Rabu, 8 April 2026

Berita Aceh Barat

Dosen UTU Terima Hibah KATALIS 2024 untuk Penelitian Agroforestri

Penelitian ini fokus pada pengembangan model agroforestri kopi dengan memperhatikan karakteristik geografis, jenis tanaman, pola budidaya

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Dosen Fakultas Pertanian UTU, Dr Rahmat Pramulya 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOHUniversitas Teuku Umar (UTU) memperoleh kabar menggembirakan dengan terpilihnya Dr Rahmat Pramulya, dosen Fakultas Pertanian sekaligus Koordinator Program Studi Magister Ilmu Pertanian, sebagai penerima hibah Program Kolaborasi Penelitian Strategis (KATALIS) tahun anggaran 2024.

Pengumuman ini diumumkan melalui surat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tertanggal 26 Juli 2024, yang ditandatangani oleh Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, M. Faiz Syuaib.

Dr. Rahmat Pramulya menjadi satu-satunya dosen dari UTU yang berhasil mendapatkan pendanaan dalam program ini.

"Alhamdulillah, Barakallahu. Terima kasih atas dukungan Rektor, Ibu Ketua, dan Sekretaris LPPM-PMP.

Keberhasilan ini dipersembahkan untuk UTU. Semoga berkontribusi untuk kemajuan UTU, serta menjadi inspirasi dan referensi dalam industri agro dan marine," ujar Dr. Rahmat.

Baca juga: Dana APBA Rp 19 Miliar, Tanggul Sungai Krueng Baru Labuhan Haji Barat Aceh Selatan Segera Dibangun

Riset Dr. Rahmat yang berjudul “Pengembangan Model Agroforestri Kopi Arabika Gayo Berbasis Perhutanan Sosial dan Berketahanan Iklim" masuk dalam konsorsium "Model Holistik Agroforestri Kopi Nusantara (Arabika dan Robusta) Berketahanan Iklim dan Berbasis Komunitas (CiCoFest Coffee Models)”.

Dalam konsorsium ini, UTU bekerja sama dengan Universitas Jember, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas Padjajaran.

“Keberhasilan Dr Rahmat Pramulya dalam meraih pendanaan KATALIS diharapkan mampu memperluas jejaring UTU, membuka peluang kerjasama akademik yang lebih luas, dan meningkatkan kompetensi riset kami,” kata Rektor UTU, Prof Dr Ishak Hasan.

Dikatakannya, bahwa Program Kolaborasi Penelitian Strategis merupakan skema penelitian konsorsium yang melibatkan 3-4 tim peneliti dari perguruan tinggi berbeda, bertujuan untuk mendukung kolaborasi penelitian baik secara nasional maupun internasional.

Baca juga: Atap Rumah dan Gedung Beterbangan Diterjang Angin Kencang di Meulaboh,  Jalan Nasional Macet 3 Jam

Penelitian ini fokus pada pengembangan model agroforestri kopi dengan memperhatikan karakteristik geografis, jenis tanaman, pola budidaya, dan kelembagaan kopi rakyat yang berbeda di setiap sentra produksi.

Konsorsium ini mendukung Prioritas Riset Nasional 2020-2024, dengan fokus pada isu perubahan iklim, serta sesuai dengan Perpres No 28 Tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial.

UTU bertanggung jawab mengembangkan model agroforestri kopi berbasis perhutanan sosial, sementara Universitas Jember, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas Padjajaran masing-masing mengembangkan model berbasis ekowisata, indikasi geografis mitigasi iklim, dan ekonomi sirkular.(sb)

Baca juga: Karhutla Aceh Barat Padam 100 Persen Setelah Diguyur Hujan Deras

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved