Perang Iran vs Israel

Iran Bersumpah Akan Lakukan Serangan Balasan, Israel Bakal Hadapi Kekuatan ‘Dahsyat’ Teheran

Sumber Iran kepada kantor berita Tasnim mengatakan bahwa Iran berhak untuk menanggapi tindakan agresi apa pun.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
X/Ayatollah Ali Khamenei/@khamenei_ir
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengunjungi pameran yang menunjukkan pencapaian terbaru Pasukan Dirgantara IRGC dalam kunjungannya ke Universitas Dirgantara Ashura pada Minggu (19/11/2023). -- Iran dikabarkan memindahkan peluncur rudal untuk persiapan serang Israel. 

Iran Bersumpah Akan Lakukan Serangan Balasan, Israel Bakal Hadapi Kekuatan ‘Dahsyat’ Teheran

SERAMBINEWS.COM – Iran bersumpah akan membalas agresi Israel terhadap negaranya yang dilakukan pada Sabtu (26/10/2024) dini hari.

Sumber Iran kepada kantor berita Tasnim mengatakan bahwa Iran berhak untuk menanggapi tindakan agresi apa pun.

“Tidak ada keraguan bahwa Israel akan menerima tanggapan yang tepat terhadap setiap langkah (melawan Iran)”, sumber itu mengatakan.

Ketegangan antara kedua negara terus meningkat, dengan Teheran memperingatkan bahwa setiap langkah Israel akan disambut dengan respons tegas dan setimpal. 

Pada Sabtu pagi, orang-orang melaporkan mendengar beberapa ledakan di ibu kota Iran.

Beberapa orang mengatakan ledakan itu terdengar di sebelah barat Teheran.

Suara ledakan itu terkait dengan keterlibatan pertahanan udara Angkatan Darat Iran dengan tindakan militer Israel di tiga lokasi di sekitar Teheran.

Dilaporkan, sekitar 100 jet tempur Israel sejak dini hari waktu Israel atau Sabtu pagi WIB mulai melancarkan serangan ke Iran yang diklaim sebagai serangan balasan Israel terhadap serangan rudal Iran pada 1 Oktober lalu.

Sistem pertahanan udara Iran telah berhasil mematahkan agresi Israel.
Sistem pertahanan udara Iran telah berhasil mematahkan agresi Israel. (SERAMBINEWS.COM/Tasnim News)

Seorang warga Teheran mengatakan kepada kantor berita The Associated Press seperti dilansir Aljazeera bahwa sedikitnya tujuh ledakan terdengar di sekitar ibu kota Iran, yang mengguncang daerah sekitarnya.

Belum diketahui apakah ledakan tersebut merupakan berasal dari rudal yang jatuh di darat atau rudal yang meledak di udara akibat dari aktivitas sistem pertahanan Iran yang mulai diaktifkan sejak serangan terjadi.

Selama satu jam terakhir, militer Israel telah mengonfirmasi telah melancarkan serangan terhadap target militer di Iran.

Militer Israel mengonfirmasi telah melancarkan serangan terhadap Iran
Seperti yang telah kami laporkan, beberapa ledakan keras telah dilaporkan di pinggiran Teheran.

Militer Israel kini telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan serangan terhadap target militer.

Berikut pernyataan lengkapnya, yang diterbitkan oleh juru bicara Israel untuk wilayah Arab, Avichay Adraee:

Militer Israel saat ini menyerang target militer presisi di Iran sebagai respons terhadap serangan berkelanjutan rezim Iran terhadap Negara Israel selama beberapa bulan terakhir.

Militer Israel bersiaga secara ofensif dan defensif sementara kami mengikuti perkembangan dari Iran dan proksinya.

Militer Israel sedang melakukan penilaian situasi berkelanjutan dan pada tahap ini, belum ada perubahan dalam instruksi Komando Front Dalam Negeri.

"Kita harus tetap waspada dan menaati instruksi Komando Front Dalam Negeri agar dapat segera menginformasikan kepada masyarakat apabila ada perkembangan baru," ujarnya dikutip dari Aljazeera.

Serangan ini terjadi beberapa minggu setelah serangan Iran terhadap Israel pada tanggal 1 Oktober, saat Iran meluncurkan hampir 200 rudal balistik sebagai respons terhadap serangan Israel di Gaza dan Lebanon, serta pembunuhan sejumlah pemimpin senior Hamas dan Hizbullah.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran saat itu mengatakan rudal tersebut ditujukan ke “target militer dan keamanan vital”.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Iran telah “membuat kesalahan besar” dan “akan membayarnya”, sementara Iran telah berjanji untuk menanggapi serangan potensial dengan cara yang sama.

Ketegangan regional telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa sejak perang Israel di Gaza dimulai lebih dari setahun yang lalu, menewaskan sedikitnya 42.847 orang dan melukai lebih dari 100.000 orang.

 

Israel Mengaku Puas dengan Serangan Balasan Terhadap Iran

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melakukan serangan terhadap target militer di Iran Sabtu dini hari.

Militer Israel kemudian mengatakan bahwa pihaknya sudah puas terhadap serangan pembalasan  terhadap Iran yang berlangsung selama sekitar tiga jam.

Israel juga memperingatkan Iran agar tidak melakukan eskalasi lebih lanjut.

"Saya sekarang dapat mengonfirmasi bahwa kami telah menyimpulkan respons Israel terhadap serangan Iran terhadap Israel," kata juru bicara IDF Daniel Hagari dalam pidato video.

"Kami melancarkan serangan yang terarah dan tepat terhadap target militer di Iran, menggagalkan ancaman langsung terhadap Negara Israel," katanya.

"Kami memiliki kemampuan dan tekad untuk bertindak tegas dan siap membela Israel”, Hagari menambahkan. 

Militer Israel mengatakan jet tempurnya menyerang fasilitas produksi rudal yang digunakan untuk memproduksi rudal yang ditembakkan Iran ke negara Israel selama setahun terakhir.

"Rudal-rudal ini menimbulkan ancaman langsung terhadap warga negara Israel," katanya.

Jet tempur Israel.
Jet tempur Israel. (SERAMBINEWS.COM/media sosial)

Ditambahkannya, rudal itu juga menyerang susunan rudal permukaan ke udara dan kemampuan udara Iran lainnya, yang dimaksudkan untuk membatasi kebebasan operasi udara Israel di Iran.

Serangan Israel pada Sabtu dini hari itu ditujukan pada sasaran militer di Iran, bukan pada infrastruktur minyak dan lokasi nuklir, kata pejabat AS.

Militer Israel memperingatkan Iran bahwa Iran akan membayar harga yang mahal jika memulai babak baru eskalasi setelah Israel melakukan serangan udara di Iran.

"Jika rezim di Iran melakukan kesalahan dengan memulai babak baru eskalasi, kami wajib menanggapinya,”

“Pesan kami jelas: Semua pihak yang mengancam Negara Israel dan berusaha menyeret kawasan itu ke dalam eskalasi yang lebih luas akan membayar harga yang mahal," kata juru bicara militer Israel Daniel Hagari dalam sebuah pernyataan. 

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved