Pilkada 2024
Singgung Jiwa Keacehan, Dekan FISIP UIN Ar-Raniry Ungkap 4 Syarat Khusus bagi Calon Pemimpin Aceh
Dekan FISIP UIN Ar-Raniry mengungkapkan, setidaknya ada empat syarat khusus menjadi pemimpin supaya Aceh benar-benar sejahtera ke depan.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Ar-Raniry, Dr Muji Mulia MAg mengungkapkan, setidaknya ada empat syarat khusus menjadi pemimpin supaya Aceh benar-benar sejahtera ke depan.
Pertama, pemimpin Aceh benar-benar mempunyai jiwa keacehan. Kedua, harus mengetahui kondisi dan permasalahan di lapangan, sehingga nanti bisa memberikan solusi nantinya.
Ketiga, orang-orang yang punya koneksi atau jaringan ke pusat. Keempat, harus menjadi mandataris syariat Islam.
"Saya melihat kepemimpinan Aceh ke depan minimal ada empat syarat khusus ini, supaya Aceh benar-benar maju dan sejahtera," kata Dr Muji dalam program Serambi Spotlight dipandu News Manajer Serambi Indonesia, Bukhari M Ali di Studio Serambinews.com, Rabu (24/7/2024).
Baca juga: Prof Saiful: Banda Aceh Butuh Wali Kota Baru yang Solutif dan Progresif, Agar Tak Tertinggal
Baca juga: Bustami Hamzah: Aceh Butuh Orang Profesional yang Berpikir ke Depan, Tidak Diselingi Kepentingan
Tak Boleh Jelekkan Calon Lain, Syarat Pemimpin adalah Keteladanan
Akademisi UIN Ar-Raniry itu juga menyampaikan, jelang Pilkada Aceh 2024, para kandidat bakal calon gubernur, bupati dan wali kota diminta agar berjiwa besar, berkampanye secara fair dan kompetitif.
Dikatakannya, berkampanyelah secara elegan dengan mengedepankan track record. Terlebih di era kemajuan teknologi seperti sekarang, setiap sosok akan mudah terlacak rekam jejak atau jejak digitalnya.
"Untuk itu, tidak boleh menjelek-jelekkan calon yang lain, karena salah satu syarat menjadi pemimpin adalah keteladanan," kata Muji.
Di sisi lain, menurutnya Aceh butuh pemimpin cerdas, punya jiwa kepemimpinan yang baik, visioner, punya visi betul-betul memajukan Aceh ke depan mengingat daerah ini masih bermasalah dari lini kesejahteraan, kesehatan serta berbagai permasalahan lainnya.
"Dan pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang bisa memenej bawahannya. Top leader itu bukan dia yang lakukan, tapi bawahannya dengan kemampuan leadership," ungkap Muji.
Baca juga: Pj Gubernur Aceh Bustami: Saya Manusia Biasa, Tidak Mampu Puaskan Semua orang
Dekan FISIP UIN Ar-Raniry itu juga menyampaikan, bila melihat perdamaian Aceh pasca-konflik dalam konteks luas, tujuannya adalah agar masyarakat makmur dan sejahtera.
"Pemimpin ke depan punya tanggung jawab itu, menjaga perdamaian melalui kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
(Serambinews.com/Sara Masroni)
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tahu-Masalah-hingga-Keacehan-Ini-4-Syarat-Jadi-Pemimpin-Aceh-Menurut-Dekan-FISIP-UIN-Ar-Raniry.jpg)