Kamis, 16 April 2026

Perang Gaza

Netanyahu Kaget, Ada Senjata Rusia Paling Canggih Ditemukan di Lebanon  

Netanyahu menekankan kepada surat kabar Le Figaro, dalam sebuah wawancara yang dirilis Rabu, bahwa berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 2006,

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Al Jazeera
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Lebanon bisa menghadapi kehancuran seperti Gaza. 

SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada sebuah surat kabar Prancis bahwa pasukan Israel telah menemukan senjata Rusia “tercanggih” dalam pencarian pangkalan Hizbullah di Lebanon selatan.

Netanyahu menekankan kepada surat kabar Le Figaro, dalam sebuah wawancara yang dirilis Rabu, bahwa berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 2006, hanya tentara Lebanon yang diizinkan memiliki senjata di selatan sungai utama negara itu, Litani.

“Namun, di daerah ini, Hizbullah telah menggali ratusan terowongan dan tempat persembunyian, di mana kami baru saja menemukan sejumlah senjata Rusia yang canggih,” artikel Prancis tersebut mengutip pernyataan Netanyahu.

Washington Post, mengutip pejabat Israel, telah melaporkan bahwa senjata antitank Rusia dan Cina telah ditemukan dalam serangan Israel di Lebanon sejak negara itu meningkatkan konfliknya dengan Hizbullah yang didukung Iran bulan lalu.

Baca juga: Israel Khawatir Jumlah Rudal Pencegat Iron Dome Makin Menipis, Diserang Roket Hizbullah tak Henti

Tentara Israel tidak segera menanggapi pertanyaan AFP tentang komentar perdana menteri tersebut.

Israel mengatakan tujuan dari kampanye militernya terhadap Hizbullah adalah untuk membuat wilayah tersebut aman sehingga sekitar 60.000 penduduk Israel utara yang dievakuasi dapat kembali ke rumah mereka.

Banyak yang meninggalkan rumah mereka karena penembakan lintas batas antara Israel dan Hizbullah setelah dimulainya perang Gaza pada 7 Oktober tahun lalu.

“Perang saudara baru di Lebanon akan menjadi tragedi. Tentu saja bukan tujuan kami untuk memprovokasinya. Israel tidak bermaksud untuk mencampuri urusan dalam negeri Lebanon,” kata Netanyahu kepada Le Figaro.

“Satu-satunya tujuan kami adalah untuk memungkinkan warga negara kami yang tinggal di sepanjang perbatasan Lebanon untuk pulang dan merasa aman,” tambahnya.(*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved