Kamis, 11 Juni 2026

Kemarau

Sungai Gunung Cut Mengering Sebabkan Abdya Krisis Air, Perumda Berjuang Lawan Kemarau

Direktur Perumda Tirta Abdya, Rosi Padedi di Blangpidie, Jumat (02/08/2024) mengatakan, sejak sebulan lalu warga di Kecamatan Tangan-Tangan sudah berg

Tayang:
Penulis: Taufik Zass | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Pasokan air untuk Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Aceh Barat Daya (Abdya) di Kecamatan Tangan-Tangan semakin menurun akibat kemarau yang berkepanjangan. Kondisi ini terjadi akibat sungai Gunung Cut sebagai sumber air kini mengering, sehingga memaksa proses distribusi air bersih untuk warga desa harus digilirkan. 

Laporan Taufik Zass | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Pasokan air untuk Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Aceh Barat Daya (Abdya) di Kecamatan Tangan-Tangan semakin menurun akibat kemarau yang berkepanjangan.

Kondisi ini terjadi akibat sungai Gunung Cut sebagai sumber air kini mengering, sehingga memaksa proses distribusi air bersih untuk warga desa harus digilirkan.

Direktur Perumda Tirta Abdya, Rosi Padedi di Blangpidie, Jumat (02/08/2024) mengatakan, sejak sebulan lalu warga di Kecamatan Tangan-Tangan sudah bergantian menerima pasokan air bersih dari perusahaan.

Namun, situasi semakin rumit karena debit air sungai yang di sedot pada sungai Gunung Cut sudah sangat minim.

Baca juga: Petani di Aceh Besar Terima 143 Unit Mesin Pompa dari Kementan, Solusi Atasi Krisis Air Saat Kemarau

Masalah serupa juga terjadi di Kecamatan Blangpidie, level air di intake IPA Blangpidie yang bersumber dari Krueng Susoh juga semakin menurun.

"Jika hujan tak kunjung turun dalam dua minggu ke depan, maka distribusi air bersih di Kecamatan Tangan-Tangan dan Blangpidie bisa berdampak semakin besar dan berkemungkinan terhenti," ungkap Rosi.

Rosi mengatakan pihak Perumda Tirta Abdya telah mengusulkan solusi dengan menambah pipa sadap sekitar 2,5 kilometer ke lokasi sumber air lain di Kecamatan Tangan-Tangan melalui dewan sumber daya air yang sempat ditemui beberapa waktu lalu di aula kantor Bappeda Abdya untuk menjadi program pemerintah provinsi mengingat lokasi sumber tersebut berada di kewenangan provinsi.

Sementara itu, di wilayah Blangpidie, pihaknya telah mengirim surat permohonan bantuan normalisasi sungai ke balai wilayah sungai Sumatera 1 di Banda Aceh.

Meskipun normalisasi DAS Susoh merupakan kewenangan pemerintah pusat, hingga saat ini belum ada jawaban tindak lanjut normalisasi dari balai tersebut untuk pengamanan air baku.

Ia berharap semoga langkah-langkah yang telah di ambil seperti mengajukan permohonan normalisasi sungai dan penambahan pipa 2,5 kilometer dalam waktu dekat bisa dikabulkan untuk membantu mengatasi krisis air yang sedang dihadapi.

"Kami terus berupaya untuk melakukan pengamanan air baku semaksimal mungkin sambari menunggu bantuan pengamanan dari dinas/instansi terkait," ungkapnya.

Ia berharap kepada semua masyarakat mari sama-sama berdoa dan berharap kepada Allah SWT agar hujan segera turun di Abdya dan mengisi kembali sumber air kita.

"Kemudian kepada pelanggan kami berharap agar dapat berhemat dalam pemakaian air bersih dalam kondisi saat ini" pintanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved