Konflik Palestina vs Israel
Dilema Iran: Menahan Diri atau Ikut Bantu Balas Dendam Bersama Hizbullah Terhadap Israel
Para pemimpin Iran mengandalkan Hizbullah untuk menjadi pencegah utama terhadap serangan langsung Israel terhadap negara mereka.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Dilema Iran: Menahan Diri atau Ikut Bantu Balas Dendam Bersama Hizbullah Terhadap Israel
SERAMBINEWS.COM – Iran tampaknya berada dalam situasi dilema untuk menghadapi perang kawasan.
Banyak kaum konservatif garis keras di Iran mulai merasa tidak nyaman dengan kurangnya tindakan yang diambil terhadap Israel.
Ini terjadi ketika Israel mulai melakukan serangan besar yang menargetkan kelompok perlawanan Hizbullah, sekutu terdekat dan terlama Iran.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian dalam sidang Majelis Umum PBB pada Selasa, mengkritik perang Israel di Gaza dan memperingatkan bahwa serangannya terhadap Lebanon tidak dapat dibiarkan begitu saja.
Namun Pezeshkian berbicara dengan nada yang lebih mendamaikan daripada pendahulunya yang garis keras.
Ia tampaknya menghindari retorika tentang memusnahkan musuh bebuyutan Republik Islam.
“Kami menginginkan perdamaian untuk semua dan tidak berniat berkonflik dengan negara mana pun,” ungkapnya, dikutip dari BBC News.
Ia juga menyatakan kesiapan pemerintahnya untuk melanjutkan perundingan nuklir dengan negara-negara Barat.
“Kami siap untuk terlibat dengan para peserta kesepakatan nuklir 2015,” sebutnya.
Baca juga: Militer Yaman Lancarkan Serangan ke Tel Aviv, 2 Juta Warga Israel Panik: Sirene Perang Meraung-raung
Pejabat senior Iran dan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) lainnya juga tampak sangat menahan diri saat mengungkapkan niat mereka untuk membalas dendam kepada Israel.
Iran telah mempersenjatai, mendanai dan melatih kedua kelompok bersenjata Hamas dan Hizbullah.
Tetapi para pemimpin Iran mengandalkan Hizbullah untuk menjadi pencegah utama terhadap serangan langsung Israel terhadap negara mereka.
Dukungan Iran sangat penting bagi transformasi Hizbullah menjadi kekuatan bersenjata dan aktor politik paling kuat di Lebanon sejak IRGC membantu mendirikan kelompok tersebut pada tahun 1980-an.
Iran merupakan pemasok utama persenjataan yang dapat dikerahkan Hizbullah untuk melawan Israel, khususnya rudal dan pesawat tanpa awak yang canggih.
| Serangan Udara Israel Tewaskan Putra Kepala Negosiator Hamas di Gaza |
|
|---|
| Israel Gempur Gaza dan Lebanon, Sejumlah Tokoh Hamas dan Hizbullah Tewas |
|
|---|
| Israel Serang Kendaraan Polisi di Gaza, 5 Orang Tewas Termasuk Balita |
|
|---|
| Mohammed Wishah Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza |
|
|---|
| Israel Perluas Kendali di Tepi Barat, Menteri Zionis: Kami Terus Membunuh Gagasan Negara Palestina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rudal-rudal-Iran-dipamerkan-di-alun-alun-Azadi-di-Teheran-barat.jpg)