Berita Aceh Utara
Kurang Asupan ASI jadi Penyebab Stunting di Aceh Utara, Pirak Timu Terbanyak
Kecamatan tertinggi stunting saat ini adalah Kecamatan Pirak Timu dengan jumlah 134 anak. Sedangkan kecamatan terendah stunting adalah Kecamatan...
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Kecamatan tertinggi stunting saat ini adalah Kecamatan Pirak Timu dengan jumlah 134 anak. Sedangkan kecamatan terendah stunting adalah Kecamatan Seunuddon dengan jumlah 11 anak.
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Jumlah anak stunting saat ini di Kabupaten Aceh Utara 1.812 anak atau 4,2 persen dari jumlah balita 43.085.
Kecamatan tertinggi stunting saat ini adalah Kecamatan Pirak Timu dengan jumlah 134 anak.
Sedangkan kecamatan terendah stunting adalah Kecamatan Seunuddon dengan jumlah 11 anak.
Hal itu berdasarkan Data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) Dinas Kesehatan setempat.
Demikian antara lain disampaikan Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili oleh Plt Asisten I Setdakab Dr Fauzan, SSTP, MPA dalam kegiatan fasilitasi intensifikasi dan pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) di wilayah khusus di Gampong Seureuke Kecamatan Langkahan pada 23 Juli 2024.
Kegiatan itu mencakup dua wilayah Kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur, diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN Perwakilan Provinsi Aceh.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Safrina Salim, SKM, MKes, pejabat dari Kodam Iskandar Muda, pejabat Forkopimda Aceh Utara, pejabat Forkopimda Aceh Timur.
Baca juga: Dokter Boyke Sebut Sejumlah Makanan Ini Cocok untuk MPASI Bayi, Bisa Cegah Stunting
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Aceh Utara Fuad Mukhtar, SSos, ibu-ibu pengurus Persit Kodim 0103/Aceh Utara, ibu-ibu pengurus Persit Kodim 0104/Aceh Timur.
Ibu-ibu pengurus Bhayangkari Polres Aceh Utara, para pejabat Muspika sejumlah kecamatan di Aceh Utara, serta tokoh masyarakat setempat.
Pj Bupati Aceh Utara diwakili oleh Plt Asisten I Setdakab Dr Fauzan, SSTP, MPA, dalam sambutannya antara lain mengatakan kegiatan pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) di wilayah khusus itu sangat penting dan strategis, merupakan satu momen untuk mengangkat derajat kesehatan masyarakat.
“Dengan dilaksanakan kegiatan ini semoga dapat memotivasi dan memfasilitasi kegiatan pelayanan KB di wilayah khusus, sehingga angka cakupan layanan bisa maksimal.
Dengan pelayanan KB yang maksimal diharapkan mampu mencegah kondisi kehamilan yang terlalu banyak, terlalu dekat, terlalu muda, dan terlalu tua, serta bisa menurunkan prevalensi stunting di Aceh, khususnya Aceh Utara, ke angka 14 persen pada akhir tahun 2024,” ungkapnya.
Prevalensi stunting di Aceh Utara saat awal penetapan sebagai salah satu Kabupaten Lokus Penurunan Stunting sebesar 32,5 persen (Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), 2018).
| Bupati Aceh Utara Sampaikan LKPJ 2025 di Rapat Paripurna DPRK |
|
|---|
| Tiga Terdakwa Penyelundupan Senpi ke Lapas Lhoksukon Disidangkan, Begini Kronologinya |
|
|---|
| PMO dan BA Kemenkop Aceh Utara Salurkan Bantuan ke Warga Tanoh Mirah |
|
|---|
| Bupati Aceh Utara Ayahwa Melayat ke Rumah Duka Korban Pembunuhan oleh Oknum TNI AL |
|
|---|
| Info BMKG, Bener Meriah Hingga Langsa Diprediksi Dilanda Hujan Hingga Tiga Hari Kedepan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kegiatan-fasilitasi-intensifikasi-dan-pelayanan-Keluarga-Berencana-dan-Kesehatan-Reproduksi-KBKR.jpg)