Sabtu, 13 Juni 2026

Kajian Islam

Pendapat Tentang Suro atau Muharram Bulan Malapetaka, Buya Yahya : Suudzon Kepada Allah

Pendakwah Buya Yahya menjawab soal bulan Suro atau Muharram yang dikaitkan dengan bulan sial, keramat atau bulan pembawa malapetaka.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
YOUTUBE/AL BAHJAH TV
Buya Yahya memberikan pendapat tentang suro atau muharram. 

Pendapat Tentang Suro atau Muharram Bulan Malapetaka, Buya Yahya : Suudzon Kepada Allah

SERAMBINEWS.COM - Pendakwah Buya Yahya menjawab soal bulan Suro atau Muharram yang dikaitkan dengan bulan sial, keramat atau bulan pembawa malapetaka.

Umat Islam menjadikan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriyah.

Sementara, Suro adalah bulan pertama dalam penanggalan Jawa. Meski namanya beda, namun kedua bulan itu berada di waktu yang sama.

Muharam atau Bulan Suro sering dianggap keramat oleh sejumlah masyarakat.

Seorang peserta kajian Al Bahjah bertanya kepada KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya soal Suro yang disebut bulan keramat dan penuh sial, terutama yang diyakini oleh masyarakat Jawa.

“Buya, sudah menjadi keyakinan bagi sebagian masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa bahwa bulan Muharram atau Suro dalam istilah Jawa adalah bulan keramat,” katanya dikutip dari tayangan YouTube Al Bahjah TV, Senin (8/7/2024).

Baca juga: Ada Anggapan Dosa Zina Bisa Menurun hingga ke Anak Cucu, Buya Yahya Tegas Beri Jawaban Ini

“Pada tanggal-tanggal tertentu mereka menghentikan aktivitas-aktivitas yang bersifat hajatan besar, menghindari perjalanan jauh, sebab hari itu mereka anggap hari nahas atau hari sial,” lanjutnya.

Lantas, benarkah Suro yang bertepatan dengan Muharram adalah bulan sial?

Menjawab hal tersebut, Buya Yahya pun buka suara. Jawabannya dibagikan melalui kanal YouTube Al Bahjah TV.

Buya Yahya mengungkap bahwa Allah senang dengan hamba yang berprasangka baik.

Kalau seorang hamba berprasangka baik, maka ia akan mendapatkan hal-hal baik sesuai dengan prasangkanya.

Buya Yahya membantah bahwa Muharram atau Suro adalah bulan penuh kesialan dan malapetaka.

Baca juga: Buya Yahya Sebut 5 Amalan Sangat Dianjurkan Bagi Umat Muslim Saat Bulan Muharam, Lengkap Keutamaan

Justru sebaliknya, bulan tersebut sangat dimuliakan. Apalagi Muharram merupakan salah satu bulan haram dalam Islam.

Buya Yahya juga menjelaskan bahwa semua hari adalah baik.

"Hari Allah itu semua baik, hari jelek itu hanya satu. Yaitu waktu Anda bermaksiat, melanggar Allah, itu adalah hari jelek," jelas Buya Yahya. Ia mengatakan tak ada hari atau bulan sial.

Begitu pula soal mitos yang tersebar di masyarakat soal larangan menikah di bulan Muharram atau Suro adalah hal yang dilarang.

Justru kata Buya, menikah tidak ada larangan pada bulan-bulan tertentu. Semakin cepat dilaksanakan suatu pernikahan maka semakin baik tanpa harus menunggu bulan-bulan yang dianggap baik.

Bulan Muharram atau Suro disebut bulan malapetaka berlaku di daerah Jawa, padahal ini merupakan anggapan yang salah.

Baca juga: Bukan karena Skincare, Buya Yahya Ungkap Rahasia agar Istri Terlihat Cantik dari Resep Alquran

Justru sebaliknya, bulan Muharram atau Suro ini adalah bulan yang pernuh berkah dan dianjurkan banyak melakukan amalan-amalan sunnah.

"Kebalikannya, itu bulan penuh rahmat (bulan muharram). Bulan Allah ada 12, 4 diantaranya adalah bulan haram, diantaranya adalah bulan muharram bulan haram, bulan yang dimuliakan, bukan bulan mala petaka," tegas Buya Yahya.

Adapun anggapan yang mengatakan bulan Muharram atau Suro adalah bulan sial, itu adalah kepercayaan yang salah, kepercayaan atau kebohongan yang berasal dari dukun.

Apabila seseorang yang mempercayainya, justru orang tersebut telah berburuk sangka kepada Allah.

"Gak ada itu jangan percaya yang demikian, ada berita-berita, itu adalah suudzan kepada Allah yang mengatakan hari naas.

Semua bulan itu adalah bulan baik, bulan mulia, selesai gak ada itu, jangan percaya yang lain, itu hanyalah bualan dukun," tegas Buya Yahya.

Baca juga: Bolehkah Perempuan Shalat Dzuhur Sebelum Shalat Jumat Selesai? Buya Yahya Ungkap Waktu yang Tepat

Buya melanjutkan bahwa semua hari adalah hari baik, hari yang bagus untuk melaksankan ibadah.

Sementara hari jelek itu hanya satu, bukan Muharram atau Suro tetapi hari jelek itu adalah hari dimana kita melakukan kemaksiatan.

"Hari jelek adalah hari dimana kita melakukan kemasiatan," imbuh Buya Yahya.

Jika tiba bulan Muharram atau Suro, justru kita semakin dianjurkan melakukan aktivitas yang positif dan amalan sunnah lannya seperti anjuran puasa yaitu puasa asyura, tasu'a hingga puasa ayyamul bidh.

"Bulan muharram adalah bulan istimewa maka lakukan puasa, Muharram untuk puasa. Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah bulan Muharram," pungkas Buya Yahya.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved