Sabtu, 25 April 2026

Peluncuran Buku

Al Aziziyah Press MUDI Samalanga Luncurkan Buku Antologi DAYAH 1446 H

Buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumbangan yang berarti dalam memperkaya khazanah literatur Indonesia, khususnya...

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Eddy Fitriadi
For Serambinews.com
Buku Antologi DAYAH 1446 H diluncurkan di Dayah MUDI Samalanga, Bireuen, Minggu (7/7/2024). 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Satu buku  berjudul Antologi Dayah 1446 H, Dialektika Kedayahan, Refleksi, Pengalaman dan Gagasan diterbitkan Al Aziziyah Press,  Minggu (7/7/2024) dilaunching bertempat di komplek
Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Bireuen.

Momentum peluncuran buku ini dirasa sangat tepat karena bertepatan dengan bulan Muharram, yang
merupakan awal tahun Hijriah.

Pemimpin Redaksi Al Aziziyah Press, Muhammad Abrar dalam rilisnya kepada Serambinews.com, Senin (8/7/2024) mengatakan, buku  tersebut merupakan hasil dedikasi dan kerja keras dari para penulis dari unsur aktivis dan pemerhati dayah di Aceh.

Abrar berharap, buku  Antologi Dayah dapat menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan bagi pembaca bagi banyak orang, lebih-lebih bagi kalangan dayah juga pemangku kebijakan kedayahan dalam unsur pemerintah.

Dengan diluncurkannya buku ini,  Al Aziziyah Press membuktikan komitmennya dalam mendukung perkembangan dunia literasi di Indonesia.

Buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumbangan yang berarti dalam memperkaya khazanah literatur Indonesia, khususnya terkait dengan keberadaan dayah di Aceh.

Buku ini menyorot tentang kendala dan harapan pendidikan dayah di Aceh, gagasan ureung dayah bagi masyarakat
tentang keresahan mereka terhadap judi online, pengalaman beut di warung kupi sebagai warna baru dalam strategi dakwah ulama dayah di Aceh.

Antologi Dayah 1446 H, Dialektika Kedayahan; Refleksi, Pengalaman, dan Gagasan merupakan kumpulan tulisan yang mengangkat berbagai tema terkait dengan pemberdayaan dayah dalam konteks kehidupan masyarakat
Aceh.

Para penulis dalam buku ini memberikan refleksi, pengalaman, serta gagasan-gagasan yang menarik terkait dengan keberadaan dayah sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan di Aceh.

Direktur Al Aziziyah Press, Abdul Muhaimin HB menyebutkan, buku tidak hanya menjadi wadah bagi para penulis untuk menuangkan ide-ide mereka, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kearifan lokal Aceh
tentang dayah kepada masyarakat luas.

Dengan adanya buku tersebut  diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Aceh.

Selain itu, buku ini juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Aceh untuk lebih mencintai dan melestarikan warisan budaya yang dimiliki oleh tanah kelahiran mereka.

Melalui tulisan-tulisan dalam buku ini, para pembaca diajak untuk merenungkan dan memahami betapa pentingnya menjaga tradisi dan kearifan lokal dalam menghadapi arus globalisasi yang semakin cepat.

Pada edisi  tersebut banyak  kontributor yang ikut menyumbangkan gagasan dan ide solutif tentang kedayahan berjumlah 24 penulis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved