Jumat, 8 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

Rudal Hizbullah Hancurkan Bandara Ben Gurion Israel

Gerakan Hizbullah Lebanon pada Rabu (6/11/2024) mengatakan kalau mereka menembakkan rudal ke sebuah pangkalan militer di dekat Bandara Ben Gurion

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
anews/tangkap layar
Asap ledakan rudal membumbung di kawasan Bandara Ben Gurion, pintu gerbang utama Israel di Tel Aviv, Rabu (6/11/2024). Rudal dilaporkan diluncurkan oleh gerakan Hizbullah Lebanon. 

Waktu dan akurasinya juga signifikan.

Drone menyerang pada saat yang sama ketika pasukan sedang makan malam dan langsung menghantam ruang makan pangkalan.

Serangan terhadap kediaman pribadi Netanyahu pada 19 Oktober lalu, yang mengenai kamar tidur Perdana Menteri Israel, semakin menegaskan bahwa Hizbullah memiliki informasi intelijen yang akurat mengenai target-target paling sensitif di Israel.

 Pada hari Sabtu (2/11/2024) dan Minggu saja, 10 pesawat nirawak diluncurkan ke wilayah pendudukan Israel, dengan satu pesawat dicegat di wilayah udara Lebanon.

Laporan Walla juga menyoroti bagaimana Unit 127 Hizbullah bertanggung jawab atas sebagian besar peluncuran drone ke wilayah pendudukan, beroperasi secara terdesentralisasi, rahasia, dan terfragmentasi, sehingga sangat sulit untuk menemukan anggotanya dan lokasi peluncuran, menurut sumber militer Israel.

Pakar militer Lebanon, Khalil Helou, menyebut bahwa semua drone Hizbullah adalah buatan Iran, yang dirancang untuk jarak jauh.

Drone tersebut dibawa ke Lebanon dalam beberapa bagian, kemudian dirakit dan dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan operasi di dekat Israel.

Helou mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa salah satu jenis drone yang digunakan Hizbullah adalah drone pengintai Hudhud.

Drone Hudhud memiliki panjang 3,5 meter dengan lebar sayap 5 meter.

 
Drone ini terbang pada ketinggian rendah, hingga 100 kilometer, yang memungkinkannya mencapai Tel Aviv.

Hudhud dilengkapi dengan kamera dan penyimpanan data, serta dapat diprogram untuk terbang di atas lokasi target dan kembali ke pangkalannya di Lebanon.

Drone ini juga dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk menyesuaikan misinya.

Helou menambahkan bahwa drone ini diluncurkan dari bandara khusus di Jezzine (Lebanon selatan) dan Hermel (Bekaa utara), serta fasilitas serupa di Suriah.

Drone ini memiliki roda dan memerlukan landasan pacu untuk lepas landas dan mendarat.

 Pesawat tanpa awak Hudhud (Hoopoe) Hizbullah Lebanon (X Elijah J. Magnier)
Minggu ini, media Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa banyak drone, terutama yang digunakan untuk intelijen, berhasil mencapai Haifa dan bahkan melampauinya tanpa terdeteksi oleh sistem peringatan Israel saat melintas dari Lebanon.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved