Selasa, 12 Mei 2026

Mihrab

Patut Diteladani, Rasulullah Muhammad SAW Sukses Sebagai Pemimpin Agama dan Politik

"Tentunya di setiap event maulid di kampung-kampung, instansi dan komunitas akan ketemu suasana yang menarik, yaitu kemeriahan politik,” ujarnya.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM
Guru Besar Ilmu Filsafat Islam FUF UIN Ar-Raniry, Prof Syamsul Rijal. Patut Diteladani, Rasulullah Muhammad SAW Sukses Sebagai Pemimpin Agama dan Politik. 

Keteladanan Rasulullah Sebagai Pemimpin Agama dan Politik

SERAMBINEWS.COM - Pada bulan Maulid, masyarakat Aceh memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat.

Bulan ini menjadi momen penting bagi rakyat Aceh yang memperingati Maulid selama 100 hari, sebuah tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat. 

Pembina DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Prof Syamsul Rijal MAg mengatakan, Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah, tahun di mana Raja Abrahah memimpin pasukannya untuk menghancurkan Ka'bah. 

“Pada tahun ini, momen maulid Nabi menjadi sangat istimewa bagi masyarakat Aceh, apalagi bersamaan dengan pemilihan kepala daerah yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang,"

"Tentunya di setiap event maulid di kampung-kampung, instansi dan komunitas akan ketemu suasana yang menarik, yaitu kemeriahan politik,” ujarnya.

Prof Syamsul Rijal mengatakan, ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk memahami dan meresapi keteladanan Nabi Muhammad SAW, baik sebagai pemimpin agama maupun politik. Sehingga dapat menginspirasi dalam memilih pemimpin yang baik dan bijaksana. 

Nabi Muhammad SAW membawa ajaran Islam yang mengajarkan konsep akidah, syariat, dan etika yang menjadi pedoman hidup bagi umat Muslim.

Setiap Muslim diharapkan menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah, teladan dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam proses transisi kepemimpinan yang sedang berlangsung di Aceh. 

“Karena pada dasarnya bahwa setiap orang dilahirkan dalam menjalani proses kehidupannya tidak akan pernah sempurna, namun diperlukan usaha untuk menjadi lebih baik, dan memperbaikinya secara terus menerus,"

"Karena itu sangatlah penting meneladani Nabi Muhammad SAW, dalam berbagai aspek kehidupan, bagi siapapun, politisi, rakyat dan timses nantinya,” ujarnya.

Meneladani Rasulullah SAW akan membawa seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain.

“Nabi telah memainkan peran bukan hanya menjadi pemimpin agama yang memiliki nilai yang agung tetapi juga sebagai pemimpin politik, dan juga negarawan yang berhasil membangun masyarakat melalui basis nilai keadilan dan kemakmuran,” sebut Prof Syamsul Rijal.

Ketua DPW Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Aceh ini mengutip pendapat Philip K Hitti, seorang sejarawan Timur Tengah yang terkenal, menyebutkan bahwa Rasulullah memiliki karakter sebagai sosok yang memimpin dalam dua ranah utama, yakni agama dan politik.

“Dalam meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, diperlukan penguasaan dan pengamalan ajaran Islam melalui pembelajaran dan pemahaman Al-Quran dan Hadis,"

"Dalam sikapnya, Baginda dikenal memiliki akhlak mulia, cerdas, jujur, dan amanah,” sebutnya.

Sifat-sifat ini, kata dia, perlu diteladani oleh masyarakat Aceh, terutama dalam kehidupan beragama dan berpolitik. Sederhana, egaliter, dan menghindari hedonisme adalah karakteristik yang diajarkan oleh Nabi yang harus dipegang teguh.

Sebagai pemimpin politik, Rasulullah berhasil menciptakan tonggak sejarah peradaban Islam dengan hijrah ke Madinah.

Setelah hijrah, Beliau berhasil menyatukan berbagai suku dan agama yang ada di Madinah menjadi sebuah negara yang kuat dan adil. 

Menurut Prof Syamsul Rijal, ini menunjukkan pentingnya kepemimpinan kolaboratif dan inklusif, yang juga harus diterapkan oleh para pemimpin saat ini.

Piagam Madinah, sebagai salah satu konstitusi tertulis pertama dalam sejarah, menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW memimpin dengan adil dan bijaksana, sehingga masyarakat Madinah hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan.

“Kehadiran pemimpin yang meneladani Rasul sangat lah dinantikan, saya rasa bukanlah hal langka untuk diwujudkan,"

"Karena dari harapan itu, rakyat Aceh berharap pemimpin di Aceh akan bijak dalam mengelola pemerintahan nantinya karena pada dirinya tercermin sikap keIslaman dan sikap negarawanan yang ditunjukkan oleh Rasulullah,” pungkasnya. (ar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved