Bangga Dengan Produk Dalam Negeri, Prabowo Ingin Maung Pindad Jadi Mobil Dinas Menteri

Maung buatan Indonesia, akan menggantikan mobil mewah impor seperti Toyota Alpard yang sebelumnya digunakan oleh para Menteri dan penjabat setara.

Editor: Zaenal
DOK.PINDAD
Penampakan mobil Maung Garuda produksi PT Pindad Indonesia yang digunakan Presiden RI Prabowo Subianto setelah dilantik di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Minggu (20/10/2024). 

Laporan Sri Anggun Oktaviana

SERAMBINEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan aturan baru untuk Kabinet Merah Putih yaitu untuk para Menteri wajib menggunakan mobil Maung Garuda buatan PT Pindad (Persero) sebagai mobil dinas.

Tidak hanya para menteri namun juga untuk wakil menteri hingga pejabat eselon I. 

Jika mengacu pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, menteri kabinet Indonesia maju sebelumnya menggunakan mobil dinas Toyota Crown dan Toyota Alphard sebagai kendaraan oprasional.


Kini Maung buatan Indonesia, akan menggantikan mobil mewah impor seperti Toyota Alpard yang sebelumnya digunakan oleh para menteri dan penjabat setara.

Berdasarkan PP No. 50 Tahun 1980 tentang Hak Keuangan/Administratif Menteri Negara, menteri mendapat jatah mobil dinas dengan kelas kualifikasi A.

Kriterianya bisa sedan atau SUV dan MPV dengan mesin 3.500cc enam silinder.

Menurut Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu, penggunaan mobil dinas Maung yang diproduksi oleh PT Pindad sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subianto 

"Minggu depan saya akan pakai mobil Maung itu, mobil Pindad. Karena Pak Prabowo sudah bilang, minggu depan tidak ada lagi barang impor untuk mobil eselon I dan menteri," ujar Anggito, di Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Senin (28/10/2024).

Anggito menekankan bahwa keputusan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang yang mendorong penggunaan produk lokal.

Karena penggunaan produk lokal akan mengurangi ketergantungan pada kendaraan impor dan juga mendukung industri otomotif dalam negeri.

“Pak Prabowo telah menegaskan bahwa mulai minggu depan, tidak ada lagi penggunaan barang impor untuk mobil eselon I dan menteri,” tambahnya.

Saat ini, Anggito masih menggunakan mobil dinas keluaran pabrikan Toyota, yaitu Alphard. 

"Saya juga enggak euforia, bapak, ibu, sekalian. Saya pakai Alphard kok sekarang, tapi biasa saja. Enggak usah 'woh hebat', itu milik negara," ujar dia.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose menilai, rencana penggunaan mobil buatan Pindad bagi Menteri, wakil Menteri dan pejabat eselon I merupakan bentuk komitmen dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyukseskan produksi mobil buatan dalam negeri.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved