Abdya
Ketua Harian Hipelmabdya 2022-2024 Klarifikasi dan Sayangkan Mubes VIII
“Sangat disayangkan sekali sikap beberapa oknum kelompok yang mencoba untuk mengganggu bahkan membuat kegaduhan...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Harian Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Barat Daya (Hipelmabdya) periode 2022-2024, Chalid Mucharrabin ST menyayangkan aksi Musyawarah Besar (Mubes) VIII yang diselenggarakan di Aula Asrama Abdya, Banda Aceh, Sabtu (20/10/2024).
Menurutnya, semestinya pengurus sudah mengagendakan musyawarah besar dalam waktu dekat mengingat dirinya pun sudah diberikan mandat sebagai Ketua Steering Committee (SC).
Pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Pemkab Abdya, Ikamabdya, Dewan pengawas, dewan pembina dan senior-senior Hipelmabdya untuk melaksanakan Mubes dalam waktu dekat ini.
Kemudian juga sudah diagendakan rapat internal pengurus setelah kegiatan maulid masyarakat Abdya, karena fokus saat ini sedang dalam proses persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya.
“Sangat disayangkan sekali sikap beberapa oknum kelompok yang mencoba untuk mengganggu bahkan membuat kegaduhan yang semestinya tidak terjadi,” kata Chalid kepada Serambi, Senin (21/10/2024).
Pasalnya, lanjut ketua harian itu, tepat di bulan lalu juga sudah berkoordinasi dan berkomunikasi langsung dengan dewan pengawas organisasi dalam hal ini ketua paguyuban kecamatan terkait persoalan mubes yang dihadiri 7 kecamatan.
“Dan juga memutuskan sepakat akan melaksanakan mubes dalam waktu dekat bersama-sama tanpa ada kegaduhan selama proses persiapan kegiatan,” ungkap Chalid.
“Hal ini juga perlu saya pertegas kepada publik agar tidak terjadi kekeliruan informasi yang ditimbulkan oleh oknum kelompok yang mencoba mengganggu kerukunan antar paguyuban kecamatan mahasiswa se-Abdya yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar,” tambahnya.
Dia juga mengklaim, terjadi pencatutan paguyuban kecamatan secara sepihak tanpa ada informasi serta persetujuan dari ketua paguyuban kecamatan untuk memuluskan langkah kepentingan mereka.
“Semoga kejadian yang terjadi bisa menjadi pembelajaran bagi para mahasiswa agar berdinamika dengan sehat dan terang-terangan, karena seyogyanya berpaguyuban itu saling merekatkan bukan menjauhkan,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Chalid-Mucharrabin-ST-Hipelmabdya.jpg)