Jumat, 8 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

Israel Buru Yahya Sinwar, Hadiah Rp 6,4 Miliar Bagi yang Tahu Keberadaan Pemimpin Baru Hamas

Yahya Sinwar bahkan disebut hidup dan berpindah-pindah dari satu terowongan ke terowongan lainnya di Gaza.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Faisal Zamzami
AFP/MAHMUD HAMS
Hamas menetapkan Yahya Sinwar sebagai pemimpin biro politik kelompok itu pada Selasa (6/8) menggantikan Ismail Haniyeh yang tewas dalam serangan di Iran. 

Yahya  Sinwar diyakini telah bersembunyi di jaringan terowongan besar Hamas sejak 7 Oktober.

Saudaranya, Muhammad Sinwar, adalah komandan senior di sayap militer Hamas, yang mengklaim terlibat dalam penculikan dan penahanan Shalit.

Salameh, kepala batalion Khan Younis Hamas juga telah menjadi incaran Israel selama bertahun-tahun.

Pada tahun 2021, IDF menghancurkan rumahnya di Gaza.

Deif, pemimpin sayap militer Hamas yang sulit ditangkap, telah berada dalam daftar paling dicari Israel selama lebih dari 25 tahun karena keterlibatannya dalam perencanaan dan pelaksanaan sejumlah besar serangan di Israel.

Israel telah berupaya membunuh Deif sedikitnya tujuh kali selama bertahun-tahun.

Upaya pertama terjadi pada tahun 2001, upaya kedua pada tahun 2002 menyebabkan matanya terluka, dan ia berhasil menghindari upaya ketiga setahun kemudian.

Pada tahun 2006, ia terluka parah dalam sebuah serangan tetapi selamat, kehilangan kedua kakinya dan satu lengannya.

Pada tahun 2014, selama perang Gaza tahun itu, Israel kembali berupaya membunuh Deif, namun nyaris meleset, malah menewaskan istri, bayi laki-laki, dan anak perempuannya yang berusia 3 tahun.

Meskipun Israel awalnya meyakini Deif juga tewas dalam serangan itu, ia kemudian dipastikan memang selamat.

Baca juga: VIDEO - Profil Yahya Sinwar, Sosok Pemimpin Hamas Berjulukan Mayat Berjalan oleh Israel

Makna di Balik Penunjukan Yahya Sinwar

Media Palestina percaya bahwa pemilihan Sinwar membawa makna dan simbolisme yang dalam:

Pertama; Hamas dalam semua cabangnya, tetap bersatu.

Kedua;  Hamas melihat Perlawanan di Gaza tetap kuat, bersatu, terorganisasi, dan mampu memimpin perang atrisi yang panjang melawan pendudukan Israel.

Tiga;  laporan media, beberapa di antaranya diedarkan oleh media besar AS, bahwa adanya konflik antara 'kaum moderat' dan 'garis keras' Hamas adalah tidak benar.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved