Breaking News

Berita Bener Meriah

Seorang Kakek di Bener Meriah Ditemukan Meninggal di Rumah Kebun, Sempat Mengeluh Sakit Malaria

Berdasarkan hasil penyelidikan serta keterangan dari saksi Kariadi, jika korban Waroji sempat mengeluhkan sakit malaria sebelum meninggal.

Editor: Saifullah
Dok Humas Polres Bener Meriah
Kakek Waroji (60), ditemukan telah meninggal di rumah kebun di Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (24/10/2024). 

Laporan Bustami I Bener Meriah 

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Seorang kakek bernama Waroji (60), ditemukan telah meninggal dunia dalam rumah kebun di Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Menurut Kapolsek Pintu Rime Gayo, Ipda Agus Suryadi, jasad Waroji pertama kali ditemukan oleh Kariadi, Kamis (22/10/2024).

Polisi yang mendapatkan informasi tersebut, langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.

Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Lalu, berdasarkan hasil penyelidikan serta keterangan dari saksi Kariadi, jika korban Waroji sempat mengeluhkan sakit malaria sebelum meninggal.

Kariadi juga mengaku sempat menawarkan bantuan untuk membawa korban berobat, namun tawaran itu ditolak oleh almarhum.

Bahkan, anak kandungnya, Sudarniati yang tinggal di Kabupaten Bireuen, sempat dihubungi oleh almarhum seminggu sebelumnya dan diberitahu bahwa korban dalam kondisi sakit.

Selama ini, korban Waroji diketahui tinggal sendiri di kebun miliknya dengan akses jalan yang cukup sulit.

"Jadi, kematian korban ini diduga karena sakit, serta tidak adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh atau kehilangan barang berharga di tempat kejadian," ungkap Kapolsek.

Kronologis penemuan mayat

Kapolsek membeberkan, jika penemuan mayat Waroji pertama kali ditemukan oleh Kariadi (32), seorang petani yang kebunnya berjarak sekitar 200 meter, dari tempat tinggal korban.

Kala itu, Kariadi berniat untuk makan siang bersama Waroji.

Namun sampai di lokasi, ia dikejutkan melihat pintu rumah korban yang terbuka dan menemukan korban dalam posisi telungkup di atas tempat tidur.

"Saat itu, ia langsung panik dan lari ke kampung untuk melaporkan kepada Kepala Dusun serta dilaporkan ke pihak Polsek," ujar Ipda Agus.

Sementara jenazah korban dimakamkan di pemakaman umum Dusun Mandiri, Kampung Negeri Antara.

Atas kejadian ini, warga sekitar turut berduka cita.

Pihak keluarga berharap kejadian serupa dapat dihindari dengan peningkatan akses kesehatan bagi warga yang tinggal di daerah terpencil.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved