Cahaya Aceh
Gunung Berapi Jaboi, Menyatunya Keindahan dan Kekuatan Alam Sabang
Gunung Berapi Jaboi yang masih aktif ini siap memacu adrenalin para pecinta alam yang datang ke Sabang.
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Safriadi Syahbuddin
Laporan Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Sabang selama ini dikenal dengan wisata baharinya yang indah dan panorama bawah lautnya yang mengagumkan.
Keunggulan lain dari Sabang adalah lokasi antar destinasi wisatanya yang berdekatan, memudahkan pengunjung untuk berpindah tempat setiap saat.
Selain keindahan baharinya, Sabang juga memiliki destinasi wisata sejarah yang kaya.
Tak hanya itu, Sabang menawarkan wisata ekstrem bagi para pengunjung yang memiliki jiwa petualang, salah satunya adalah Gunung Berapi Jaboi yang masih aktif dan siap memacu adrenalin para pecinta alam.
Gunung Berapi Jaboi terletak di Desa Jaboi, Kecamatan Sukajaya, sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Sabang dengan waktu tempuh sekitar setengah jam perjalanan.
Meskipun tidak terlalu tinggi, hanya 200 meter di atas permukaan laut (mdpl), lokasi ini memiliki jalur trekking yang cukup mudah dibandingkan dengan jalur pendakian gunung lainnya.
Selama menjelajahi gunung ini, pengunjung akan disambut dengan bau menyengat dari kawah aktif. Di sepanjang perjalanan, pengunjung juga akan disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa, mulai dari hamparan hutan tropis yang masih asri hingga kaldera gunung yang diselimuti awan.
Di lokasi ini, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis bebatuan dan batang pohon mati dengan bentuk yang unik, menambah kesan eksotis dari kawasan Gunung Jaboi.
Daya tarik utama Gunung Jaboi adalah aktivitas vulkaniknya yang masih aktif. Di sekitar kaldera, pengunjung dapat menjumpai fenomena alam yang menakjubkan, seperti fumarol, lubang di permukaan tanah yang mengeluarkan uap air dan gas panas, serta kolam lumpur panas yang menggelegak.
"Gunung Jaboi adalah salah satu ikon wisata alam terpenting di Pulau Sabang. Keunikan aktivitas vulkaniknya serta pemandangan alam yang menakjubkan menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung," ujar Dayat, Ketua Pokdarwis setempat.
"Berdiri di dekat fumarol atau kolam lumpur panas Gunung Jaboi adalah pengalaman yang tak terlupakan. Anda dapat merasakan langsung kekuatan alam yang masih bekerja di bawah permukaan," lanjut Dayat.
Meskipun masih tergolong sebagai gunung berapi yang aktif, Gunung Jaboi saat ini tidak dalam status berbahaya. Pengunjung tetap diperbolehkan untuk mengunjungi tempat ini, namun disarankan untuk tetap berhati-hati.
Menjelajahi Gunung Berapi Jaboi di Sabang memang memerlukan sedikit usaha, namun imbalannya adalah kesempatan untuk menyaksikan langsung keajaiban alam yang jarang ditemui. Bagi para penjelajah dan pecinta alam, Gunung Jaboi adalah destinasi wajib yang harus dikunjungi saat berada di Pulau Sabang.
Selain area panas bumi, Desa Jaboi juga menawarkan pesona alam lainnya yang dapat dieksplorasi. Pengunjung dapat menjelajahi hutan tropis yang masih terjaga, berolahraga panahan, atau bermain ATV.
“Produk wisata Jaboi yang sangat diminati pelancong adalah spot gunung berapi, kawah rayek, bebatuan, pepohonan, serta permainan ATV di kawasan gunung berapi,” tambah Dayat.
Desa Jaboi juga memiliki produk ekonomi kreatif, seperti kue bakpia Cut Intan, kerajinan rotan, dan kerajinan batok kelapa hasil produksi Karang Taruna Jaboi.
Jaboi juga menyediakan aktivitas lain bagi wisatawan, seperti memancing dengan nelayan lokal, snorkeling di taman bawah laut Jaboi, Jaboi camping ground, atau bersantai di pemandian air panas.
Diketahui sebelumnya, Desa Jaboi berhasil masuk nominasi penerima Anugerah Desa Wisata (ADW) 2024 mewakili Provinsi Aceh.
"Desa Jaboi ini masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia, mewakili Aceh dari 615 desa wisata se-Indonesia yang ikut serta, kemudian pada Rabu (27/8/2024) lalu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno yang diwakili oleh Staf Ahli Pengembangan Bidang Usaha Kemenparekraf/Baparekraf, Masruroh, telah hadir langsung ke desa Jaboi untuk melakukan penilai.
Dalam kesempatan itu, Masruroh mengatakan Desa Wisata Jaboi layak masuk dalam 50 besar katagori salah satu desa terbaik. Berbagai keunggulan dimiliki baik dari segi objek wisata alam yang unik maupun khas jajanan yang dikelola oleh UMKM.
Desa Jaboi sudah sejak lama memiliki konservasi alam yang menjadi penting untuk pariwisata hijau dan didukung oleh wisata gunung merapi serta pemandian air panas yang bersumber langsung dari kawah tersebut.
"Pada hari ini kenapa Desa Wisata Jaboi masuk dalam ADWI 2024 terjawab sudah. Desa ini memiliki keunikan dibandingkan desa lainnya. Dari segi makanannya atau jajanan juga punya khasnya sendiri, sisi tujuan wisatanya ada kawah merapi, ada juga tempat pemandian air panas dan yang paling penting itu ada konservasi, nah konservasi alam itu penting untuk pariwisata hijau," ungkap Masruroh.
Menurutnya, desa Jaboi sebenarnya sudah juara dengan masuk dalam 50 besar dari seluruh Indonesia, akan tetapi komitmen dari Kemenparekraf untuk desa-desa ini akan dilakukan bimbingan dan pembinaan sesuai dengan apa yang lebih dibutuhkan.
"Kami memang tidak bisa melakukannya sendiri, kita butuh komitmen dari pemerintah daerah, kita butuh kerjasama dengan LSM, dengan pihak dunia usaha untuk bersama-sama mengembangkan ini, kita sudah masuk ke 50 besar, nah kelebihannya apa, kekurangan apa itu nanti sama-sama kita kerjakan," tutupnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Sabang Andri Nourman mengatakan sejauh ini Pemerintah Kota Sabang secara bersama-sama dengan masyarakat, kepala desa, pokdarwis, bahkan unsur pimpinan daerah, terus berupaya mengembangkan objek wisata di Kota Sabang, termasuk gampong Jaboi.
"Desa Jaboi tidak hanya menjadi ikon pariwisata Sabang, tetapi juga representasi dari potensi wisata Aceh secara keseluruhan. Dengan masuknya Desa Jaboi dalam 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia, kita semakin optimis akan perkembangan pariwisata di wilayah ini," ujar Andri Nourman.
"Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari kerja keras seluruh masyarakat dan pengelola desa wisata. Kita berharap ke depannya, Desa Jaboi dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas destinasi wisatanya sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," tutup Andri Nourman.(*)
Cahaya Aceh
Jaboi
Gunung berapi Jaboi Sabang
Wisata Jaboi
Sabang
wisata aceh
objek wisata di Sabang
Serambinews
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| Disbudpar Aceh–GEKRAFS Teken Kerja Sama, Ini Fokus yang Bakal Digenjot ke Depan |
|
|---|
| Wagub Aceh Ajak Warga Hadiri Penutupan Aceh Ramadhan Festival dan Nuzulul Qur’an di MRB |
|
|---|
| Tempati Lahan Eks Pasar Aceh, Peukan Raya Ramadan akan Sediakan Ragam Kuliner |
|
|---|
| Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana di Aceh |
|
|---|
| Resmi Ditutup, Aceh Festival Hadirkan Energi Baru Bagi Pariwisata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gunung-Berapi-Jaboi-Sabang.jpg)