Kamis, 30 April 2026

Berita Banda Aceh

Tanpa Badan Rehab–Rekon, Penanganan Bencana Aceh Hanya Retorika

Wen menilai, besarnya dampak bencana yang menyentuh sekitar 2,58 juta warga Aceh tidak sebanding dengan hasil penanganan di lapangan

Tayang:
Editor: Subur Dani
Istimewa
Ketua Umum Galasantara, Wen Rimba Raya 
Ringkasan Berita:
  • Ketua Umum Galasantara, Wen Rimba Raya, meminta pemerintah menghentikan pendekatan retoris dalam penanganan bencana banjir dan longsor Aceh 2025
  • Wen Rimba Raya meminta pemerintah segera membuktikan komitmen melalui pembentukan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab–Rekons) Aceh
  • Menurut dia, besarnya dampak bencana yang menyentuh sekitar 2,58 juta warga Aceh tidak sebanding dengan hasil penanganan di lapangan

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Umum Galasantara, Wen Rimba Raya, meminta pemerintah menghentikan pendekatan retoris dalam penanganan bencana banjir dan longsor Aceh 2025, dan segera membuktikan komitmen melalui pembentukan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab–Rekons) Aceh.

Baca juga: Pusat Perlu Tambah Alat Berat dan Personel untuk Percepat Pembersihan Lumpur Banjir di Aceh

Wen menilai, besarnya dampak bencana yang menyentuh sekitar 2,58 juta warga Aceh tidak sebanding dengan hasil penanganan di lapangan. 

Bantuan darurat terus diklaim, namun pemulihan nyata berjalan lambat dan tidak terarah.

Baca juga: 300 Kayu Gelondongan di Aceh Telah Terdata Kemenhut, Akan Dipilah Supaya Bisa Dimanfaatkan

“Pemerintah sibuk menyampaikan pernyataan, tapi rakyat masih menunggu kepastian pemulihan. Retorika tidak membangun rumah, tidak memperbaiki jalan, dan tidak memulihkan ekonomi warga,” tegas Wen.

Menurutnya, pola penanganan yang terpecah di banyak lembaga justru memperlihatkan ketiadaan komando dan desain pemulihan yang jelas.

Baca juga: Wagub Aceh Dampingi Mendagri Pimpin Apel Satgas Pemulihan di Aceh Tamiang

Tanpa badan khusus, rehabilitasi dan rekonstruksi hanya menjadi slogan tahunan setiap musim bencana.

Wen menekankan bahwa negara memiliki pengalaman dan instrumen hukum untuk membentuk lembaga khusus penanganan bencana berskala besar, namun hingga kini belum digunakan untuk Aceh.

Baca juga: Sidang Perdana Maduro di AS: Wajah Cilia Flores Bengkak, Tulang Rusuk Ibu Negara Venezuela Patah

“Jika pemerintah serius, langkahnya sederhana: bentuk badan rehab–rekons dengan kewenangan jelas, anggaran terbuka, dan target waktu terukur. Selain itu hanya narasi,” ujarnya.

Galasantara menegaskan, Aceh membutuhkan kebijakan konkret yang menghentikan siklus bencana berulang, bukan sekadar konferensi pers dan kunjungan simbolik.

“Rakyat Aceh tidak butuh janji. Yang dibutuhkan adalah keputusan,” pungkas Wen.(*)

Baca juga: Detik-detik Penyelamatan Pria Paruh Baya di Aceh Tamiang, Tergeletak di Lumpur dan Masih Bernyawa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved