Minggu, 12 April 2026

Perang Gaza

Banyak Tipu Daya, Iran Sebut AS bukan Mediator Netral dalam Perundingan Gencatan Senjata

Mengacu pada agresi dan sifat kriminal kaum Zionis di Gaza, saya memperingatkan tentang tipu daya dan ketidakjujuran geng kriminal yang menguasai Tel

Editor: Ansari Hasyim
AFP
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (Kiri) berfoto bersama Presiden Israel Isaac Herzog menjelang pertemuan mereka di Tel Aviv pada 9 Januari 2024, selama perjalanan selama seminggu yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah, di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas di Gaza. (ABIR SULTAN/POOL/AFP) 

SERAMBINEWS.COM - Penjabat Menteri Luar Negeri Iran Ali Bagheri Kani membahas pembicaraan gencatan senjata yang berlangsung di Doha dengan mitranya dari Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.

“Mengacu pada agresi dan sifat kriminal kaum Zionis di Gaza, saya memperingatkan tentang tipu daya dan ketidakjujuran geng kriminal yang menguasai Tel Aviv dan pendukung terpenting mereka, AS, di meja perundingan,” tulisnya di X.

“Dengan memasok senjata perang kepada Zionis, AS sendiri merupakan kaki tangan, bukan mediator yang netral,” tambahnya.

Sebelumnya, Hamas mengatakan Israel, pemerintah AS, dan negara-negara Barat lainnya memberikan “perlindungan dan waktu yang diperlukan” bagi Israel untuk melakukan “genosida biadab”.

Baca juga: Qatar ke Iran: Tunda Serangan ke Israel Agar tidak Rugikan Perundingan

Hamas sebut AS 'memberikan perlindungan' untuk 'genosida biadab' Israel

Hamas mengatakan kejahatan yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina dilakukan dengan “dukungan penuh oleh pemerintah AS dan negara-negara Barat, yang menyediakan perlindungan dan waktu yang diperlukan bagi pemerintah Israel untuk melakukan genosida biadab di Jalur Gaza”.

Dalam pernyataan di saluran Telegram resminya, Hamas mengatakan kejahatan Israel adalah tindakan “hukuman kolektif” yang merupakan “pembersihan etnis”.

Sementara Hamas menyerukan kepada masyarakat internasional untuk “berhenti berdiam diri dan membawa penjahat perang ke pengadilan”.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved