Rabu, 13 Mei 2026

Berita Aceh Utara

LPM Al Kalam IAIN Lhokseumawe Gelar Pelatihan Jurnalistik Dasar

PJTD bertema "Membangun Jiwa Jurnalis Muda Melalui Pemikiran Kritis, Kreatif, Berintegrasi Melalui Goresan Pena dan Etika Jurnalistik’

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nur Nihayati
Dok Panitia
Pengurus LPM Al-Kalam IAIN Lhokseumawe foto bersama seusai mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) selama dua hari, Rabu-Kamis (11-12/9) di Aula Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) kampus setempat. 

PJTD bertema "Membangun Jiwa Jurnalis Muda Melalui Pemikiran Kritis, Kreatif, Berintegrasi Melalui Goresan Pena dan Etika Jurnalistik’ 

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) selama dua hari, Rabu-Kamis (11-12/9/2204) di Aula Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) kampus setempat.

Pelatihan itu menghadirkan tiga jurnalis sebagai pemateri.

Masing-masing, Jafaruddin (Kepala Biro Serambi Indonesia Lhokseumawe) menyampaikan materi “Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar Era Digital“.

Lalu Irmansyah (Ketua AJI Lhokseumawe Periode 2021-2024), menyampaikan materi “Memegang Teguh Kode Etik Jurnalistik, dan Deni Muktadi (Pimpinan Redaksi Puja TV Aceh) menyampaikan materi “Teknik Video Reportase”.

PJTD bertema "Membangun Jiwa Jurnalis Muda Melalui Pemikiran Kritis, Kreatif, Berintegrasi Melalui Goresan Pena dan Etika Jurnalistik’ diikuti oleh seluruh kru LPM Al-Kalam angkatan tahun 2023.

Delegasi dari MAN Kota Lhokseumawe, SMK IT Darussa'adah Al Munawarah, dan SMA Sukma Bangsa.

Pembukaan kegiatan itu diawali pembacaan ayat suci Al-Quran, shalawat, dan lagu Indonesia Raya.

Kemudian, dilanjutkan Pemimpin Umum LPM Al-Kalam, Putri Azzahra Lubis, laporan kegiatan disampaikan Ketua Panitia Muhammad Syahru dan pengarahan disampaikan Pembina LPM Al-Kalam, Dr Rizqi Wahyudi, MKomI

Hari pertama pelatihan diisi Deni Muktadi. Ia membahas tentang teknik video reportase, teknik pengambilan video, teknik berbicara, serta etika dalam menghasilkan berita yang faktual dan aktual dengan mempertimbangkan konsekuensi setelah berita tersebut dipublikasikan.

"Dalam memberitakan sebuah berita, jangan hanya mencari viral,” ujar Deni.

Ketika jurnalis menceritakan pada publik suatu kejadian, pertimbangkan efek yang akan terjadi di masa yang akan datang, baik bagi si korban maupun pelaku kejahatan. Tidak semua bisa dipublikasikan," ucapnya. 

Deni juga memberi bimbingan dengan mempraktikkan tata cara pengambilan video serta berbicara yang baik dan benar.

Ia juga turut mengoreksi kesalahan para peserta di ketika praktik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved