Berita Banda Aceh
Provinsi Aceh Darurat Diabetes Tertinggi Kelima Secara Nasional
"Artinya kalau tidak punya gejala, kita jangan menyangkal 'saya tak punya gejala gula'.” HENDRA ZUFRY
"Artinya kalau tidak punya gejala, kita jangan menyangkal 'saya tak punya gejala gula'.” HENDRA ZUFRY, Ketua Perkumpulan Endokronologi Indonesia Cabang Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Penyakit diabetes melitus (DM) di Indonesia terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan, termasuk di Aceh. Ketua Perkumpulan Endokronologi Indonesia Cabang Aceh, Dr dr Hendra Zufry SpPD K-EMD FINASIM, menyebut, angka yang dipublikasikan perhimpunan diabetes dunia, Indonesia mempunyai prevalensi 10,9 persen penderita diabetes.
"Jadi kalau dari 275 juta penduduk Indonesia, berarti sekitar 20 jutanya penderita diabetes, diantaranya itu hanya 24 persen yang terdiagnosis," ujarnya, saat menjadi narasumber Serambi Spotlight tayang di YouTube Serambinews.com dipandu host Bukhari M Ali, News Manajer Serambi Indonesia, Rabu (10/7/2024).
Dikatakan, berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia tahun 2023, penderita diabetes di Aceh berada pada posisi kelima se-Indonesia, di bawah Gorontalo, Sulawesi Utara, Banten dan Jawa Timur.
Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh itu menerangkan, kondisi ini terus memperihatinkan tak hanya dari tingginya penderita diabetes, tetapi juga kondisi pasien diabetes yang kian memburuk.
Ia menyebutkan, hampir 80 persen pasien diabetes terpantau masuk dalam kategori buruk dan komplikasi. "80 persen pada kategori terpantau buruk, karena capaian kadar gula rata-rata 9,4. Banyak pula dari mereka datang dengan 74 persen kondisi sudah komplikasi. Jadi bukan saja gulanya yang tinggi, tapi sudah komplikasi. Lalu 94 persen biaya yang dikeluarkan untuk mengobati pasien diabetes, bukan untuk mengobati menurunkan gulanya tapi hanya mengobati komplikasi yang muncul, jadi bisa dibilang diabates ini penyakit yang banyak dan menghabiskan biaya yang tinggi," papar dokter spesialis penyakit dalam konsultan Endokrin itu.
Karenanya, penting sekali mengontrol asupan kadar gula yang masuk ke tubuh. Ia menyebut, adapun batas harian mengonsumsi gula adalah sekitar 30 gram per hari atau sekitar dua sendok makan.
Ditambahkan, setiap individu juga perlu waspada beberapa gejala klasik diabetes terutama pada penderita usia muda. Seperti sering merasa haus dan lapar, intensitas buang air kecil meningkat, berat badan menurun, muncul gatal-gatal di kemaluan dan kebas.
"Artinya kalau tidak punya gejala, kita jangan menyangkal 'saya tak punya gejala gula'. Pada usia di atas 50 tahun, saya takut gejala khas tadi muncul lagi. Gula dalam darah tinggi dan merusak semua organ yang ada," imbuhnya.
Meski gejala itu tidak dirasakan pada usia tua, tapi perlu untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Terutama pada anda yang memiliki ciri, yakni usia 40 tahun mengalami obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, jam tidur kurang, kualitas tidur yang buruk dan tidak pernah olahraga 30 menit sehari lebih dari tiga bulan.
"Kalau punya itu, hendaknya segera melakukan pemeriksaan skrining dengan darah vena yang meliputi kadar gula darah puasa dan setelah makan. Kalau hasilnya normal, kita cukup ulang pemeriksaan tiga tahun sekali," ungkapnya.
Namun, jika masuk dalam kelompok prediabetes, artinya kondisi ketika kadar gula dalam darah sudah melebihi batas normal, tetapi tidak setinggi pada penderita diabetes tipe dua, maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan cukup setahun sekali.
"Sekelompok orang prediabtes ini populasinya tiga kali lipat dari populasi diabetes, ini cukup ulang pemeriksaan satu tahun sekali saja," pungkasnya.(fu)
Berita Banda Aceh
Aceh Darurat Diabetes
HENDRA ZUFRY
Ketua Perkumpulan Endokronologi Indonesia Cabang A
| PT Pema Terus Berbenah, Menata Fondasi Menuju BUMD Masa Depan Aceh |
|
|---|
| Sekda Aceh Tegaskan Pancasila Jadi Jangkar Moral Bangsa di Tengah Tantangan Global |
|
|---|
| PKS Banda Aceh Sembelih 8 Ekor Hewan Kurban, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi |
|
|---|
| Integrasikan AI dan Nilai-Nilai Islam, Dua Mahasiswa USK Harumkan Nama Aceh di Ajang Nasional |
|
|---|
| Idul Adha di Rutan Banda Aceh, Warga Binaan dan Petugas Nikmati Kuah Beulangong Bersama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hendra-zufry_20160614_093522.jpg)