Selasa, 14 April 2026

Taksi Terbang IKN Buatan Hyundai Siap Diuji pada 29 Juli, Ini Spesifikasinya

Taksi terbang pabrikan Hyundai Motors Company dan Korea Aerospace Research Institute (KARI) ini tiba di Bandara APT Pranoto Samarinda pada Kamis (9/5/

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER
Taksi terbang buatan Hyundai Motors Company akan diuji coba 29 Juli 2024 

SERAMBINEWS.COM, NUSANTARA - Taksi terbang atau sky taxi akan uji terbang di wilayah udara Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, pada tanggal 29 Juli 2024.

Teknologi moda transportasi udara atau Urban Air Mobility-Advanced Air Mobility (UAM-AAM) terbaru ini merupakan bagian dari pengembangan sistem transportasi cerdas di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Taksi terbang pabrikan Hyundai Motors Company dan Korea Aerospace Research Institute (KARI) ini tiba di Bandara APT Pranoto Samarinda pada Kamis (9/5/2024).

Direktur Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN (OIKN) Mohammed Ali Berawi menuturkan, sky taxi dengan nomor lambung HL016X ini merupakan pesawat udara tanpa awak (PUTA) dengan nama Optionally Piloted Personal Air Vehicle (OPPAV).


"Taksi terbang tersebut memiliki spesifikasi khusus dan dibekali teknologi canggih terkini," ujar Ale, sapaan akrabnya, kepada Kompas.com, Jumat (19/7/2024). 

Kecepatannya dapat mencapai 200 kilometer per jam dengan daya angkut muat 100 kilogram dan terbang pada ketinggian 50-80 meter.

Uji coba akan dilakukan selama sebulan penuh untuk mengevaluasi kinerja dan keamanannya.

Moda UAM-AAM ini dirancang untuk meningkatkan mobilitas perkotaan melalui solusi transportasi udara yang inovatif.

Ale juga menegaskan, uji coba ini hanya bersifat Proof-of-Concept (PoC) tanpa awak dan barang, serta bukan merupakan kegiatan operasional komersial.

Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi persyaratan penting dan kecocokan ekosistem dalam realisasi mobilitas udara sebagai jalur middle-mile yang terintegrasi dengan mobilitas darat first/last-mile.

Baca juga: Jokowi Tiba di Abu Dhabi Disambut Langsung Presiden Muhammed Bin Zayed, Bahas Investasi untuk IKN


Setelah uji terbang, Hyundai dan KARI berencana untuk mengembangkan skema bisnis melalui Supernal, perusahaan Hyundai Motor Group di Amerika Serikat yang mengembangkan pesawat untuk mobilitas udara perkotaan. 

Pengembangan tersebut akan dikomersialkan, serta dilanjutkan hingga pengembangan teknologi penerbangan autonomous.

"Kami berharap dengan terbentuknya tim teknis antara Hyundai dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dapat melakukan pengembangan teknologi industri ini secara masif ke depannya," ucap Ali.

Adapun koordinasi penggunaan ruang udara dengan Bandara APT Pranoto dilakukan sepanjang April hingga Juli 2024.

Kepala Bandar Udara (Kabandara) APT Pranoto Samarinda Maeka Rindra Hariyanto memastikan mendukung penuh uji coba taksi terbang IKN ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved