Berita Banda Aceh
Jeruk & Kulit Tuna Diracik Jadi Lotion Anti Nyamuk, Karya Mahasiswa USK Ini Dapat Dana Pengembangan
Siti Maqfirah yang sering disapa Fira ini mengatakan, lotion ini menggunakan dua bahan utama yaitu ekstrak kulit jeruk dan gelatin kulit ikan tuna.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Siti Maqfirah yang sering disapa Fira ini mengatakan, lotion ini menggunakan dua bahan utama yaitu ekstrak kulit jeruk dan gelatin kulit ikan tuna.
SERAMBINEWS.COM BANDA ACEH - Lima mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP USK) berhasil membuat inovasi baru, lotion anti nyamuk berbahan ekstrak kulit jeruk dan gelatin kulit ikan tuna.
Produk inovasi ini diberi nama Body Lotion Mosquitos.
Mereka yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) itu terdiri atas Siti Maqfirah sebagai ketua tim.
Sedangkan anggota terdiri atas Panca Anugrah Sakti, Desviranti, Hikma Kasih, Akhyar Febriyan, dan dibimbing oleh Dr Vicky Prajaputra, Dosen Prodi Ilmu Kelautan FKP USK.
Siti Maqfirah yang sering disapa Fira ini mengatakan, lotion ini menggunakan dua bahan utama yaitu ekstrak kulit jeruk dan gelatin kulit ikan tuna.
Kedua bahan alami tersebut sangat efektif dan kaya akan manfaat. Kulit tuna mengandung asam amino yang tidak disukai oleh nyamuk, sehingga berfungsi sebagai bahan anti nyamuk alami.
Baca juga: Polsek Rundeng Pantau Warga 12 Desa Terdampak Banjir di Subulussalam, Ketinggian Air Capai 60 Cm
Selain itu, gelatin juga membantu melembabkan kulit dan meningkatkan elastisitas. Ini menjadikan kulit lebih sehat dan kencang.
Di sisi lain, ekstrak kulit jeruk mengandung limonene, sebuah senyawa yang bersifat toksik bagi nyamuk sehingga efektif mengusir nyamuk.
Ekstrak kulit jeruk juga memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu juga memberikan aroma segar yang menyenangkan pada kulit.
“Kombinasi kedua bahan ini menjadikan Mosquitos tidak hanya berfungsi sebagai losion anti nyamuk yang ampuh, tetapi juga sebagai produk perawatan kulit yang melembabkan, melindungi, dan menyegarkan,” terang Fira.
Ide produk ini bermula dari upaya untuk mengatasi berbagai masalah yang disebabkan oleh nyamuk, limbah kulit tuna, dan limbah kulit jeruk.
Nyamuk merupakan ancaman serius sebagai vektor penular berbagai penyakit berbahaya, seperti demam berdarah, malaria, dan mengganggu kenyamanan.
Baca juga: VIDEO Drone Kembali Leluasa Ngebom Jantung Israel! Iron Dome Usang, Ledakan Menggelegar
Di sisi lain, kulit ikan tuna yang dihasilkan oleh PT Yakin Pasifik Tuna (YPT) dan kulit jeruk sering dianggap sebagai limbah yang tidak memiliki nilai ekonomi.
Padahal dari hasil berbagai penelitian menunjukkan jika gelatin yang diekstraksi dari kulit tuna dan minyak esensial kulit jeruk, memiliki potensi ekonomi untuk digunakan sebagai produk turunan.
| Hadir di IPA Convex, BPMA Sajikan Booth Bernuansa Budaya Aceh |
|
|---|
| Jadi Pemateri Parliament Tour Creative Student Home, Tuanku Muhammad Dorong Anak Muda Kritis |
|
|---|
| USK Wisuda 1.322 Lulusan, Prof Mirza Motivasi Alumni jadi Pencipta Lapangan Kerja |
|
|---|
| KIP Aceh Mulai Simulasi Penataan Dapil, Kewenangan Kini Sepenuhnya di Tangan KPU |
|
|---|
| Pidato Perdana Prof Mirza di Wisuda USK, Alumni Diminta Jangan Hanya Cari Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ikan-tuna-tidak-boleh-dimakan-banyak-banyak.jpg)