Sabtu, 9 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

Dilema Iran: Menahan Diri atau Ikut Bantu Balas Dendam Bersama Hizbullah Terhadap Israel

Para pemimpin Iran mengandalkan Hizbullah untuk menjadi pencegah utama terhadap serangan langsung Israel terhadap negara mereka.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Saman / Middle East Images / Middle East Images via AFP
Rudal-rudal Iran dipamerkan di alun-alun Azadi (Kebebasan) di Teheran barat selama unjuk rasa untuk memperingati ulang tahun ke-45 Revolusi Islam Iran 1979, pada 11 Februari 2024 - IRGC bersumpah, Iran dan proksi-proksinya akan membalaskan dendam Hizbullah dan Hamas kepada Israel. 

Dilema Iran: Menahan Diri atau Ikut Bantu Balas Dendam Bersama Hizbullah Terhadap Israel

SERAMBINEWS.COM – Iran tampaknya berada dalam situasi dilema untuk menghadapi perang kawasan.

Banyak kaum konservatif garis keras di Iran mulai merasa tidak nyaman dengan kurangnya tindakan yang diambil terhadap Israel.

Ini terjadi ketika Israel mulai melakukan serangan besar yang menargetkan kelompok perlawanan Hizbullah, sekutu terdekat dan terlama Iran.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian dalam sidang Majelis Umum PBB pada Selasa, mengkritik perang Israel di Gaza dan memperingatkan bahwa serangannya terhadap Lebanon tidak dapat dibiarkan begitu saja.

Namun Pezeshkian berbicara dengan nada yang lebih mendamaikan daripada pendahulunya yang garis keras.

Ia tampaknya menghindari retorika tentang memusnahkan musuh bebuyutan Republik Islam.

“Kami menginginkan perdamaian untuk semua dan tidak berniat berkonflik dengan negara mana pun,” ungkapnya, dikutip dari BBC News.

Ia juga menyatakan kesiapan pemerintahnya untuk melanjutkan perundingan nuklir dengan negara-negara Barat.

“Kami siap untuk terlibat dengan para peserta kesepakatan nuklir 2015,” sebutnya.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengunjungi pameran yang menunjukkan pencapaian terbaru Pasukan Dirgantara IRGC dalam kunjungannya ke Universitas Dirgantara Ashura pada Minggu (19/11/2023). -- Iran dikabarkan memindahkan peluncur rudal untuk persiapan serang Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengunjungi pameran yang menunjukkan pencapaian terbaru Pasukan Dirgantara IRGC dalam kunjungannya ke Universitas Dirgantara Ashura pada Minggu (19/11/2023).  (X/Ayatollah Ali Khamenei/@khamenei_ir)

Baca juga: Militer Yaman Lancarkan Serangan ke Tel Aviv, 2 Juta Warga Israel Panik: Sirene Perang Meraung-raung

Pejabat senior Iran dan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) lainnya juga tampak sangat menahan diri saat mengungkapkan niat mereka untuk membalas dendam kepada Israel.

Iran telah mempersenjatai, mendanai dan melatih kedua kelompok bersenjata Hamas dan Hizbullah.

Tetapi para pemimpin Iran mengandalkan Hizbullah untuk menjadi pencegah utama terhadap serangan langsung Israel terhadap negara mereka.

Dukungan Iran sangat penting bagi transformasi Hizbullah menjadi kekuatan bersenjata dan aktor politik paling kuat di Lebanon sejak IRGC membantu mendirikan kelompok tersebut pada tahun 1980-an.

Iran merupakan pemasok utama persenjataan yang dapat dikerahkan Hizbullah untuk melawan Israel, khususnya rudal dan pesawat tanpa awak yang canggih.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved