Minggu, 26 April 2026

Berita Pidie

Harga Anjlok, Konsorsium Bawang Aceh Borong 20 Ton Bawang Merah di Pidie

Ditengah Anjlok Harga, Konsorsium Bawang Aceh Borong 20 Ton Bawang. Dari Pedagang Penampung  Lokal Di Pidie

Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Ketua Konsorsium Bawang Merah Aceh, Ir H Zakaria A Gani (dua kiri) bersama kepala Cabang BSI Sigli 1, Abdul Hamid (tengah) membeli bawang dari para pedagang penampung di pusat pasar Pante Teungoh, Kecamatan Kota Sigli, Selasa (30/7/2024). 

Laporan Idris Ismail I Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Menyusul anjloknya harga bawang merah dalam satu bukan terakhir dari para pedagang penampung lokal di Pidie, Konsorsium Bawang Merah Aceh, Selasa (30/7/2024) di hari pertama memborong sebanyak 20 ton.

"Konsorsium langsung memborong harga bawang hasil petani lokal yang ditampung oleh para pedagang di pusat pasar Pante Teungoh, Kota Sigli serta pasar Caleue, Kecamatan Indra Jaya dengan harga Rp 22.000/Kg dengan jumlah maksimal pada hari perdana sebanyak 20 ton," sebut ketua Konsorsium Bawang Merah Aceh yang juga selaku kepala badan Ekonomi Kerakyatan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)  Aceh, Ir H Zakaria A Gani kepada Serambinews.com, Selasa (30/7/2024).

Dijelaskan juga, selama satu bulan lebih, harga bawang merah hasil panen petani lokal secara serentak di berbagai kecamatan di kabupaten penghasil emping melinjo itu anjlok secara drastis.

Sebelumnya harga bawang merah semoat bertahan Rp 40.000/Kg hingga Rp 46.000/Kg. Namun secara drastis anjlok di harga tampung dari Rp 13.000/Kg hingga Rp 17.000/Kg.

Atas dasar perihal 'Jeritan' harga tersebut, pihak konsorsium serta KADIN Aceh memiliki peran besar untuk menekan anjloknya harga bawang merah. Sehingga para petani dapat merasakan harga yang lebih 'Tersenyum'.

Baca juga: VIDEO - Konsorsium Bawang Aceh Borong 20 Ton Bawang dari Pedagang dan Penampung Lokal di Pidie

"Ini sebagai langkah tepat dalam menekan angka inflasi serta untuk menstabilkan harga dipasaran," ujarnya.

Adapun seluruh bawang yang di borong sebanyak 20 ton hasil panen petani lokal, untuk selanjutnya akan di boyong ke tempat penyimpanan Cold storage di Gampong Suwiek Lamlo, Kecamatan Sakti, Pidie. 

"Penyimpanan bawang tersebut diperkirakan dapat bertahan dua hingga empat bulan kedepan," ungkapnya. 

Dijelaskan juga, seluruh bawang yang ditampung nantinya akan di pasok keluar daerah atau kabupaten/kota di Aceh.

Termasuk daerah kepulauan baik Sabang maupun Simeulu. 

"Ditaksirkan nantinya harga bakal  lebih baik dikisaran Rp 35.000/Kg hingga Rp 40.000/Kg," jelasnya. 

Baca juga: 11 Tanda Penyakit Ginjal Sudah Memasuki Stadium 5, Kenali Gejalanya!

Kepala BSI  Cabang Sigli 1, Abdul Hamid kepada Serambinews.com,  Selasa (30/7/2024) mengatakan,  eksistensi BSI hadir di tengah masyarakat senantiasa mendorong para pedagang penampung muda untuk dengan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) rata-rata Rp 100 juta hingga Rp 200 juta tanpa anggunan agar dapat berkiprah dalam memperdayakam ekonomi pada sektor perdagangan.

"Baik untuk pedagang muda maupun para petani lokal dengan serapan hasil panen dapat tercover dengan baik dipastikan baik dalam maupun luar daerah," ujarnya. 

Peran besar dalam manuver ini tidak terlepas lewat peran sosok KADIN Aceh yang konsisten peduli terhadap pedagang dan para petani lokal.

Maka penyaluran KUR ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang benar-benar tepat sasaran.

"Saya rasa, dengan saling bersinergi maka ekonomi masyarakat Pidie dapat pulih secara maksimal dan berkelanjutan," ujarnya.  (*) 

Baca juga: Panen Bawang Merah di Pidie Melimpah, Harga di Sabang Ikut Turun Drastis, Ini Harga Kebutuhan Lain

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved