Senin, 18 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

Israel Siaga Tinggi Hadapi Serangan Iran, Khamenei: Balasan yang Menghancurkan

Sumber militer Israel mengonfirmasi kalau Tel Aviv berada dalam siaga tinggi karena kemungkinan Iran membalas serangan negara pendudukan tersebut

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
anews/tangkap layar
Kepala Staf Militer Israel Herzi Halevi saat assessment situasi dan kunjungan di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki Israel, Jumat (6/9/2024). Israel, katanya, siap menyerbu Lebanon guna memukul mundur Hizbullah dari garis perbatasan. 

SERAMBINEWS.COM - Sumber militer Israel mengonfirmasi kalau Tel Aviv berada dalam siaga tinggi karena kemungkinan Iran membalas serangan negara pendudukan tersebut baru-baru ini.

Kemungkinan, serangan balasan Iran ke Israel terjadi sebelum pemilu AS yang dijadwalkan pada 5 November 2024.

CNN mengutip sumber militer yang menyatakan bahwa Israel berada pada "tingkat kesiapan yang tinggi" untuk menghadapi balasan dari Iran.

 
Sumber tersebut mencatat, kesiagaan tinggi ini terjadi setelah sumber tingkat tinggi mengatakan kalau Iran dapat menanggapi serangan Israel sebelum pemilihan presiden AS.

Sumber tersebut menggarisbawahi kalau serangan Israel baru-baru ini yang menargetkan fasilitas produksi rudal dan sistem pertahanan udara di Iran telah "menciptakan dilema bagi Teheran".

Hal itu, klaim sumber Israel ini, karena kemampuan Iran untuk menyerang Israel dan mempertahankan diri terhadap serangan Israel di berikutnya, telah menurun.

Sebelumnya, seorang sumber senior Iran mengonfirmasi bahwa Teheran akan melakukan respons tegas dan menyakitkan terhadap serangan Israel baru-baru ini.


Sumber tersebut tidak menyebutkan tanggal pasti untuk serangan yang diharapkan tersebut, tetapi mencatat bahwa serangan tersebut kemungkinan akan terjadi sebelum pemilihan presiden AS.


Axios mengutip dua sumber Israel yang tidak disebutkan namanya pada hari Kamis yang menunjukkan, ada intelijen Israel yang mengindikasikan kalau Iran sedang bersiap untuk menyerang pendudukan dari wilayah Irak dalam beberapa hari mendatang.

Situs web tersebut melaporkan kalau serangan itu mungkin terjadi sebelum pemilihan presiden AS pada tanggal 5 November dan serangan itu diperkirakan akan dilakukan dari Irak, menggunakan sejumlah besar pesawat tak berawak dan rudal balistik.

Ia juga mencatat bahwa menyerang kelompok bersenjata pro-Iran di Irak mungkin merupakan upaya Teheran untuk menghindari serangan Israel lainnya terhadap target strategis di Iran.

Pada hari Selasa, seorang anggota senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam bahwa pendudukan akan menerima pukulan yang signifikan dalam beberapa hari mendatang menyusul serangan Israel yang menargetkan situs militer di wilayah Iran.

Saberin News mengutip pernyataan asisten komandan IRGC untuk urusan koordinasi, Mohammad Reza Naqdi, yang menyatakan: “Entitas Zionis akan menerima pukulan yang lebih mematikan dalam beberapa hari mendatang.”

Menurut Kantor Berita Daneshjoo , ia tidak menyebutkan secara spesifik siapa yang akan melancarkan serangan terhadap pendudukan tersebut tetapi menegaskan: “Kaum Zionis akan dikejutkan oleh tindakan, inisiatif, dan inovasi baru dan akan menderita kekalahan yang lebih besar.”

Baca juga: Pembantaian Baru di Nuseirat Gaza Utara, Warga Sipil Terjebak di Tengah Pengeboman oleh Israel


Khamenei: Bukan Sekadar Balas Dendam

Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei mengatakan bahwa Republik Islam Iran sedang mempersiapkan respons untuk membalas Amerika Serikat dan Israel.

"Kami berkomitmen penuh untuk mempersiapkan bangsa Iran dengan segala cara yang diperlukan untuk menghadapi arogansi (AS dan Israel)," kata Khamenei pada hari Sabtu (2/11/2024), dikutip dari Iran Internasional.

Khamenei menjelaskan persiapan yang dilakukan Iran adalah tindakan militer dan politik.

"Baik dalam hal kesiapan militer, persenjataan, atau upaya politik, alhamdulillah, para pejabat terlibat aktif dalam upaya ini," jelasnya.

Menurut Khamenei, Iran tidak semata-mata melakukan serangan biasa.

Kali ini, Khamenei menegaskan bahwa Iran akan melancarkan serangan yang sesuai dengan aturan dan hukum Internasional.

"Ini bukan sekadar balas dendam; ini adalah gerakan yang logis, konfrontasi yang sejalan dengan agama, etika, Syariah, dan hukum internasional. Rakyat Iran dan pejabat negara tidak akan menunjukkan keraguan atau kelonggaran dalam hal ini. Yakinlah akan hal ini," imbuh Khamenei.

 

Khamenei Bersumpah Balasan yang Menghancurkan Terhadap Israel dan Amerika Serikat

 

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengeluarkan ancaman keras kepada Israel dan Amerika Serikat dan menjanjikan “respons mematikan” atas serangan Israel terhadap Teheran. 

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah akan membalas serangan Israel dan sekutunya Amerika Serikat, yang menargetkan Teheran dan kelompok-kelompok yang didukungnya di wilayah tersebut.

"Musuh-musuh, baik AS maupun rezim Zionis, harus tahu bahwa mereka pasti akan menerima respons yang sangat keras atas apa yang mereka lakukan terhadap Iran, bangsa Iran, dan front perlawanan," kata Khamenei dalam pidatonya di depan para mahasiswa di Teheran, ibu kota Iran, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/11/2024).

Dia merujuk pada aliansi kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Teheran, yang meliputi kelompok pemberontak Houthi di Yaman, gerakan Hizbullah di Lebanon, dan kelompok milisi Palestina, Hamas.

Khamenei pada Sabtu mengancam Amerika Serikat dan Israel dengan "balasan yang menghancurkan" atas setiap tindakan mereka terhadap Iran.

"Para musuh, baik itu entitas Zionis (Israel) maupun Amerika Serikat, harus tahu bahwa mereka akan menghadapi balasan yang menghancurkan atas tindakan mereka terhadap Iran, rakyatnya, dan kelompok-kelompok perlawanan yang mendukungnya," kata Khamenei dalam pidatonya di Teheran.

"Kami akan melakukan segalanya—militer, senjata, dan tindakan politik—untuk melawan keangkuhan," kata dia.

Namun, Ayatollah Khamenei tidak mengungkap waktu atau bentuk respons yang akan diberikan oleh Iran.

Khamenei menjelaskan persiapan yang dilakukan Iran adalah tindakan militer dan politik.

"Baik dalam hal kesiapan militer, persenjataan, atau upaya politik, alhamdulillah, para pejabat terlibat aktif dalam upaya ini," jelasnya.

Menurut Khamenei, Iran tidak semata-mata melakukan serangan biasa.

Kali ini, Khamenei menegaskan bahwa Iran akan melancarkan serangan yang sesuai dengan aturan dan hukum Internasional.

"Ini bukan sekadar balas dendam; ini adalah gerakan yang logis, konfrontasi yang sejalan dengan agama, etika, Syariah, dan hukum internasional. Rakyat Iran dan pejabat negara tidak akan menunjukkan keraguan atau kelonggaran dalam hal ini. Yakinlah akan hal ini," imbuh Khamenei.

Baca juga: Komandan IRGC Iran Kirim Surat ke Pemimpin Tinggi Hizbullah, Nyatakan Kesiapan Melenyapkan Israel

Iran Dilaporkan akan Balas Serangan Israel dalam Beberapa Hari Mendatang

Media Axios melaporkan bahwa Iran sedang bersiap melancarkan serangan balasan ke Israel.


Laporan tersebut mengutip pernyataan intelijen Israel.

Di mana dalam laporan tersebut, Iran diperkirakan membalas serangan Israel dari wilayah Irak dan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.

Kemungkinan terjadinya serangan balasan Iran diperkirakan sebelum pemilihan presiden AS pada 5 november 2024, dikutip dari Al-Arabiya.

Menurut laporan tersebut, Iran akan melancarkan serangan balasan terhadap israel menggunakan drone dan rudal balistik dalam jumlah yang besar.

Setelah adanya laporan tersebut, tiga sumber Iran mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khemenei telah memerintahkan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran untuk bersiap menyerang Israel.

 
Keputusan Khamenei ini muncul tepat setelah memeriksa kerusakan yang terjadi akibat serangan Israel yang menargetkan infrastruktur produksi rudal dan sistem pertahanan udara Iran, dikutip dari The Jerusalem Post.

 

Seperti yang diketahui, ketegangan antara kedua negara kembali memanas usai serangan Israel pada 26 Oktober yang menghantam pangkalan militer dan beberapa lokasi strategis di Teheran.

Serangan tersebut menewaskan setidaknya lima orang, sementara citra satelit yang dianalisis oleh Associated Press memperlihatkan kerusakan pada fasilitas militer di sekitar ibu kota Iran

Lokasi ini diyakini terkait dengan program rudal balistik Iran serta pangkalan Garda Revolusi yang digunakan untuk peluncuran satelit.

Iran telah dua kali meluncurkan serangan langsung ke Israel pada bulan April dan Oktober tahun ini.

Namun, upaya pemerintah Iran untuk meredam eskalasi sempat mengalami kendala setelah terlihat bahwa serangan Israel menyebabkan kerusakan cukup signifikan di sejumlah pangkalan militernya.


Sebagai bagian dari strategi perlawanan, Iran telah lama memberikan dukungan bagi kelompok-kelompok sekutunya di kawasan, seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza.

Kedua kelompok tersebut, yang dikenal sebagai bagian dari “Poros Perlawanan” Iran, menghadapi serangan bertubi-tubi dari Israel yang menargetkan infrastruktur dan basis kekuatan mereka. 

Kelompok-kelompok ini digunakan Iran sebagai strategi asimetris untuk menekan Israel dan mencegah serangan langsung terhadap Teheran.

Para analis berpendapat bahwa sekutu-sekutu Iran di kawasan mengharapkan Iran untuk melakukan tindakan militer yang lebih kuat.

Namun, di tengah tekanan ekonomi dan persoalan dalam negeri, langkah-langkah responsif Iran menjadi tantangan tersendiri.

Dengan ketegangan yang meningkat, Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah. 

Pentagon baru-baru ini menambah kapal perusak, skuadron tempur, dan pesawat pembom jarak jauh B-52 di kawasan tersebut, dengan tujuan menahan kemungkinan serangan Iran terhadap sekutu-sekutu Amerika.

Selain itu, militer AS telah menempatkan sistem pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Israel, sementara kapal induk USS Abraham Lincoln berada di Laut Arab. 


Langkah tersebut dimaksudkan untuk menangkis ancaman Iran dan sekutunya yang mungkin melakukan serangan balasan.

 

Baca juga: Nenek 62 Tahun di Deli Serdang Dirudapaksa Tetangganya, Pelaku Diamuk Warga hingga Nyaris Tewas

Baca juga: Tren Perceraian di Aceh, Meningkatnya Kasus dan Pentingnya Kematangan Mental dalam Pernikahan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved