Kreatifitas

Pemerintah Dukung Peluncuran Voice People Aceh, Diharapkan Bisa Promosi Wisata & UMKM

Saya berharap para narator ini terus memperluas jaringan agar lebih produktif dalam berkarya, tidak kalah pentingnya Voice

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Sri Anggun Oktaviana
Voice Institute Indonesia meluncurkan Voice People Aceh & Voice Clinic di gedung Puslatbang KHAN, Sabtu, (12/10/2024). 

Laporan Sri Anggun Oktaviana l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dalam upaya mendukung industri kreatif yang terus berkembang, Voice Institute Indonesia meluncurkan Voice People Aceh & Voice Clinic.

Acara yang berlangsung di gedung Puslatbang KHAN, Sabtu, (12/10/2024) tersebut diinisiasi Voice institute Indonesia (VII) yang merupakan institusi pelatihan untuk industri suara seperti voiceover, public speaking, MC, dubbing, dan lainnya. 

VII didirikan tahun 2019 oleh para profesional voice over talent yang aktif berkarya di bidang suara. 

Voice clinic ini akan berlangsung selama 2 hari dimana hari pertama akan ada materi Basic Voice Skill dan Personal Branding. 

Pada hari kedua akan ada materi intermediate voiceover skill dan praktik simulasi Recording di studio. 

Baca juga: Kalangan Muda Aceh Dilatih Voice Over oleh Amanah, untuk Buat Konten Medsos

Kegiatan ini dimentori langsung oleh Bimo Kusumo selaku Founder Voice Institute dan Binta Nadhila selaku Co-Founder Voice Institute Indonesia dan juga Dhanu Riza selaku CCO-Voice Institute Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Al Muniza Kamal mewakili Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA menyampaikan pemerintah mendukung penuh berdirinya Voice People Aceh.

"Saya menyampaikan dukungan penuh atas berdirinya Voice People Aceh sebagai wadah bersatunya voice over talent di daerah kita," ujarnya.

Dia berharap dengan adanya Voice People Aceh dapat berperan mempromosikan wisata dan UMKM di Tanah Rencong.

"Saya berharap para narator ini terus memperluas jaringan agar lebih produktif dalam berkarya, tidak kalah pentingnya Voice People Aceh juga di harapkan berperan mempromosikan wisata dan produk UMKM Aceh sehingga wisata Aceh semakin berkembang," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Bimoki selaku founder Voice Institute Indonesia menyampaikan bahwa voice over dapat mendukung segala sesuatu di era digital.

"Voice over sekarang sudah bisa mensupport segala sesuatu di era digital ini, seperti promosi kebudayaan, promosi wisata, promosi segala sesuatu yang ada di kota atau provinsi apalagi kalau di luar negeri, public space itu semuanya sudah menggunakan voice over, museum-museum juga, secara scientific, minat membaca orang kan sekarang sudah menurun, nah ini kesempatan suara-suara indah Aceh untuk bisa berperan di era revolusi ini," ungkapnya.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved