Kamis, 23 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Serangan Rusia Hancurkan Supermarket Ukraina, 10 Orang Tewas dan 35 Terluka

Kepala staf kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, mengecam serangan Rusia tersebut sebagai "aksi teror Rusia".

Editor: Faisal Zamzami
AFP/ROMAN PILIPEY
Personil darurat dan penyelamatan Ukraina beroperasi di lokasi supermarket yang hancur menyusul serangan Rusia, di Kostyantynivka, wilayah Donetsk timur, Ukraina, pada 9 Agustus 2024. 

SERAMBINEWS.COM, KYIV - Rusia menyerang sebuah supermarket di Kota Kostyantynivka Ukraina timur pada Jumat (9/8/2024).

 Akibatnya, 10 orang tewas dan melukai 35 lainnya.

Menurut Menteri Dalam Negeri Ukraina, Igor Klymenko dalam sebuah postingan di Telegram, kota itu berjarak sekitar 13 kilometer dari posisi terdekat Rusia.

Selain itu, Kota Kostyantynivka juga menghadapi serangan dari Rusia hampir setiap hari.

 "Sepuluh orang tewas dan 35 lainnya luka-luka," kata Menteri Dalam Negeri Igor Klymenko.

Dia juga memposting foto-foto petugas pemadam kebakaran yang bekerja di tengah puing-puing bangunan yang hancur.

AFP melihat puluhan orang melarikan diri ketika petugas polisi memperingatkan adanya kemungkinan serangan kedua Rusia.

 Kepulan asap hitam membubung dari gedung dan polisi menutup jalan-jalan di dekatnya.

Drone dan peningkatan tembakan artileri di daerah tersebut juga terdengar.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersumpah akan membalas serangan tersebut, yang terjadi pada siang hari dan terjadi pada hari keempat serangan besar Ukraina melintasi perbatasan ke wilayah Kursk barat Rusia.

"Rusia akan bertanggung jawab atas teror ini," katanya dalam postingan di Telegram. Vadym Filashkin, gubernur wilayah Donetsk Ukraina, mengatakan pasukan Rusia telah menembaki kota itu dengan artileri meriam.

"Ini adalah serangan lain yang ditargetkan di tempat ramai," terangnya. 

Serangan itu terjadi satu hari setelah dua warga sipil tewas di kota yang sama.

Kepala staf kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, mengecam serangan Rusia tersebut sebagai "aksi teror Rusia".

"Serangan terhadap supermarket di Kostyantynivka adalah aksi teror Rusia lainnya. Hanya perang melawan warga sipil yang mereka tahu," sindir Yermak dalam pernyataannya via media sosial X.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved