Cuaca Ekstrem
Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Ungkap Potensi Bencana Hidrometeorologi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingati cuaca ekstrem dan bencana Hidrometeorologi yang mengintai.
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingati cuaca ekstrem dan bencana Hidrometeorologi yang mengintai. BMKG meminta masyarakat Indonesia waspada dan siap siaga menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana Hidrometeorologi.
BMKG menjelaskan adanya fenomena La Nina dapat mengakibatkan potensi penambahan curah hujan hingga 20 persen sampai awal 2025. Situasi ini berpotensi meningkatkan frekuensi bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan hasil analisis dari BMKG, terdapat potensi terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir atau angin kencang selama sepekan ke depan (7-12 November 2024).
Dilansir dari BMKG, fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial juga berdampak pada meningkatnya ketersediaan massa uap air basah dan memicu gangguan pola angin yang dapat mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.
Sejumlah wilayah Indonesia khususnya di Sumatra, sebagian kalimantan dan sebagian jawa bagian tengah hingga barat telah memasuki musim hujan. Sementara itu wilayah pulau Jawa lainnya diprediksi akan memasuki musim hujan pada darisan II November 2024.
Dampak Siklon Tropis Yinxing Indonesia
Sementara itu, BMKG juga memonitor adanya Siklon Tropis Yinxing di sekitar Laut Filipina dan mempengaruhi dinamika cuaca di wilayah Indonesia. Siklon Tropis Yinxing diprediksi meningkat intensitasnya dalam 24 jam kedepan dan teramati bergerak semakin menjauhi wilayah Indonesia.
Pertumbuhan Siklon Tropis ini dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24-48 jam ke depan berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah, seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
"Pemerintah Daerah dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan. Adanya fenomena La Nina mengakibatkan potensi penambahan curah hujan hingga 20 persen sampai awal 2025. Situasi ini juga berpotensi meningkatkan frekuensi bencana hidrometeorologi," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita, Rabu (6/11/2024).
(*)
| VIDEO - Penampakan Salju Lebat di Arab Saudi, Ini Penjelasan Ilmiahnya! |
|
|---|
| VIDEO - DARURAT Cuaca Ekstrim di Indonesia! Banjir Hingga Tornado Terjadi pada Desember 2025 |
|
|---|
| VIDEO - MENGERIKAN! Kini Giliran Bali Diterjang Banjir Dahsyat Akibat Cuaca Ekstrim |
|
|---|
| VIDEO - Detik-detik Hujan Badai Dahsyat Terjang Kota Mekkah Akibat Cuaca Ekstrem 2025 |
|
|---|
| VIDEO - Innalillahi, Usai Hujan Badai Mengerikan, Kota-kota di Mekkah Diterjang Banjir Bandang! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prakiraan-cuaca-di-Aceh-Besar_hujan-dan-petir_.jpg)