Berita Banda Aceh

8 Daerah Tetapkan Status Darurat Bencana

Untuk kabupaten yang tidak menetapkan status keadaan darurat bencana kami tidak memberi bantuan masa darurat. T Nara Setia, Kalaksa BPBA

Editor: mufti
Dok BPBA
Kalaksa BPBA, T Nara Setia melakukan peninjauan tanggul yang jebol akibat hantaman air di Seuraway, Aceh Tamiang, Rabu (16/10/2024)/ 

 

Untuk kabupaten yang tidak menetapkan status keadaan darurat bencana kami tidak memberi bantuan masa darurat. T Nara Setia, Kalaksa BPBA

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebagai dampak dari musim penghujan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir, 8  kabupaten di Aceh menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi, Rabu (16/10/2024).

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), T Nara Setia mengatakan, 8 kabupaten tersebut meliputi Kabupaten Gayo Lues, Aceh Selatan,  Aceh Tenggara, Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Barat dan Nagan Raya.

“Tiga diantaranya ini sudah dikirimkan bantuan logistik seperti Aceh Barat, Aceh Selatan  dan Gayo Lues. Sementara yang lainnya itu belum memohon bantuan logistik,” kata Nara kepada Serambi.

Dia mengatakan, saat ini juga jumlah korban terdampak semakin berkurang seiring dengan semakin menyusutnya wilayah terdampak banjir. 

Pihaknya mencatat, sejak bencana banjir terjadi, total 20.332 Kepala Keluarga atau 67.889 jiwa terdampak banjir per hari ini. Dia mengatakan, setidaknya ada 8  kabupaten/kota di Aceh terdampak bencana banjir akibat hujan deras yang terjadi. Dimana delapan kabupaten itu meliputi Aceh Utara dengan 2.432 KK atau 7.526 jiwa terdampak banjir, Aceh Tenggara 1.030 KK atau 4.004 jiwa, Aceh Selatan 1.499 KK atau 5.285 jiwa dengan 280 KK terpaksa mengungsi, Subulussalam 2.293 KK atau 9.290, Nagan Raya 2.281 KK atau 5.788 jiwa, Aceh Timur 252 KK, Aceh Tamiang 4.305 KK atau 14.059 jiwa dan Aceh Singkil dengan 6.149 KK atau 21.532 jiwa, serta Aceh Barat sebanyak 91 KK atau 405 jiwa terdampak banjir akibat hujan lebat. "Ini data yang kita kumpulkan hingga pukul 18.00 WIB, potensi korban bisa bertambah melihat anomali cuaca saat ini,” jelasnya.

Saat ini  pihaknya bersama Dinsos Aceh sudah menyalurkan bantuan masa panik kepada wilayah yang terdampak banjir. “Untuk kabupaten yang tidak menetapkan status keadaan darurat bencana kami tidak memberi bantuan masa darurat,” katanya. 

Dia mengatakan, di Aceh Tamiang sendiri saat ini tanggul di Seruway, Aceh Tamiang, jebol hingga membuat air meluap ke desa terdekat. Beruntung akibat dampak banjir yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa. Akan tetapi, kata dia, saat ini banyak korban terdampak terlebih yang lanjut usia, mengalami tekanan darah yang tidak stabil. “Tapi setelah datang ke posko kesehatan di tempat pengungsian darurat jadi teratasi setelah diberikan obat,” ungkapnya.(iw)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved