnya air sungai berhasil memikat banyak wisatawan setiap akhir pekan ataupun libur nasional.

Datok Penghulu Kampung Selamat, Suherman mengakui keberadaan Gunung Pandan menjadi poros ekonomi baru dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran wisatawan dari berbagai dearah berdampak terhadap meningkatnya perekonomian masyarakat lokal.

“Kunjungan wisatawan ini berimbas ke warung-warung penduduk, transaksi jual beli di kampung meningkat,” kata Suherman, Rabu (3/7/2024).

Herman, sapaannya sudah mengarahkan Pokdarwis Gunung Pandan terus melakukan inovasi agar kunjungan wisatawan tidak berkurang. Salah satu terobosan yang sedang dilakukan saat ini ialah memanfaatkan musim durian sebagai ajang promosi.

“Alhamdulillah berhasil, sangat banyak wisatawan datang hanya untuk mencari durian. Kebetulan durian kami cukup berkualitas,” katanya sembari berpromosi.

Sejauh ini kombinasi keasrian alam dan kualitas durian sudah berhasil menjadi daya pikat pengunjung datang berbondong-bondong. Herman meyakini bila perpaduan ini didukung insfrastruktur yang lebih baik, maka angka kunjungan akan meningkat drastis.

Dijelaskannya jalan menuju Gunung Pandan belum sepenuhnya beraspal. Kurang lebih jalan sepanjang 5 kilometer masih kondisi tanah atau pegnerasan. Jalan ini kata dia terbagi dalam dua titik, di mana salah satu titik berada di perkampungan penduduk.

“Kalau musim kemarau, jalan ini berdebu, kasihan masyarakat terkena imbas,” kata dia.

Pemerintahan Kampung Selamat bersama Pokdarwis biasanya menyiasati serangan debu ini dengan menyiram air.

Tentunya dibutuhkan anggaran tidak sedikit, karena penyiraman dilakukan bisa lebih dua kali dalam sehari.

“Kadang warga minta ganti rugi, karena rumahnya berdebu,” ungkapnya.

Suherman berharap kekurangan ini bisa diatasi Pemkab Aceh Tamiang. Sesuai mekanisme, usulan pengaspalan jalan ini sudah diajukan melalui Musrenbang.

“Sudah masuk Musrenbang, harapan kami segera direalisasikan karena menyangkut peningkatan kesejahteraan masyarakat kami,” kata Herman. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved