Info Cuaca di Aceh

Aceh Masuki Musim Transisi, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrim & Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Forecaster on Duty BMKG SIM, Stya Juangga Dirta mengatakan, Aceh saat ini masuk kategori siaga hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Saifullah
TWITTER BMKG
Ilustrasi peta cuaca ekstrim 

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Memasuki puncak musim penghujan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) meminta masyarakat agar waspada akan potensi cuaca ekstrim dałam tiga hari ke depan, Sabtu (28/9/2024).

Forecaster on Duty BMKG SIM, Stya Juangga Dirta mengatakan, Aceh saat ini masuk kategori siaga hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang hingga 3 hari ke depan. 

Karena hal itu pula, masyarakat diimbau agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

Seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan lainnya akibat hujan lebat yang terus-menerus maupun dengan durasi lama.

Di mana kata dia, berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer, analisis labilitas udara, didukung dengan running model cuaca global ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) menunjukkan potensi peningkatan curah hujan yang sangat signifikan hingga 3 hari ke depan.

“Seluruh wilayah di Aceh dominan berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang. Makanya kita minta agar masyarakat lebih waspada,” katanya kepada Serambinews.com.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan curah hujan.

Di antaranya terpantau adanya belokan angin (shearline) dan daerah konvergensi di wilayah Provinsi Aceh.

Di mana, anomali suhu muka laut yang hangat di Perairan Utara dan Barat Aceh yang dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa uap air), serta kelembaban massa udara lapisan atas (850 hPa, 700 hPa, 500hPa) mencapai 70–100 persen.

“Hasil running prediksi akumulasi curah hujan harian IFS (Integrated Forecasting System) juga menunjukkan sebagian besar wilayah Aceh berpotensi hujan kategori lebat (50–100 mm/hari) berlaku hingga 3 hari ke depan,” jelasnya.

Kemudian, papar dia, berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak IBF (Impact Based Forecasting), BMKG juga mengindikasikan bahwa meningkatnya potensi hujan tersebut dapat berdampak menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan juga longsor di beberapa titik wilayah Provinsi Aceh.

“BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk aware dan selalu update informasi yang dikeluarkan BMKG melalui kanal-kanal informasi resmi BMKG,” pungkasnya.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved