Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Aceh Singkil

Imam Besar Masjid Agung Aceh Singkil  Soroti Guru Bolos Mengajar  

"Dimohon kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil untuk mengevaluasi para guru yang tidak hadir karena hanya hujan atau banjir tanggung...

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Sumber Foto Akun Facebook Cut Nyak Kaoy
Salah satu ruang kelas SD Rantau Gedang, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, yang dibagikan di akun Facebook Cut Nyak Kaoy, Selasa (20/8/2024). 

"Dimohon kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil untuk mengevaluasi para guru yang tidak hadir karena hanya hujan atau banjir tanggung yang masih bisah dilalui kendaraan roda dua," ujarnya.

Laporan: Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Imam Besar Masjid Agung Nurul Makmur Kabupaten Aceh Singkil, Ustadz Cut Nyak Kaoy, soroti oknum guru yang bolos mengajar di SD Negeri Rantau Gedang, Kecamatan Singkil.

Hanya karena hujan mengguyur serta genangan air yang sesungguhnya masih bisa dilintasi kendaraan roda dua.

Ia lantas meminta Dinas Pendidikan Aceh Singkil, melakukan evaluasi terhadap guru yang tidak hadir mengajar di SD Rantau Gedang. 

Permintaan tersebut posting Ustadz Cut Nyak Kaoy di akun media sosial Facebook pribadinya, Selasa (20/8/2024).

"Dimohon kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil untuk mengevaluasi para guru yang tidak hadir karena hanya hujan atau banjir tanggung yang masih bisah dilalui kendaraan roda dua," ujarnya.

Menurutnya tidak hadirnya guru ke sekolah sangat disayangkan sebab yang menjadi korban adalah generasi putra putri Rantau Gedang. 

Tokoh Ulama Aceh Singkil, asal Rantau Gedang itu menyarakan agar dilakukan pertukaran penempatan guru. 

Dengan mengembalikan guru asal Rantau Gedang, ke kampung halamannya. 

Sementara guru asal luar Rantau Gedang, ditarik ke asalnya.

"Kalau memang mereka tidak sanggup yah cabut saja dari Rantau Gedang, juga banyak putra putri Rantau Gedang yang jadi guru di luar Desa Rantau Gedang, itu saja kembalikan ke Rantau Gedang sudah cukup, dari pada terus-terusan mengorbankan anak-anak kami," tegasnya.

Baca juga: Siswa SMP di Aceh Timur Ketahuan Bolos Saat Jam Belajar, Kepergok Satpol PP Berenang di Kolam

Dalam postingannya Ustadz Cut Nyak Kaoy juga menyertakan foto ruang guru dan kelas yang kosong. 

Tak lupa ia memposting kelas yang sedang melaksanakan proses belajar mengajar dengan seorang guru di kelas.

Diketahui sebagian guru di sekolah daerah pinggir sungai itu tidak hadir lantaran hujan deras mengguyur. 

Kondisi itu menyebabkan proses belajar mengajar di SD Rantau Gedang tak berjalan maksimal. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Singkil, M Najur saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya segera melakukan evaluasi dan pembinaan.

Sehingga proses belajar mengajar (PBM) di SD Rantau Gedang bisa berjalan sebagaimana mestinya. 

"Pihak dinas akan segera melakukan evaluasi dan pembinaan, sehingga PBM bisa berjalan kembali sebagaimana mestinya," kata Najur.

Terkait pengembalian guru asal Rantau Gedang, Najur menyebutkan akan dibahas di internal dinas.

"Kemudian terkait pengembalian guru putra rantau gedang kami akan bahas di internal dinas," kata Najur.

Rantau Gedang merupakan desa di daerah aliran sungai. 

Dari Singkil, pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Singkil, jarak tempuhnya hanya sekitar 20 menit. 

Hanya saja sebagian jalan belum teraspal, kemudian ketika hujan kerap tergenang. 

Desa tersebut juga ketika sudah musim banjir akan tergenang hingga berbulan-bulan.(*)

Baca juga: Tgk Mukhlis Hasballah di Masjid Agung, Ini Daftar Khatib Jumat di Kota Sabang Edisi 16 Agustus 2024


 
 

 
 
 
 

 
 
 
 
BalasTeruskan 
Tambahkan reaksi
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved