Mihrab
Generasi Emas Dalam Koridor Agama
Ummu Madrasah ula bukan hanya sebagai pendidik yang memberikan pengetahuan akademis, tetapi juga sebagai teladan moral bagi anak-anak.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM - Dalam pandangan norma hukum Islam, peringatan Hari Anak Nasional adalah kesempatan untuk menegaskan kembali pentingnya perlindungan dan kesejahteraan anak-anak dalam masyarakat.
Islam mengajarkan bahwa anak-anak adalah amanah yang harus dijaga dengan baik.
Pengurus DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Junaidi mengatakan, konsep Ummu Madrasah ula, atau ibu guru pertama, memiliki kedudukan yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak-anak.
“Ummu Madrasah ula adalah figur yang pertama kali bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan awal, moralitas, dan nilai-nilai agama kepada anak-anak sejak usia dini,"
"Perannya memiliki relevansi yang besar untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak secara fisik, mental, dan spiritual,” ujarnya, Kamis (25/7/2024).
Dikatakannya, Ummu Madrasah ula bukan hanya sebagai pendidik yang memberikan pengetahuan akademis, tetapi juga sebagai teladan moral bagi anak-anak.
Berdasarkan ajaran Islam, pendidikan anak dimulai dari rumah tangga, dan ibu memegang peranan sentral dalam memberikan pengajaran agama, moralitas, serta nilai-nilai sosial kepada anak-anak sejak usia dini.
“Ummu Madrasah ula tidak hanya mengajar dengan kata-kata, tetapi juga dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan kepada anak-anak bagaimana menerapkan nilai-nilai Islam dalam praktek,” jelas Tgk Junaidi.
Dalam pendidikan agama, Ummu Madrasah ula mengajarkan anak-anak tentang keyakinan, ibadah, dan akhlak yang baik.
Mereka mengenalkan konsep-konsep seperti cinta kepada Allah SWT, kasih sayang terhadap sesama, kesabaran, kejujuran, dan keadilan.
Ummu Madrasah ula juga bertanggung jawab untuk membimbing anak-anak dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip moralitas dalam segala aspek kehidupan, dari interaksi sosial hingga tanggung jawab terhadap lingkungan.
Pendidikan sosial, memperkenalkan anak-anak pada norma-norma sosial dan tata krama yang baik dalam interaksi mereka dengan masyarakat.
Tgk Junaidi mengatakan, Hari Anak adalah momen penting untuk mengingatkan semua pihak tentang pentingnya perlindungan, pendidikan, dan kesejahteraan anak-anak.
Dalam pandangan norma hukum Islam, anak-anak memiliki hak-hak yang harus dijamin dan dilindungi.
“Ini termasuk hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, hak atas perlindungan dari segala bentuk eksploitasi dan kekerasan, serta hak untuk tumbuh kembang dalam lingkungan yang mendukung secara moral dan spiritual,” paparnya.
Karena itu, masyarakat diharapkan untuk berperan aktif dalam melindungi anak-anak dari segala bentuk ancaman, dan memberikan dukungan kepada keluarga dalam mendidik anak-anak sesuai dengan nilai-nilai agama.
“Hari Anak mengingatkan kita semua akan kewajiban untuk melindungi, merawat, dan memberdayakan anak-anak.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip hukum Islam yang menghormati hak-hak anak, kita dapat membangun masyarakat yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan generasi penerus,” pungkasnya. (ar)
| Khutbah Jumat di Aceh Besar - Keutamaan Bulan Syaban, Momentum Spiritual Menyambut Ramadhan |
|
|---|
| Dari Montasik hingga Lhoong, Ini Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Aceh Besar 23 Januari 2026 |
|
|---|
| Jumat Perdana di Bulan Syaban, Ini Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Aceh Barat 23 Januari 2026 |
|
|---|
| Khutbah Jumat di Aceh Besar - Tgk Qamaruzzaman Uraikan Tujuan Hidup Manusia Menurut Al-Quran |
|
|---|
| Bencana Aceh dan Pesan Keimanan, Dr Teuku Zulkhairi: Saat Ujian Menjadi Tanda Cinta Allah SWT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengurus-Ikatan-Sarjana-Alumni-Dayah-ISAD-Aceh-Tgk-Junaidi.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.