Kamis, 7 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

Rafa Salama Komandan Senior Hamas Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengakui bahwa "tidak ada kepastian" bahwa Deif telah terbunuh.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
SABA News Agency
Pasukan Israel menembakkan beberapa roket besar ke arah masjid Ben Othman yang terletak di jantung Shujaiya, Gaza pada Selasa (2/7/2024). Serangan tersebut mengubah masjid yang merupakan salah satu landmark sejarah Islam di Jalur Gaza itu hancur menjadi reruntuhan. 

SERAMBINEWS.COM - Militer Israel mengatakan bahwa komandan militer senior Hamas, Rafa Salama, "salah satu dalang" serangan 7 Oktober yang memicu perang Gaza, telah tewas dalam serangan Israel di Gaza.

Sebuah pernyataan militer Israel mengatakan angkatan udara Israel "menyerang dan melenyapkan komandan Brigade Khan Yunis Hamas, Rafa Salama", dalam serangan pada hari Sabtu (13/7) lalu di Jalur Gaza selatan.

Serangan itu juga menargetkan Mohammed Deif, panglima militer kelompok milisi Palestina tersebut, kata pihak militer Israel, dilansir kantor berita AFP, Senin (15/7/2024).

Seorang pejabat Hamas mengatakan pada hari Minggu (14/7), bahwa Deif masih hidup dan mengawasi operasi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengakui bahwa "tidak ada kepastian" bahwa Deif telah terbunuh.

Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas, 92 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka dalam serangan di kamp Al-Mawasi, tempat puluhan ribu pengungsi Palestina mengungsi.

Militer Israel mengatakan serangannya pada hari Sabtu tersebut ditujukan ke Deif dan Salama di "area terbuka" yang "bukan kompleks tenda, namun kompleks operasional."

Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut Salama sebagai salah satu "rekan terdekat" Deif dan "salah satu dalang pembantaian 7 Oktober" di Israel selatan.

Baca juga: Hamas Melunak, Izinkan Pihak Non Partisan untuk Memerintah Gaza Pasca Perang

Disebutkan bahwa Salama bergabung dengan Hamas pada awal tahun 1990an, menjadi komandan batalion "dan memainkan peran penting" dalam penculikan tentara Israel Gilad Shalit pada tahun 2006. Shalit dibebaskan pada tahun 2011 dengan imbalan lebih dari 1.000 tahanan Palestina.

Menurut militer Israel, Salama menjadi komandan Brigade Khan Yunis Hamas pada tahun 2016 dan bertanggung jawab atas peluncuran roket ke Israel dan "dua terowongan ofensif".

Serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober tersebut mengakibatkan kematian 1.195 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka Israel.

Pembalasan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 38.584 orang di Gaza, sebagian besar adalah warga sipil, menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas.

 

Jumlah Korban

Saat Israel masih melancarkan agresinya di Jalur Gaza, jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi lebih dari 38.584 jiwa dan 88.881 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Senin (15/7/2024), dan 1.147 kematian di wilayah Israel, seperti dilaporkan Al Mayadeen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved