Selasa, 2 Juni 2026

Berita Simeulue

Kontroversi Acara Musik Akan Digelar Saat Peringatan Hari Jadi Simeulue, Ini Penjelasan Pj Bupati

Pj Bupati menjelaskan acara musik dalam rangkaian hari jadi Simeulue tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, musik hanya hadir sebagai pengiring

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sari Muliyasno | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS
Penjabat (Pj) Bupati Simeulue, Teuku Reza Fahlevi, SE MM, menjelaskan terkait kontroversi Hari Jadi Simeulue yang akan dimeriahkan dengan acara musik 

Pj Bupati menjelaskan acara musik dalam rangkaian hari jadi Simeulue tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, musik hanya hadir sebagai pengiring acara. 

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Penjabat atau Pj Bupati Simeulue, Teuku Reza Fahlevi, meluruskan kotroversi terkait rencana peringatan hari jadi Kabupaten Simeulue ke-25 yang akan digelar besok, Sabtu, 12 Oktober 2024. 

Pasalnya, acara ini dituding mengadakan konser musik dengan euforia berlebihan. 

Penjelasan itu menyusul adanya kesalahpahaman yang beredar di masyarakat.

Pj Bupati menjelaskan acara musik dalam rangkaian hari jadi Simeulue tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, musik hanya hadir sebagai pengiring acara. 

Namun, tahun ini Pemkab Simeulue berinovasi dengan mengundang musisi lokal serta musisi luar, seperti yang pernah dilakukan pada masa sebelumnya, ketika Rafli Kande turut meramaikan acara serupa.

Reza menambahkan, grup musik Apache dan sejumlah musisi asal Simeulue akan tampil di sela-sela acara penyerahan piagam penghargaan kepada putra-putri Simeulue yang berprestasi. 

Hal ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam mengharumkan nama daerah.

Baca juga: Wasit Dianggap Berpihak ke Bahrain, PSSI Akan Kirim Suat Protes ke AFC 

“Ini bukan konser dengan joget-joget yang melanggar syariat Islam.

Acara ini mengandung unsur syariah, di mana lagu-lagu yang dibawakan akan mengajak generasi muda kita untuk rajin mengaji dan beribadah,” jelas Reza dalam pertemuan dengan MPU Simeulue, Jumat (11/10/2024).

Dalam pertemuan itu, Reza menegaskan bahwa selama acara, akan ada pemisahan tempat duduk antara laki-laki dan perempuan. 

"Laki-laki di sebelah kiri, perempuan di sebelah kanan, atau sebaliknya," imbuhnya.

Pihak MPU Simeulue pun mendukung pelaksanaan acara ini, dan menilai bahwa tudingan adanya konser euforia dalam perayaan hari jadi Simeulue adalah salah paham. 

Momen ini akan menampilkan putra-putri Simeulue berprestasi, seni budaya nandong, shalawat, musisi lokal dan musisi Aceh.

Baca juga: Breaking News - Sungai Kluet Meluap, Jalan Lintas Tapaktuan - Subulussalam Terendam

Selain itu, pada kesempatan tersebut, Pemkab Simeulue juga akan membagikan 3.000 kupon makanan gratis yang dapat ditukar di 30 UMKM yang berpartisipasi dalam acara tersebut. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved