Jumat, 8 Mei 2026

Berita Banda Aceh

BNPB Cek Logistik Peralatan dan Alat Peringatan Dini Hadapi Bencana, Saat Apel Kesiapsiagaan di BMA

Mulai dari pemeriksaan kesiapan logistik peralatan, alat peringatan dini maupun sistem komunikasi kebencanaan, memastikan tempat dan fasilitas...

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
For serambinews.com
Deputi Bidang Pencegahan Prasinta Dewi menyampaikan sambutan pada Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Pasukan, pada peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2024, di Provinsi Aceh, Selasa (8/10/2024). Apel ini diikuti oleh sekira 300 orang yang berasal dari TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, segenap Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan mitra dalam penanggulangan bencana. 

Mulai dari pemeriksaan kesiapan logistik peralatan, alat peringatan dini maupun sistem komunikasi kebencanaan, memastikan tempat dan fasilitas evakuasi.

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) BNPB melakukan Apel Kesiapsiagaan dan Pameran Kebencanaan, di Balai Meuseuraya Aceh, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, pada Selasa (8/10/2024).

Kegiatan itu sendiri bekerjasama dengan Pemerintah Aceh.  

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi mengatakan, apel tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim hujan serta potensi bencana lainnya, seperti gempa bumi dan tsunami. 

"Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kita harus memahami bahwa bencana bisa terjadi kapan saja, dan persiapan kita hari ini bisa menyelamatkan banyak nyawa," katanya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah, selalu berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi melalui sejumlah kegiatan.  

Mulai dari pemeriksaan kesiapan logistik peralatan, alat peringatan dini maupun sistem komunikasi kebencanaan, memastikan tempat dan fasilitas evakuasi.

“Sementara atau akhir serta jalur evakuasi dapat digunakan dan mudah diakses,” tutur Prasinta. 

Ia menekankan, tentang peningkatan pelaksanaan edukasi, sosialisasi dan literasi kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap risiko gempa bumi dan tsunami.

“Pemerintah harus  memastikan ketersediaan papan informasi, rambu-rambu serta arah evakuasi yang memadai dan mudah dipahami oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: PT Pupuk Iskandar Muda Salurkan Bantuan untuk Pemulihan Pasca Bencana Alam Papua Nugini

Terakhir, Prasinta mengimbau segenap unsur perangkat daerah memperkuat koordinasi kesiapsiagaan, mekanisme kedaruratan atau penanggulangan bencana bersama stakeholders daerah, serta melakukan simulasi rencana kontinjensi secara berkala.

“Langkah ini harus dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh unsur Pemerintah Daerah bersama masyarakat, sehingga dapat mengurangi dampak kerugian akibat bencana,” pungkas Prasinta.

Plh Sekretaris Daerah Provinsi Aceh Azwardi mengatakan, penyelenggaraan peringatan Bulan PRB di Provinsi Aceh juga bertepatan dengan momentum 20 tahun pasca kejadian gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah ini. 

Pengalaman tersebut menjadikan Aceh sebagai simbol ketangguhan dalam menghadapi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat lokal maupun nasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved