Berita Banda Aceh
Gadis Aceh Jadi Korban Agen Ilegal, Hari Ini Jenazah Dipulangkan dari Malaysia
Saat ini jenazah korban dalam pengurusan untuk pemulangan ke kampung halamannya, di Aceh Timur.
Bagi warga Aceh yang ingin ke luar negeri, namun di sana tidak ada orang yang dikenal, tempat tinggalnya tidak jelas, dan memaksa diri untuk pergi, apalagi dengan agen ilegal, ini akan lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Percayalah. Bukhari Ibrahim, Ketua SUBA
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kabar duka bagi warga Aceh kembali datang dari negeri jiran, Malaysia. Nur Sa’adah (27), perempuan muda asal Gampong Seuneubok Pango, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, meninggal dunia pada Senin lalu setelah sekian lama sakit-sakitan dan dirawat di rumah sakit Malaysia. Lantaran berangkat melalui agen ilegal, pengobatan maupun pemulangannya ke Tanah Air menghadapi banyak rintangan.
Saat ini jenazah korban dalam pengurusan untuk pemulangan ke kampung halamannya, di Aceh Timur.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Sosialisasi Ummah Bansigom Aceh (SUBA), Bukhari Ibrahim, di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam Breaking News di Youtube Serambinews.com, Selasa (16/7/2024).
Bukhari mengatakan, Nur Sa’adah meninggal dunia di rumah sakit di Ipoh, Negara Bagian Perak, Malaysia, pada Senin (15/7/2024) waktu setempat karena pecah pembuluh darah.
“InsyaAllah besok, Rabu 17 Juli 2024), jenazah Nur Sa’adah akan di pulangkan ke Aceh Timur melalui Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara,” ujarnya.
Pemulangan jenazah Nur Sa’adah ini, kata Ketua SUBA, seluruh biayanya ditanggung oleh sang majikan setelah tidak adanya kejelasan dan tanggung jawab agen yang membawanya ke Malaysia.
Upaya pemulangan jenazah Nur Sa’adah ke kampung halaman, kata Bukhari, cukup alot karena awalnya pihak majikan enggan menanggung biaya. Sebab, pangakuan pihak majikan, dirinya telah mengabiskan banyak biaya untuk pengobatan Nur Sa’adah.
“Lalu saya katakan ke pihak majikan bahwa dia menerima kedatangan Nur Sa’adah di rumahnya dari seorang agen ilegal dan tidak memiliki dokumen sah. Kalau memang majikan tersebut tidak mau bertanggung jawab, maka dirinya akan melaporkan kasus ini berdasarkan undang-undang Malaysia,” ujar Bukhari. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Bukhari, Nur Sa’adah telah berada di Malaysia sejak tujuh bulan lalu.
Ia berangkat melalui sebuah agen ilegal di Aceh yang dikelola oleh NI, seorang perempuan Aceh yang kerap merekrut perempuan muda di Aceh untuk dibawa ke Malaysia, dengan janji mendapatkan kerja.
Setibanya di Malaysia, Nur Sa’adah dipekerjakan sebagai pengurus pantai jompo yang merawat sejumlah orang tua.
Pengakuan agen kepada Bukhari, pihak majikan tersebut membayar 4.000 Ringgit kepadanya, yang disebut sebagai uang ongkos perjalanan Nur Sa’adah dari Aceh hingga ke Ipoh. Bukhari melanjutkan, berdasarkan informasi yang dikumpulkannya, Nur Sa’adah sempat lari dari rumah majikannya tersebut dan akhirnya kembali lagi. Lalu sejak 3 April 2024, Nursa’dah mulai sakit-sakitan dan kerap keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
“Lamanya dia di Malaysia sudah 7 bulan. Tetapi dia mulai sakit-sakitan dari 3 April 2024. Ini saya dapatkan informasinya dari salah satu perkerja di rumah majikan tersebut,” ujar Bukhari.
Bukhari melanjutkan ketika Nur Sa’adah sudah mengalami sakit-sakitan, pihak majikan kemudian mengubungi agen tersebut untuk menariknya kembali. Menurut pengakuan majikan kepada Bukhari, pihak agen tidak kunjung menjemput Nur Sa’adah dan membiarkannya terbaring sakit hingga meninggal.
“Jadi majikannya itu bertanya ke agen, ‘Kalau dia (Nur Sa’adah) meninggal bagaimana?’. Agen tersebut menjawab ‘kalau dia meninggal buang saja ke sungai’. Ini bahasa yang sangat tidak bisa kita terima,” terangnya.
Berita Banda Aceh
Gadis Aceh di Malaysia
Korban Agen Ilegal
Jenazah Dipulangkan dari Malaysia
Ketua SUBA
Bukhari Ibrahim
| BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Aceh |
|
|---|
| Rumah Amal USK Salurkan Ribuan Daging Qurban, Jangkau Korban Banjir di Empat Kabupaten Aceh |
|
|---|
| SMAN Unggul Subulussalam hingga MAN Model, Ini 10 Sekolah yang Mendominasi Jalur Talenta USK 2026 |
|
|---|
| Komite SMA Negeri Modal Bangsa Apresiasi Capaian 93 Siswa Lulus PTN melalui Jalur UTBK |
|
|---|
| 93 Siswa SMA Modal Bangsa Aceh Tembus SNBT, 17 Di Antaranya Lulus di FK USK |
|
|---|