Kamis, 16 April 2026

Perang Gaza

Komandan Batalyon Tulkarem Abu Shuja Selamat dari Pembunuhan Militer Israel

Penyelamatan ini menyusul tuntutan mendesak dari faksi oposisi untuk mobilisasi massal guna mematahkan pengepungan keamanan rumah sakit.

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
Pemimpin Batalyon Tulkarem Mohammad Jaber, yang dikenal sebagai Abu Shuja, disambut sebagai pahlawan Jumat di kamp Noor Shams di Tepi Barat utara setelah warga menyelamatkannya dari rumah sakit kota yang dikepung oleh pasukan keamanan Otoritas Palestina. 

SERAMBINEWS.COM - Pemimpin Batalyon Tulkarem Mohammad Jaber, yang dikenal sebagai Abu Shuja, disambut sebagai pahlawan Jumat di kamp Noor Shams di Tepi Barat utara setelah warga menyelamatkannya dari rumah sakit kota yang dikepung oleh pasukan keamanan Otoritas Palestina.

Rekaman media sosial menunjukkan kerumunan besar warga Palestina merayakan kepulangan kepala Brigade Al-Quds, cabang militer Gerakan Jihad Islam, yang secara agresif dikejar Israel.

Video menunjukkan remaja pria membawa Jaber selama perayaan kamp Noor Shams.

Warga menyelamatkan Jaber dari Rumah Sakit Pemerintah Thabet Thabet di Tulkarem, sumber mengatakan kepada Al Jazeera.

Penyelamatan ini menyusul tuntutan mendesak dari faksi oposisi untuk mobilisasi massal guna mematahkan pengepungan keamanan rumah sakit.

Setelah kesalahan konstruksi alat peledak, Jaber yang berusia 26 tahun dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Begini Cara Israel Mata-matai Para Komandan Hizbullah, dan Membunuh Mereka Satu per Satu

Sebelum dievakuasi, pasukan keamanan Palestina dan pejuang perlawanan bertempur.

Para pengunjuk rasa pemimpin anti-perlawanan dibubarkan oleh polisi keamanan menggunakan gas air mata.

Brigade Al-Quds, cabang militer Hamas, Brigade Al-Qassam, dan Brigade Martir Al-Aqsa Fatah menyerukan mobilisasi luas untuk menghilangkan pengepungan Jaber.

Jaber selamat dari pembunuhan militer Israel.

Upaya yang paling menonjol terjadi pada bulan April ketika ia dipikul di bahu selama pawai pemakaman kamp Noor Shams, beberapa hari setelah serangan militer Israel selama 50 jam yang menewaskan 14 warga Palestina.(*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved